
Nama-nama peserta lain sudah diumumkan, hanya tersisa 7 peringkat lagi. Sebenarnya peringkat ini sudah tertebak siapa saja yang akan lolos. Aro, Ann, dan Liam sedang menunggu kepastian mereka ada di peringkat berapa.
“Selanjutnya, peringkat ke 7, selamat untuk Ann!” lanjut pembawa acara.
Seluruh isi gedung mulai berisi tepuk tangan dengan sangat meriah. Penggemar Ann banyak yang berteriak kegirangan karena Ann naik peringkat dari minggu lalu.
“Ih ya ampun! Kemarin dia peringkat 10 tau! Ah seneng banget,” kata salah satu penggemar Ann.
“Semoga kali ini dia ga ada kesalahan teknis apa-apa, ya,” jawab penggemarnya yang lain.
Ann langsung berjalan ke arah panggung. Archie mengulurkan tangannya dari tempat ia berdiri untuk melakukan high-five dan dibalas oleh Ann, yang akan menjadi saingannya di pertandingan nanti. Dua tiket sudah tersedia untuk peserta dari The Waves.
Pembawa acara melanjutkan pengunguman.
“Peringkat ke 6, Claire!” perempuan dengan postur tinggi itu langsung berlari menuju panggung.
“Ya ampun dia tinggi banget, kalau aku di sebelahnya jomplang banget tinggi sama pendek,” ucap Joyce di kursinya.
“HAHAHAHAHAHA,” jawab Zack dengan tawanya. Tangannya langsung dicubit oleh Joyce.
“Itu peringkatku minggu lalu, gimana ini?” ucap Liam dengan suara kecil. Ada rasa khawatir menyelimuti dirinya.
“Peringkat ke 5, Liam!” mata Liam terbelalak karena terkejut tidak menyangka ia masuk peringkat 5 teratas.
Suara riuh muncul dari kursi penonton. Penggemar Liam yang hadir di studio berteriak kegirangan. Aro yang duduk di sebelahnya bertepuk tangan sambil tersenyum.
Aro hanya mengisyaratkan Liam untuk naik ke atas podium dengan menaikkan dagunya, Liam mengangguk dan tersenyum lebar.
“Saya tunggu kakak di sana,” ucap Liam lalu berlari ke atas panggung.
Liam yang sudah berlari ke arah panggung langsung naik podium. Ia belum pernah berada di peringkat 5 besar. “Wah gila, ini tinggi banget,” ucapnya saat berdiri di atas podium dengan tangga yang lebih tinggi dari peringkat lainnya.
Sudah ada sebelas nama yang sudah dipastikan akan menjadi peserta pertandingan Virtual Evo Game untuk tahun ini. Tiga diantaranya berasal dari The Waves. Hanya tersisa empat peringkat lagi.
Banyak dari calon peserta dari setiap perusahaan yang berharap namanya dipanggil, sebagian lagi sudah tidak berani berharap. Penggemar VEG mulai menantikan keempat tersebut, berharap ada nama idolanya di sana.
“Saya akan mulai mengumumkan empat peserta terakhir yang berada di posisi empat teratas. Saya akan menyebutkan kandidat peringkatnya saat ini, diharapkan untuk peserta yang dipanggil untuk naik ke atas panggung,” kata pembawa acara yang mulai membawakan suasana tegang.
“Peserta pertama. Silakan maju, Halfie.”
Halfie berdiri dari kursinya, teman-teman satu perusahaannya banyak yang merasa senang sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya.
“Peserta kedua. Deon.”
Deon yang belakangan ini namanya cukup eksis, mulai memiliki banyak penggemar. Banyak orang di kursi penonton yang meneriakkan namanya.
“Peserta ketiga, saya rasa kalian sudah pasti tahu siapa orang ini. Dia adalah, Vinn!”
__ADS_1
Seluruh penonton bertepuk tangan untuknya. Penikmat VEG mana yang tidak mengenali orang yang satu ini. Orang yang konsisten berada di peringkat teratas selama bertahun-tahun itu mulai berjalan menuju panggung.
Ketiga peserta itu sudah dipanggil ke atas panggung. Satu peserta lagi, banyak yang mulai menebak-nebak siapa yang akan menjadi peserta terakhir.
“Peserta terakhir, banyak yang belum mengetahui kalau ia akan kembali ikut VEG tahun ini. Saya yakin akan mengejutkan banyak orang,” ucap pembawa acara.
Liam, Ann, dan Archie berani menjawab kalau Aro adalah orangnya. Memang, pihak The Waves selalu berusaha menutupi kabar kalau Aro akan kembali.
“Berikan tepuk tangan yang meriah untuk, Aro!”
Para penonton banyak yang terkejut saat mendengarnya. Bukan hanya penonton, tetapi juga anggota tim lain. Aro yang sedari tadi memejamkan matanya, langsung membuka mata lalu berdiri.
Ia berjalan ke arah panggung. Para jurnalis langsung mengambil beberapa gambar saat Aro berjalan ke arah panggung.
“IDOLAKU COMEBACK!” teriak salah satu penonton.
Vinn yang berdiri di atas panggung tersenyum tipis saat mendengarnya. “Akhirnya, ia kembali.”
***
Keempat peserta yang dipanggil itu sudah berdiri di atas panggung. Terlihat peserta dari peringkat 5 sampai 15 di belakang empat peserta itu kebanyakan membicarakan Aro dengan suara yang kecil.
