Virtual Evo Game

Virtual Evo Game
Liam's Mission


__ADS_3

Liam mengatur pernapasannya sambil berjalan ke arah Hutan Kaktus, ia tidak ingin membuang waktunya lebih lama untuk mengatur pernapasannya. Tidak ada operator yang memandu jalannya, sehingga semua harus ia cari sendiri.


“Gila, panas banget,” gerutu Liam yang ingin melepas coatnya.


Tiba-tiba saat ditengah perjalanannya sambil melepas coat, ia melihat sebuah pusaran yang bergerak ke arahnya. Ia tidak sempat untuk pergi dari sana, dengan panik, ia menutup matanya dengan coat yang ia pegang.


“BADAI PASIR!” teriak Liam.


Liam tidak bisa pergi kemanapun, ia hanya bisa menutup matanya menggunakan coat sambil terus melangkahkan kakinya dengan susah payah.


Tiba-tiba, badai pasir itu berhenti. Liam membuka matanya, ia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia melihat sebuah hutan dengan banyak pohon kaktus di dalamnya. Ia langsung mengenakan kembali coatnya sambil berlari memasuki hutan tersebut.


Hutan Kaktus tersebut tidak terlihat seperti hutan bagi Liam. Ia melihat sekitarnya banyak rumah yang berbentuk pohon kaktus besar dengan para penduduk yang serupa manusia sepertinya.


Walaupun ia mengetahui kalau semua itu hanyalah kecerdasan buatan yang dibuat oleh panitia. Ia tetap melanjutkan misinya untuk mencari Olivier. Liam bertanya ke banyak orang disekitarnya itu.


Banyak orang yang ditanya dan mereka menjawab tidak tahu, sebagian lagi memilih untuk pergi menjauhi pertanyaan dari Liam, seperti menghindari pertanyaan orang-orang yang mempromosikan dagangannya. Hal itu membuat Archie sedikit tertawa lalu menutup mulutnya.


Ntar kalau aku ketawain, gataunya dapet misi yang lebih susah kan ga lucu. Batin Archie.


Ann sudah lepas tertawanya, Liam terlihat tragis namun juga lucu baginya. Berbeda dengan Aro dengan wajah datarnya yang masih mengamati semua pergerakan Liam.


Liam tidak putus asa, ia tetap mencari jawaban di sekitarnya. Ia teringat dengan adanya perpustakaan di dalam Hutan Kaktus. Ia berpikir untuk mencari data-data penduduk di sana, dengan mencari arsip nama-nama penduduk Hutan Kaktus.


Ia menemukan perpustakaan itu dan masuk ke dalamnya. Tidak ada yang menjaga tempat itu, Liam langsung mencari ke rak arsip dan menemukan satu buku yang berjudul Data Penduduk Hutan Kaktus.


“Mana sih alphabet O?”


“Oh ini,” gumamnya.


“Olivier, Olivier, Olivier. Nah ketemu!”


“Eh? Lha kok banyak banget Oliviernya?”


“Olivier Richard, Olivier Fernando, Olivier Riddle. Atuh yang mana dong?” tanya Liam.


“HAHAHAHAHAHAH,” tawa Ann pecah saat mendengar Liam mengatakan hal itu. Archie juga sudah tidak mampu menahannya, ia ingin tertawa juga.


“Olivier yang memberikan teka-teki?” gumam Aro yang tidak memperdulikan kedua rekannya itu tertawa.


Liam mencari buku lain tentang data-data penduduk Hutan Kaktus itu. Seumur hidupnya, mencari barang adalah hal yang paling tidak ia sukai. Namun, mendadak ia berhenti, seakan ada yang memberikannya pencerahan.


“Temui Olivier di daerah Hutan Kaktus, pecahkan teka-teki di sana,” ucapnya sambil mengingat kembali misinya.


“Teka-teki itu riddle bukan sih? Eh iya dong, berarti aku harus ke Olivier Riddle!” ucapnya yang terlihat bersemangat karena mengetahui apa maksudnya.


Ia kembali kepada buku sebelumnya untuk mencari alamat Olivier Riddle, ia mencatat alamatnya di sebuah kertas yang ada di atas meja perpustakaan itu. Setelah selesai menulis, Liam langsung mengembalikan buku-buku tadi ke rak buku, lalu pergi ke rumah Olivier Riddle itu.


