Virtual Evo Game

Virtual Evo Game
Challenge (2)


__ADS_3

Latihan simulasi pun berlanjut dengan Ann yang saat ini berada di Zona Labirin. Zona yang paling dibenci olehnya. Zona ini memiliki arena yang selalu mengecoh banyak orang. Ann harus menuju ke Timur untuk menyelesaikan misi.


Karena zona labirin, ia banyak tersasar di sana. Aro tidak menjadi operator untuk Ann seperti yang ia lakukan pada Liam tadi. Ann sendiri yang memintanya untuk tidak menjadi operator.


Setelah melewati labirin yang panjang dan merepotkan, dengan ditambah serangan robot dan drone, Ann sampai di tempat inti dengan poin nyawa yang hanya tersisa lima puluh. Banyak tembakan yang mengenainya, hanya saja tidak terlalu parah.


Ann berhasil meretas pertahanan dunia simulasi VEG dari zona kutub. Setelah tubuhnya menghilang dari sana, ia muncul di ruang Evopass. Poin yang dikumpulkan Ann berbeda tipis dengan Liam, 470.908 poin dengan peringkat ketiga.


“Yang buat kamu sampai di peringkat tiga itu karena kamu banyak terkena tembakan dari robot dan drone. Tembakan kamu ke arah mereka juga banyak yang meleset. Tapi tidak apa-apa, masih bisa dilatih lagi,” ujar Aro terhadap Ann.


“Iya, Kak, saya akan coba lagi,” jawab Ann.


Ann sudah cukup puas dengan latihannya kali ini. Skor poin yang dihasilkan oleh Aro memang terlalu tinggi untuknya. Ia masih bisa mencobanya lagi nanti.


Tersisa Archie yang belum melakukan latihan simulasi. Tangannya bergetar saat berada di depan ruang Evopass. Dirinya juga meminta agar Aro tidak menjadi operator karena menurutnya, hal ini ia anggap seperti pertandingan sesungguhnya.


“Buat kak Ann yang udah terlatih aja banyak kena tembakan. Gimana aku ya?” ucapnya saat berada di depan ruang Evopass.


Archie mengumpulkan semua keberaniannya untuk melangkahi ruang Evopass. Setelah itu, dirinya pun sampai di dunia simulasi zona planet.


Avatarnya mengenakan topi hitam dengan bentuk kuping kucing di ujungnya, baju hitam panjang dengan rompi hoodie berwarna putih, celana hitam panjang yang tertutup rok rempel warna ungu sampai bagian paha, mengenakan chest guard, dengan busur panah dan quiver di belakang punggungnya.


Hanya saja ia menggunakan avatar lamanya yang belum menggunakan sarung tangan untuk melindungi tangannya. Karena ia memilih untuk digunakan saat pertandingan sesungguhnya nanti.


Zona Planet adalah zona berbentuk planet yang luasnya lebih kecil dari semua planet di tata surya. Planet ini mirip dengan bumi, hanya saja penghuninya adalah para droid yang siap menyerang siapa saja peserta VEG yang terlihat oleh mereka.


Archie mendapatkan misi untuk pergi ke arah Utara. Dirinya bergegas untuk segera sampai disana. Bukan VEG namanya kalau tidak ada yang menyerang. Ada gerombolan robot yang datang menyerangnya.


"Hah? Banyak banget?” ucap Archie yang terkejut saat melihat banyak robot yang menghalangi jalannya.

__ADS_1


“Robot yang nyerang dia lebih banyak dari yang kita hadapin,” bisik Liam kepada Ann.


Ann mengangguk saat mendengarnya. Untuk level dunia simulasi, hal ini tergolong lebih sulit dari yang diperkirakan semua orang. Mereka bertiga cukup khawatir dengan Archie yang berada di zona planet yang lebih luas dari semua zona lainnya itu.


Archie bersiap dengan panahnya, ia melompat kesana kemari sambil menggunakan panahnya untuk menyerang robot-robot itu. Belasan robot berhasil ia lumpuhkan.


“Lebih baik dari yang diduga,” ucap Aro sambil melihat pergerakan Archie.


Archie berlari ke arah hutan di zona planet itu.


“Tumben gaada apa-apa,” gumam Archie. “Eh kayaknya terlalu cepat untuk bilang begini,” lanjutnya.


Tiga buah drone terbang ke arahnya dari belakang. Tembakan-tembakan drone datang secara beruntun, Archie ingin menyerang tetapi langkahnya memilih untuk menghindar. Ia terlalu lama berlari sehingga merasa lelah.


Dua tembakan mengenai bahu Archie, tersisa delapan puluh poin nyawa untuk Archie. Ia melihat dua drone yang terbang tepat di atas tubuhnya, Archie langsung memanah kedua drone itu dan berhasil.


Archie terus menghindari tembakan-tembakan yang menghampirinya. Aro yang melihatnya sedikit merasa gemas.