“Saya akan mengumumkan urutan peringkat dari keempat peserta ini. Tetapi sebelumnya, saya ingin menanyakan sesuatu kepada keempat peserta ini.”
Keempatnya menoleh ke arah si pembawa acara. Peserta lain yang dibelakangnya juga melihat ke arahnya.
“Wah seru nih,” kata Gema sambil berbisik dengan Archie di sebelahnya.
“Aura-auranya sih pejuang nomor 1 semua,” jawab Archie.
“Penasaran sama jawaban mereka kayak gimana,” bisik Ann ke arah Liam yang berada di tangga podium lebih tinggi darinya. Liam mengangguk cepat karena juga merasa antusias untuk mendengarnya.
Keempat peserta itu saat ini sudah memegang microphone ditangannya. Vinn mulai berbicara terlebih dahulu.
“Tetap sama dengan peringkat saya sebelumnya, peringkat pertama,” jawabnya dengan percaya diri.
Archie dan Gema saling berpandangan. “Uwah…,” kata mereka berbarengan.
“Aura perang. Seru nih,” kata Zack dari kursinya.
“Saya merasa punya kemampuan untuk di peringkat pertama,” jawab Halfie. Beberapa peserta di belakangnya meringis saat mendengarnya.
Giliran Deon yang mengungkapkan ingin berada di peringkat berapa. Ia sedikit terkejut saat mengdengar dua orang sebelahnya mengatakan ingin peringkat pertama.
“Saya rasa semuanya sangat percaya diri saat mengatakannya,” ucap Deon dengan cengiran kuda yang membuat banyak orang tertawa.
“Aku rasa dia gaberani ngomong peringkat satu,” ucap Ann dengan tawa kecilnya.
__ADS_1
“Ah, saya juga mau p… peringkat satu,” lanjut Deon dengan nada suara yang ragu dan bergetar.
Seluruh orang di dalam gedung tertawa saat mendengarnya. Bukan menertawakan karena ia ingin peringkat satu, tetapi tertawa karena nada suara Deon yang terdengar menggelitik. Deon hanya menyengir.
Giliran Aro yang mengatakannya.
“Dua tahun yang lalu adalah penyesalan terbesar saya. Tujuan awal saya selalu sama dari tahun ke tahun,” ucapnya. Lalu ia menunjuk ke arah podium peringkat pertama.
“Saya kembali untuk meraih peringkat pertama.”
Seluruh orang terkagum saat mendengarnya. Aro mengatakannya dengan nada yang sangat ambisius dan percaya diri. Seluruh penggemarnya berteriak untuknya.
“Kak Aro benar-benar berani,” ucap Delaney dari kursi yang disebelahnya sudah kosong.
Joyce menepuk kedua tangannya dengan mulutnya yang melebar dan menggelengkan kepalanya. “Gila, berani banget senior kita ini.”
Mereka berempat berani mengatakan ingin berada di peringkat pertama, sayangnya tetap hanya ada satu orang yang berada di peringkat pertama. Bukan hanya mereka berempat, peserta lainnya pun juga ingin berada di tempat itu.
Pembawa acara mulai mengumumkan peringkat. “Saya akan mulai dari peringkat ketiga, selamat untuk Deon,” ucap pembawa acara.
Semua orang yang mendengarnya terkejut. Deon sendiri juga merasakan hal yang sama. Ia sedikit gugup lalu berjalan ke arah podium peringkat ketiga itu.
“Baiklah, peringkat keempat.”
“Aku rasa Halfie,” kata Zack.
“Peringkat keempat diraih oleh Aro,” lanjut pembawa acara.
“HAHHH?!” teriak banyak penonton di gedung itu.
“Aro cuma peringkat empat?”
“Peringkatnya turun, kayaknya karena hiatus tahun lalu deh.”
“Ga mungkin lah, sekelas Aro bukan tiga teratas?”
Komentar-komentar itu keluar dari suara penonton yang ada di dalam gedung. Bukan hanya penonton yang terkejut, tetapi juga anggota The Waves dan peserta yang dipastikan lolos 15 besar lainnya.
Archie menutup mulutnya tak percaya, teringat kata-kata Aro bahwa ia sudah mempersiapkan semua kemungkinan yang terjadi kalau peringkatnya turun. Aro tersenyum tipis saat mendengarnya, karena sesuai dengan dugaannya. Aro langsung berjalan ke arah podium yang sebaris dengan Liam dengan nomor empat dibawahnya.
Liam mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Aro. “Bisa lebih tinggi kak,” ucapnya, Aro membalas uluran tangan Liam sambil mengangguk.
Tidak ada perasaan sedih dari hatinya, karena ia merasa hanya perlu mengabaikan perkataan yang keluar dari warganet di sosial media, atau artikel berita dengan judul yang berlebihan. Hal itu tidak akan mengganggu untuk orang seperti Aro sama sekali.
Tersisa peringkat pertama dan kedua. Diumumkan bahwa Vinn masih berada di peringkat pertama dengan Halfie di peringkat kedua. Pengunguman peringkat 15 besar telah selesai.
Empat orang dari The Waves sudah dipastikan lolos. Hanya ada dua tim yang keempat anggotanya lolos, The Waves dan Frost Timer yang diketuai oleh Vinn.
__ADS_1
***