***

__ADS_1


Liam berjalan ke arah rumah Olivier Riddle itu, lalu menemukan rumahnya yang berjarak cukup jauh dari perpustakaan. Setibanya di sana, ia melihat Olivier yang sedang membaca koran di teras rumah dengan duduk di kursi malasnya.


Ia memberanikan dirinya untuk menyapa. “Permisi, apakah Anda dengan Olivier Riddle?”


Olivier mendengar suara Liam, langsung membalasnya. “Iya, ada apa?” tanya Olivier dengan tetap membaca korannya.


“Saya Liam, peserta Virtual Evo Game. Saya ingin menerima teka-teki yang Anda berikan untuk menyelesaikan misi,” jawab Liam dengan percaya diri.


“Ya ampun, ganteng banget kak Liam,” ucap Joyce dengan Delaney di sebelahnya yang tengah menonton di kursi penonton. Delaney yang sedang serius menonton merasa sedikit terganggu. “Sssttt…” kata Delaney ke arah Joyce yang membuatnya kembali memfokuskan untuk menonton.


Kembali ke Virtual Evo Game.


Olivier menaruh koran di meja sebelahnya. Ia menatap wajah Liam sambil tersenyum. Liam tetap menatap Olivier dengan serius.


“Terkadang teka-teki tidak hanya mengandalkan kepandaian. Tetapi juga kekuatan,” kata Olivier.


Banyak orang tidak mengerti apa maksudnya. Olivier melepas kacamatanya lalu bangun dari kursinya. Terlihat tubuhnya yang kekar.


“Kamu harus menjawab satu teka-teki, sambil menghadapiku,” lanjut Olivier sambil bersiap untuk bertarung dengan senjata andalannya yang berbentuk sarung tangan tinju.


Liam terkejut saat mendengarnya, ia langsung mempersiapkan dirinya untuk bertarung dengan Olivier sambil mengeluarkan senjatanya.


“Hah? Maksudnya? Jawab teka-teki sambil bertarung?” tanya Archie yang masih belum mengerti. Dibalas dengan anggukan dari Aro.


Sementara itu dari ruangan peserta Frost Timer, terlihat Vinn yang sedang menonton Liam dengan operatornya, Eon.


“Olivier Riddle menggunakan teknik tinju untuk menghadapi lawannya, dia termasuk petinju yang diperhitungkan di Zona Sahara.”


Itu artinya, Liam sedang bertarung dengan seorang petinju andal dari Zona Sahara.


Keduanya telah bersiap. “Aku akan memberitahu caranya. Kau boleh menyerangku, tetapi harus terus menghindari seranganku sambil menjawab teka-teki. Mengerti?”


Liam mengangguk, ia mengumpulkan segenap keberaniannya. Ia belum mengetahui sekuat apa orang dihadapannya itu.


“Dor, dor, dor!” Liam langsung menembakkan senjatanya ke arah Olivier tanpa henti. Semua serangannya tidak ada yang mengenai Olivier sedikitpun, kemampuan menghindarnya sangat bagus.


Olivier langsung menyerang Liam secara agresif, namun Liam tidak kalah. Ia terus menghindar untuk menyelamatkan poin nyawanya.


“Keluarkan saja teka-tekinya,” kata Liam sambil berusaha menghindari tinju dari Olivier.


“Aku menyatu dengan gelap, tetapi selalu mengikuti saat ada cahaya,” ucap Olivier sambil mengarahkan tinju ke arah Liam.


Liam memikirkan jawabannya sambil terus menghindar dari pukulan tinju. Ia tidak asing dengan teka-teki ini. “Bayangan,” jawab Liam.


“Alasannya?” tanya Olivier yang secara sengaja meninju softgun Liam sampai terlempar darinya.


Liam tersentak, ia terus menghindar sambil mengabaikan senjatanya yang terlempar. “Karena saat berjalan di malam hari, bayangan kita cenderung tidak terlihat,” jawab Liam sambil menangkis tinju dari Olivier. Poin nyawa Liam berkurang sepuluh poin.


