
Setelah adanya konferensi pers, Aro dan Archie kembali pulang ke gedung The Waves. Kali ini bukan Alpha yang menyetir, melainkan Aro. Di dalam mobil, mereka saling berbincang untuk berdiskusi hal apa saja yang ingin mereka lakukan.
“Kamu yakin, sama yang diumumin Pak Alpha tadi?” tanya Aro.
“Iya, itu hasil yang aku sama Pak Kelvin rundingin. Pak Kelvinnya juga setuju dan nerima keputusan aku, kok,” jawab Archie.
Sebelumnya, saat konferensi pers, Alpha mengumumkan sesuatu.
“…dan untuk Archie, ia telah memutuskan untuk sementara ini berhenti menjadi pemain Virtual Evo Game, tetapi melanjutkan karirnya sebagai operator dari Aro,” ujar Alpha saat diwawancarai oleh awak media.
Aro hanya mengangguk dengan tanggapan Archie itu. “Well, I’m waiting for your comeback,” ujar Aro.
Archie hanya tertawa sedikit. Ia merasa keputusannya itu sudah cukup tepat. Karena baginya, ia lebih merasa berguna saat menjadi operator. Ia merasa tertekan karena memiliki privilege untuk bisa tetap menjadi pemain, yang diselingi menjadi operator. Ia merasa dirinya sendiri belum cukup pantas untuk itu.
Tetapi, Archie pasti akan kembali bertanding sebagai pemain, suatu saat nanti.
Aro dan Archie juga berdiskusi tentang Liam dan Ann, lalu mereka berpikir kalau kedua pemain seharusnya juga diberikan operator seperti Aro. Hal itu pastinya dapat mempermudah mereka dalam bertanding.
Mereka berdua juga saling bercerita banyak hal saat diperjalanan menuju gedung The Waves itu. Seperti tentang para pemain di kelas F yang berpotensi dipilih oleh Kelvin untuk bertanding, untuk pertandingan kelas menengah, dan juga divisi operator yang sudah memiliki banyak anggota.
Mereka pun tiba di gedung The Waves. Aro memarkirkan mobilnya di parkiran basement dan keduanya turun dari mobil. Laki-laki itu melihat salah satu mobil yang tidak asing baginya. Ia mengalihkan pandangannya, lalu masuk ke dalam gedung.
Mungkin salah lihat. Batinnya.
***
Disaat mereka memasuki dalam gedung, tiba-tiba ponsel Aro bergetar. Archie penasaran, dan Aro hanya menjawab, “Pak Kelvin.”
Lalu Aro membaca pesan dari Kelvin itu. Hanya berupa pesan singkat agar mereka berdua menemuinya di kantin. Aro dan Archie pun berjalan ke arah kantin.
“Tumben Pak Kelvin ngajak ketemuannya di kantin, biasanya di kantor utama,” ujar Archie.
__ADS_1
“Entahlah, mungkin mau ditraktir makan,” jawab Aro.
Setibanya di sana, mereka membuka pintu otomatis kantin dengan kartu tanda pengenal. Tiba-tiba…
“SURPRISEEEE!!!”
Konfentti berterbangan dimana-mana. Terlihat Liam dan Ann yang masih memegang Confetti Bomb dan anggota The Waves yang lainnya. Aro tersenyum tipis lalu memasuki kantin. Delaney berlari ke arah Archie yang masih terkejut di depan pintu.
“Gilaaa Archie! Gadget buatan kamu keren-keren banget! Ah, ya ampun. Pantesan ditunjuk sama Pak Kelvin, kemampuannya aja sekeren ini,” ujar Delaney sambil mengguncang-guncangkan tubuh Archie.
“Heheheh, makasih. Udah atuh Delaneyehh… sushah… naphas… inih…”
Lalu Delaney langsung berhenti mengguncangkan tubuh temannya itu. Tangan Archie langsung ditarik oleh Delaney untuk masuk ke dalam kantin The Waves itu. Ada Kelvin dan Alpha di sana. Aro pun langsung menghampiri mereka.