“Sumpah ini drone kenapa ga bosen-bosen sih ngikutin terus?” gerutu Archie dengan drone yang ada di belakangnya. Ia bersiap dengan busur dan anak panahnya, dan menghadap belakang lalu menembaknya. Lalu ketiga drone itu pun berhasil ia lumpuhkan.


Archie tiba di tempat inti peretasan. Saat ia bersiap mengelola kode-kode itu, tiba-tiba ia tertembak oleh sebuah drone yang berukuran lebih besar dari sebelumnya. Lima puluh poin nyawa hilang untuk Archie.


“Itu Megadrone!” jerit Ann.


Aro dan Liam terkejut melihatnya. Archie langsung berusaha mengarahkan panahnya ke drone besar itu. Semua tembakannya meleset. Drone itu menyerangnya lagi dan lagi. Archie sudah mencapai batasnya, ia sangat kelelahan lalu tertembak oleh drone itu. Lalu tubuhnya menghilang dari dunia simulasi.


Kini tubuhnya muncul di ruang Evopass yang berasap. Terlihat Archie yang terbatuk dan merasa kesal karena gagal menyelesaikan misi. Ia mengepalkan tangan dan memukul pintu Evopass itu.


***

__ADS_1


Archie kembali ke arena monitoring. Terlihat raut kesal dari wajahnya yang sengaja ia sembunyikan. Poin yang dihasilkannya sangat sedikit, hanya berjumlah 250.982 dengan peringkat ke empat.


Archie mendapatkan poin yang sedikit kerena ia belum sempat membuka jendela digital dan mengelola kodenya. Aro yang melihatnya menghembuskan napasnya berat. Semua latihan simulasi hari ini sungguh tidak terduga. Terutama yang dialami oleh Archie saat bertemu dengan Megadrone.


Baru simulasi aja udah begini, gimana kalau nanti waktu tanding beneran? Batin Archie.


“Maaf, Kak, saya gagal menyelesaikan misinya,” ucap Archie.


“Gapapa, waktu kamu bertarung tadi lebih baik dari yang saya kira,” Archie terkejut mendengarnya, lebih terkejut lagi melihat Aro yang tersenyum ke arahnya. Terlihat senyuman manis di wajah tampan Aro yang membuat Archie melupakan rasa kesalnya.


“Kita sudahi dulu latihan kali ini. Sedikit evaluasi untuk kalian. Menghindar itu perlu, tapi jangan terlalu sering karena itu justru membuat kalian lebih mudah lelah,” ucap Aro yang didengarkan seksama oleh mereka bertiga.


“Dunia simulasi ini bisa kalian gunakan berkali-kali untuk ikut pertandingan kelas kecil, atau sekadar latihan. Kalian latihan disana juga bisa menambah poin untuk menaikkan peringkat saat pertandingan internal. Terutama untuk Archie, peringkatmu masih di angka dua puluh-an. Manfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya,” lanjut Aro yang dibalas anggukan lemah oleh Archie.


Aro, Liam, dan Ann meninggalkan Archie yang masih memilih untuk tetap di arena monitoring. Ia berjalan ke arah ruang operator karena rasa penasarannya. Saat berada di sana, ia melihat komputer besar di salah satu meja dengan kursi yang terlihat seperti kursi untuk gaming.


Sebelum berangkat untuk latihan, Archie memindahkan file dari monitor kamarnya lewat barcode ke dalam kartu tanda pengenal keanggotaan The Waves. Ia mengeluarkan kartu itu dari sakunya, lalu menaruh kartu itu di sebuah mesin pemindai kecil sebelah komputer yang ada di ruang operator.


Data-data Archie terlihat disana. Program alias proyek dadakannya setelah latihan hari pertama sudah selesai, dan ia cukup puas dengan hasilnya. Tiba-tiba ia kembali teringat dengan kejadian yang tidak terduga di dalam dunia simulasi tadi. Ia terpikir untuk sebuah proyek baru.


“Ah iya, mending gitu aja. Bentuknya kayak bola kali ya? Soalnya avatarku kan kayak kucing. Ga nyambung sih, tapi gapapa,” gumamnya sambil memasukkan beberapa kode dalam program dadakan terbarunya itu.


“Warnanya biru mungkin lebih cakep,” lanjutnya sambil merevisi proyek baru yang mulai terbentuk kerangkanya.


Waktu berjam-jam ia habiskan di ruang operator itu. Ia juga mencoba beberapa alat yang ada di sekitarnya itu. Ia iseng menggunakan headset dan bertindak seolah-olah sebagai seorang operator yang memandu peserta VEG.


“Kalau seandainya di The Waves ada divisi operator, mungkin aku bisa belajar jadi operator aja,” ucapnya sambil merevisi kembali proyeknya.


“Kamu mau coba?” ucap seseorang di belakangnya. Archie terkejut saat mendengarnya, seluruh tubuhnya menegang.

__ADS_1


Di The Waves gaada hantu kan ya? Batinnya, sambil perlahan menoleh kebelakang, dan ia terkejut melihat siapa orang itu.


***


__ADS_2