“Kalau dia kena tinjunya terus, walaupun tanpa sakit sedikitpun juga mengurangi poin nyawanya,” ucap Aro yang masih secara saksama mengamati Liam.

__ADS_1


Olivier masih menunggu jawaban lanjutan dari Liam, sambil terus memberikan pukulan tinjunya tanpa ampun. “Tetapi saat kita berjalan ada cahaya matahari, bayangan akan terlihat mengikuti,” lanjut Liam lalu berputar dan menendang kuat Olivier di bagian lehernya.


Tendangan keras Liam berhasil membuat Olivier terjatuh. Kakinya terasa sakit karena terlalu kuat menendangnya. Liam menghampiri Olivier yang meraba lehernya.


“Aku benar, bukan?”


Olivier tertawa saat mendengarnya. “Iya, jawabanmu benar.”


Liam tersenyum seringai saat mendengarnya, seakan mudah sekali baginya. Ia berhasil dalam menjalankan misinya, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Olivier berdiri. Aro, Ann, dan Archie yang mendengarkannya menghembuskan napas lega.


“Berarti misiku disini selesai?” tanya Liam.


“Iya, kamu bisa langsung menyelesaikan misimu lainnya untuk meretas pertahanan,” jawab Olivier.


Liam mengangguk lalu berpamitan dan berlari untuk segera pergi dari Hutan Kaktus. Olivier malah tertawa saat melihatnya. Liam berbalik ke arah Olivier lagi.


“Kamu mau pergi ke Tenggara dengan berlari sejauh itu?” tanya Olivier.


Liam terlihat bingung lalu mengangguk, karena memang itu yang mau ia lakukan.


“Kamu tidak perlu repot-repot lari sejauh itu. Aku punya jalan pintas,” jawab Olivier. “Ikuti aku.”


Mereka berjalan ke arah belakang rumah Olivier. Liam membuka mulutnya karena terkejut dengan apa yang ia lihat. Ada jendela digital di belakang rumah Olivier.


“Kamu tidak perlu pergi ke Tenggara lagi untuk menyelesaikan misi peretasan, selesaikan saja disini,” jelas Olivier sambil menunjukkan jendela digitalnya.


Liam berjalan ke arah jendela digital itu dan mulai mengelola kode-kode yang ada di layar. Tidak terlalu sulit untuk Liam, ia menyelesaikan peretasan lalu meletakkan telapak tangannya di layar jendela digital.


Ia berhasil menyelesaikan misi, lalu membalikkan tubuhnya ke arah Olivier. “Terima kasih,” ucapnya, yang dibalas anggukan oleh Olivier. Sebuah portal terbuka telah muncul dihadapan mereka.


Liam masuk ke dalam portal itu dan meninggalkan Olivier di Hutan Kaktus. Setelah melihat Liam yang menyelesaikan misinya, ketiga anggota The Waves yang lainnya menghembuskan napas lega untuk kesekian kalinya.


***


Tubuh Liam muncul di mesin Evopass. Pintu mesin itu terbuka dan ia mengambil Kartu tanda pengenalnya yang berada di Electronic Data Capture. Ia melihat layar besar dihadapannya untuk melihat jumlah poin yang ia raih.


“Baiklah pemirsa, misi yang diselesaikan dengan cukup baik oleh Liam. Berapa banyak poin yang akan ia raih?” ucap Daniel.


Terlihat di layar, jumlah poin untuk Liam yang terus berjumlah tiap detiknya. Lalu jumlahnya terhenti di angka 548.677 poin. Untuk sementara, Liam berada di peringkat pertama.


“Ia melangkahi poin yang diraih oleh Halfie! Untuk sementara Liam berada di peringkat pertama! Selamat Liam!” ucap Revo.


Teriakan dan tepuk tangan terdengar di dalam gedung. Terlihat senyum yang lebar dari wajah Liam. Ia senang karena berhasil meraih poin yang cukup tinggi, walaupun selisih sedikit dengan jumlah poin yang diraih oleh Halfie.


Ann dan Archie kegirangan saat melihatnya, mereka melakukan high-five karena senang melihat Liam yang berhasil menyelesaikan misi dan mendapatkan poin yang cukup tinggi.


“Semoga bisa melaju lebih jauh dari sebelumnya,” kata Liam.


***

__ADS_1


__ADS_2