“Selamat atas kemenanganmu, Aro,” ujar Kelvin.
“Terima kasih, Pak. Saya menang juga karena bapak juga, terima kasih atas bantuannya,” jawab Aro.
“AROOOO!!! CONGRATULATIONS!!!”
“LHO? KAKAK?” jerit Aro.
“Kaget ya? Kaget ya?” ujar Prichilla.
“Kok kakak bisa di sini? Sejak kapan?” tanya Aro yang masih terkejut.
“Dari beberapa hari yang lalu sih. Mumpung akunya juga lagi libur kerja, jadinya aku kesini. Masa, adiknya sendiri tanding, akunya ga liat langsung,” kata Prichilla sambil mengelus kepala adiknya yang sudah lebih tinggi darinya itu.
“Lah? Beberapa hari yang lalu? Kok ngga ngabarin?”
“Ngapain ngabarin? Kan surprise.”
__ADS_1
“Oh gitu, pantesan tadi di basement ada mobil yang ngga asing,” ujar Aro.
Sedangkan di belakang mereka, terlihat Archie, Delaney, Zack, dan Joyce yang membulatkan matanya karena terkejut dengan seseorang yang dilihat mereka. Mereka saling berbisik.
“Itu Yellow Bunny kan ya? Yellow Bunny itu saudara perempuannya Kak Aro?” tanya Zack.
“Iya kayaknya. Aku ngga tahu kalau Kak Aro punya kakak. Pemain VEG juga,” ujar Joyce.
“Emang kamu ngga ada info apa-apa tentang kakaknya?” tanya Delaney kepada Archie.
Archie hanya menggeleng. Ia juga terkejut dengan apa yang baru dilihatnya. Anggota perusahaan yang lain juga tidak menyadari ada Prichilla disana sedari tadi. Karena dirinya menutup wajah dengan masker dan topi tanpa bisa dikenali.
Liam dan Ann yang duduk di dekat mereka hanya menyengir tidak jelas. Seakan sudah tahu kalau kalau Prichilla akan datang.
“Kalian udah tahu, ya?” tanya Archie.
“Udah lah. Malah tadi kita duduk sebelahan sama Yellow Bunny di kursi penonton waktu nonton kalian tanding,” jawab Ann. Liam hanya tertawa saat mendengar Ann yang berbicara, lalu meneguk cokelat panasnya.
“Gila aja ya, dari kemarin. Udah nonton sebelahan sama Kak Aro, Kak Ann, sama Kak Liam, terus sekarang bisa lihat Kak Yellow Bunny secara langsung. Oh My God. I Love The Waves so much,” ujar Zack.
Setelah saling berbincang, mereka pun melakukan makan-makan untuk merayakan kemenangan Aro dipertandingan tadi. Anggota perusahaan yang lain pun juga turut meramaikan. Aro masih berbincang dengan kakaknya. Sedangkan Archie menghabiskan waktu bersama teman-temannya setelah lama sibuk mengurus pertandingan.
Liam dan Ann juga turut bergabung dengan mereka berempat. Delaney, Zack, dan Joyce masih sedikit kaku. Sedangkan Archie sudah sedikit santai karena sudah ada perasaan dekat dengan mereka.
“Ya ampun, kalian kenapa sih? Santai aja kali,” ujar Liam yang melihat ketiga adik tingkatnya itu membagi jarak dengannya.
“Mereka masih malu, Kak,” jawab Archie yang diselingi dengan tertawa.
Tiba-tiba ponsel Archie berbunyi. Melihat ada nama Aro di layarnya, ia langsung membaca pesan itu.
Archie, kita dipanggil ke kantor utama. Setelah membaca pesan itu, Archie mencari-cari Aro di kantin. Terlihat Aro yang melambaikan tangannya di depan pintu kantin. Mengisyaratkan Archie untuk menyusulnya. Lalu Archie berpamitan dengan teman-temannya itu, dan menghampiri Aro.
__ADS_1
***