
Beberapa bulan sebelum pengumuman Top 15 untuk pertandingan individu, keempat calon peserta semakin giat untuk berlatih. Bukan hanya dilatih oleh Aro, tetapi Liam, Ann, dan Archie juga diberi pelatihan oleh pembimbing lainnya. Seringkali Liam dan Ann juga mengikuti pertandingan lain di liga penantang untuk menaikkan point untuk peringkat mereka.
Archie masih belum bisa mengikuti pertandingan di liga penantang, karena pertandingan tersebut termasuk kedalam Grade A, dan mau tidak mau, ia harus memulai semuanya lagi dari pertandingan kelas Grade B, yang memang kebanyakan diikuti oleh pemain-pemain dari Group F dari berbagai tim. Archie sangat rajin ketika berlatih, ia juga sering bertanya pada Liam dan Ann. Berkat pelatihan yang sudah ia dapatkan, Archie sudah memenangkan beberapa pertandingan di Grade B, dan peringkatnya sudah meningkat sedikit demi sedikit.
Suatu hari, saat ia sedang menyendiri di kamarnya, tiba-tiba perempuan itu mendapatkan pesan dari seseorang yang belakangan ini menjadi cukup dekat dengannya.
Aro: Setelah saya melihat hasil pertandingan kamu selama ini, saya rasa perlu membawa kamu ke pertandingan lainnya.
Archie tercengang setelah mengklik tautan yang sudah Aro kirimkan. Pertandingan ini diselenggarakan di The Waves sendiri, dengan jumlah kuota empat orang, dan sudah terisi tiga orang. Memang, kemungkinannya akan kecil untuk ia memenangkan pertandingan tersebut, tapi, apa salahnya untuk mencoba?
Archie: Terima kasih untuk sarannya, Kak. Saya akan ikut pertandingan ini.
***
Setelah Archie mengikuti saran dari Aro, ia mengikuti pertandingan tersebut. Ia paham betul maksud dari rekannya itu memberikannya saran untuk mengikuti pertandingan, hal tersebut untuk melatih kemampuan bertarungnya. Dalam urusan pengkodean, Aro merasa sudah tidak ada masalah pada Archie, sehingga ia melatih Archie dari segi fisik.
Aro juga memanggil Liam dan Ann. Hal tersebut yang membuat Archie bingung. Jika pertandingan ini masih ada di Grade B, mengapa Aro juga memanggil dua seniornya yang lain?
__ADS_1
Kini Archie, Aro, Liam, dan Ann sedang berada di ruangan Evopass yang akan membawanya ke dunia Virtual Evo Game. Tempat yang saat ini sering Archie kunjungi. Sebelum menjadi calon peserta, jarang sekali dia mampir ke tempat itu. Mungkin hanya untuk penilaian tahunan atau sesekali mengikuti pertandingan Grade B atau kelas di bawahnya.
Tetapi, berbeda dengan sekarang. Ia sering datang ke ruangan ini untuk berlatih dan juga bertarung.
***
Setelah semuanya sudah diatur oleh staff yang bekerja di The Waves, mereka pergi ke dunia Virtual Evo Game. Archie sudah siap dengan persenjataannya yang lengkap. Ia sudah memprogram ulang senjatanya yang berupa busur panah tersebut agar memiliki jumlah anak panah yang tidak terbatas, dan juga memiliki macam-macam bentuk anak panah yang memiliki fungsi berbeda. Hal tersebut ia pilih agar tidak merepotkan dirinya sendiri.
Archie sedikit bingung, karena ketiga seniornya itu juga terlihat bersiap-siap. Bahkan berdiri berhadapan di depannya. Seakan siap untuk menyerangnya.
“Tunggu, ini maksudnya apa ya?” tanya Archie yang masih kebingungan.
“Selamat Datang di sesi pertandingan khusus. Kali ini, saya tidak akan melatih kamu. Lebih tepatnya, kamu harus menghadapi kami bertiga,” ujar Aro.
“Hah?! Maksudnya?!”
Ucapan tersebut tentunya membuat Archie sangat terkejut. Ketiganya terlihat sangat serius untuk menghadapinya. Aro seakan mengabaikan keterkejutan Archie lalu melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
“Pertandingan akan berlangsung selama 15 menit. Kamu perlu menyerang ataupun bertahan dari serangan kami bertiga. Jika kamu masih memiliki poin nyawa sampai waktu pertandingan berakhir, kamu menang,” ucap Aro melanjutkan kata-katanya.
Archie mulai paham dengan semuanya. Pertandingan yang Aro maksud lewat pesan tersebut adalah pertandingan ini. Pantas saja kuotanya hanya empat orang dan diadakan di lingkungan The Waves sendiri.
Sial, aku kena prank! Batin Archie.
Ia harus bersiap-siap untuk menghadapi ketiga seniornya ini.
“Jika saya… gagal?” tanya Archie dengan ragu-ragu.
Aro menghembuskan napasnya.
“Kamu akan dibatalkan untuk ikut pertandingan individu nanti, dan kami akan mencari pengganti yang lain,” jawab Aro.
“Hah?! Bahkan setelah semua yang sudah saya lewati?!” tanya Archie yang terkejut setelah mendengar apa yang Aro sampaikan. Pertanyaan tersebut hanya dijawab anggukan tegas dari Aro.
Archie mengepalkan kedua tangannya. Jika dahulu Archie selalu ingin kabur serta menangis karena semua latihan dan tantangan yang Aro berikan padanya, kini ia tidak seperti itu. Ia masih sama seperti Archie yang dulu, suka meremehkan dirinya sendiri. Tetapi, semua hal ini akan ia hadapi dengan segenap kemampuannya.
__ADS_1
Archie paham bahwa kali ini ia sedang dihadapkan dengan ujian kelayakan peserta, untuk mewakili The Waves di pertandingan individu nanti. Ia paham betul bahwa Aro memang harus melakukan ini. Jika nanti ia gagal pun, ia akan terima dengan lapang dada. Tetapi, untuk saat ini, ia akan menghadapinya dengan sangat serius.
***