
Virtual Evo Game, The Waves’ Simulation Arena Room
Archie mengamati ketiga seniornya yang saat ini berdiri di hadapannya. Waktu hitungan mundur sudah dimulai. Liam menembak dengan senapan angin ke arahnya, lalu dengan cepat, Archie menghindarinya.
“Jangan kasih dia waktu untuk berpikir!” perintah Aro.
Liam mengganti senjatanya dengan Gatling Gun yang baru ia pilih sebagai senjata lainnya. Ia menembak ke arah tanah dan membuat dirinya terdorong ke atas dan berdiri di atas bukit. Liam memang merupakan pemain jarak jauh, sehingga tempat seperti itu memang cocok untuknya menyerang.
Sementara itu, Ann mengejar Archie yang tengah berlari ke arahnya. Ia menembak dengan handgun andalannya untuk menyerang Archie. Archie langsung menghindar, lalu dengan cepat mengeluarkan sebuah panah dan mengarahkannya pada Ann. Ia pun melontarkannya.
Anak panah itu mengeluarkan kepulan asap tebal, sehingga Ann tidak bisa melihatnya dan terbatuk di sana. Setelah itu Archie berhenti sejenak dan mengeluarkan panah lainnya. Kepulan asap tersebut menghilang. Lalu ia mengeluarkan anak panah gravitasi, untuk menarik Ann.
Sayangnya, anak panah tersebut berhasil ditepis oleh Aro dengan pedangnya. Sehingga Ann tidak terkena serangan tersebut. Aro lalu berlari ke arah Archie. Dengan cepat, Archie melihat ada sebuah dinding kayu di sana. Ia mengarahkan busur panahnya ke arah dinding dengan sebuah anak panah.
Anak panah itu mengenai dinding tersebut hingga ambruk, sehingga memperlambat langkah Aro di sana. Suara runtuhan terdengar di sana. Archie kembali berlari setelah melihat kejadian tersebut.
Tembakan laser secara beruntun sedang mengarah pada dirinya dari jarak jauh.
__ADS_1
“Itu pasti Kak Aro!” ujar Archie.
Ia berbalik dan kembali mengeluarkan tiga anak panah dan melontarkannya ke arah tembakan-tembakan tersebut. Dan terjadilah ledakan setelahnya. Laser tersebut menghalangi pandangannya.
Tiba-tiba muncul Aro dan menyerangnya dengan pedang birunya. Archie yang terkejut langsung menepis pedang tersebut dengan busur panahnya, dan melompat ke atas, lalu mengarahkan tiga anak panah ke arah Aro. Aro menghindarinya dengan cepat dengan memutar-mutarkan pedangnya itu dan memotong ketiga anak panah milik Archie itu.
Archie mendarat, dan melihat ke arah layar besar dalam dunia itu. Poin nyawanya masih cukup banyak, dan pertandingan akan berakhir dalam 8 menit. Ia hanya perlu bertahan sedikit lagi.
Pergerakan mereka semua cepat sekali. Batin Archie.
Tiba-tiba sebuah amunisi mengarah tipis hampir mengenai pipi Archie. Archie langsung menghindar cepat dengan gerakan memutar, lalu melontarkan satu anak panah ke arah tembakan tersebut berasal. Tembakan tersebut berasal dari Ann, dan seniornya itu berhasil menghindari anak panahnya dengan teknik lompat harimau, lalu ia memberikan tembakan pada Archie.
Tembakan jarak dekat dari Liam dengan menggunakan senapan anginnya juga menghampiri Archie. Tembakan pria itu mengenai lengan Archie sebanyak dua kali. Ketiga orang itu seperti memberikan penyerangan bertubi-tubi ke arahnya.
“Kepung dia!” perintah Aro.
Mereka bertiga pun berlari menghampiri Archie. Liam mengejarnya dengan cepat. Archie berbelok untuk menghindarinya, tetapi ia justru bertemu dengan Ann. Ia kembali berbelok ke lain arah, dan ia justru bertemu dengan Aro. Kini ia terkepung. Benar-benar terlihat seperti permainan bentengan yang dahulu sering Archie mainkan.
__ADS_1
Aro mengepalkan tangan dan mengarahkannya pada Archie, lalu sebuah tembakan laser keluar dari tangannya. Archie menghindarinya dengan melompat yang membuatnya terlihat seperti sedang terbang dengan posisi terbaring. Ia membalikkan tubuhnya ke bawah dan mengarahkan anak panah gravitasi pada mereka bertiga. Aro berhasil menghindarinya, sementara Ann dan Liam terkena serangan dan tertarik ke tanah, membuat mereka tidak bisa bergerak.
Saat mendarat, Archie tidak langsung berhenti. Ia langsung menembakkan anak panah ke arah pedang milik Aro, membuat pria itu terkejut, hingga pedang miliknya terlepas dari genggamannya.
Aro menghembuskan napasnya. Lalu ia berbalik dan tersenyum sambil memejamkan matanya.
“Kamu menang,” ucap Aro. Archie terkejut, ia masih memposisikan tangan dan tubuhnya untuk memanah. Lalu perempuan itu melihat layar besar. Waktu habis, dan poin nyawanya masih tersisa 30 poin. Liam dan Ann sudah bisa bangun karena pertandingan telah berakhir. Mereka berempat pun keluar dari dunia VEG.
***
Aro: Saya tidak menyangka kemampuannya bisa meningkat pesat seperti ini. Saya rasa, dia sudah sangat layak untuk bertanding nanti.
Setelah membaca pesan tersebut, Kelvin tersenyum. Ia memang meminta Aro untuk memberikan ujian kelayakan tersebut untuk Archie, karena atas permintaan seseorang. Lalu Kelvin men-dial nomor seseorang.
“Dia sudah layak untuk bertanding. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ucap pria itu.
Seseorang yang di sana tengah menjawab telepon dari Kelvin tersenyum mendengarnya. Karena memang ia yang meminta pada Kelvin, agar Archie mendapatkan ujian seperti itu.
__ADS_1
“Baik, Terima kasih,” jawab orang tersebut.
***