Virtual Evo Game

Virtual Evo Game
Hard Mission


__ADS_3

Virtual Evo Game, Cyber City Light Zone


“GILA KEREN BANGET!!!” decak kagum Archie setelah tubuh virtualnya muncul di atas sebuah gedung pencakar langit.


Di sana sudah malam hari, kota dihiasi dengan cahaya neon dengan didominasi oleh warna ungu, kesan Cyberpunk sangat melekat. Biasanya, Archie suka menonton film yang bertemakan seperti kota ini. Ia merasa sedang masuk ke dalam dunia impiannya.


Layar hologram muncul dihadapannya. Archie membacanya dengan serius.


Purple Diamond dicuri dari museum CCL oleh Kelompok Herzix. Cari kembali barang tersebut dan simpan kembali di dalam brankas museum. Selesaikan misi dengan meretas pertahanan Herzix di dalam museum.


“Hah? Tunggu dulu, aku harus ambil lagi Purple Diamond? Sendirian? Di tempat yang aku sendiri gatau di mana?” kata Archie yang terkejut dengan misinya.


“Apa ini nggak berat banget?” lanjutnya sambil menggerutu.


Walaupun diselingi dengan menggerutu, Archie tetap menjalankan misinya. Ia harus turun dari gedung pencakar langit terlebih dahulu. Ia melewati tangga darurat agar tidak menimbulkan kecurigaan robot-robot yang menjaga gedung tersebut.


“Kelompok Herzix itu… kelompok pencuri kah?” tanya Joyce dari kursi penonton.


“Iya benar, mereka kelompok pencuri. Mereka biasanya mencuri barang-barang berharga dari kota siber itu. Tapi, barang-barang itu ga diapa-apain kayak dijual gitu,” jawab Delaney yang berada di sebelahnya.


“Setauku, Kelompok Herzix itu juga termasuk agen rahasia di sana. Ah gatau deh pusing,” kata Zack.


Memang benar, mereka adalah pencuri yang juga menyamar. Meskipun mereka semua adalah kecerdasan buatan yang dibuat oleh panitia, Archie harus tetap berhati-hati dengan Kelompok Herzix.


Archie berusaha untuk keluar dari gedung tersebut terlebih dahulu. “Kalau buat nyari tempatnya, nanti deh. Yang penting bisa keluar dulu,” bisik Archie.


Ia melewati tangga darurat yang sudah terlihat tua, meskipun dengan sedikit rasa takut, Archie tetap berusaha untuk melewati tangga yang tidak memiliki pencahayaan sama sekali itu.


Archie keluar dari pintu darurat yang berada di belakang gedung. Ia melihat sebuah robot putih yang berjaga-jaga di samping bangunan. Ia mengendap-ngendap saat melewatinya.


Ia berusaha selalu waspada agar tidak terlihat oleh robot itu. Namun sayangnya, Archie tidak menyadari ada genangan air yang tidak sengaja ia injak. Robot itu menyadarinya dan mencari sumber suara.


“Archie, kenapa kamu ceroboh banget sih?” bisiknya.


Saat robot itu sampai di sumber suara, tidak ada Archie di sana. Ia sedang bersembunyi di belakang bak sampah lalu berusaha mengeluarkan busur dan anak panahnya. Archie membidik robot tersebut.


Suara lontaran anak panah membelah angin, lalu mengenai robot itu. Archie berhasil membidik robot itu tanpa meleset, ia langsung bergegas menjauh dari gedung tersebut.


***


“Archie yang ngebidik, aku yang engap,” kata Liam setelah melihat kejadian itu. Ia bernapas lega karena Archie berhasil menjauh dari robot itu.

__ADS_1


Kembali lagi ke Archie.


Archie berlari tanpa arah, ia tidak tahu harus pergi kemana. Tidak ada petunjuk sama sekali saat pemberian misi. Ia berlari ke arah sebuah gang. Karena ia merasa tempat tersebut tidak banyak robot ataupun drone yang melintas.


“Apa aku pergi ke museumnya aja ya?” kata Archie sambil berlari pelan di arah gang kecil yang penuh dengan lampu ungu itu. Gang itu tidak terlihat seperti megahnya Cyber City Light, tetapi seperti gang kecil yang penuh dengan air genangan, dan terlihat kumuh.


Langkahnya terhenti saat melihat gambar di sebuah tembok gang. Gambar itu terlihat seperti tanda yang memiliki makna tersembunyi. Terdapat tulisan Herzix dengan cat berwarna silver, dengan tanda panah di sebelahnya.


“Kok ada tanda panah di sini?”


Tidak hanya ada satu gambar tanda panah, ia mengikuti gambar panah itu, seperti mengarahkannya pada suatu tempat, bahkan mengarahkannya pada sebuah bangunan. Archie menghentikan langkahnya. Ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.


“Ini bukan istana kan?” gumam Archie saat melihatnya.


Terlihat sebuah rumah besar yang jauh dari pemukiman atau hingar bingar kota. Daripada dikatakan sebagai rumah, lebih cocok dikatakan sebagai istana di sebuah pulau terpencil, dengan dihiasi lampu-lampu berwarna kuning.


“Apa itu markas dari Herzix? Gede banget!” ucap Liam.


Aro mengamati tempat itu dan menyalakan tabletnya. Ia mencari info tentang tempat itu di situs Virtual Evo Game.


“Iya, istana itu memang tempat dari Kelompok Herzix,” ucapnya.


***


Saat masuk ke dalam, terlihat sebuah lorong yang dikelilingi oleh cahaya lilin. Archie berlari masuk melewati lorong tersebut. Namun saat berlari, ia tersandung karena menginjak sesuatu.


Ketika terjatuh, ia merasa sekelilingnya bergetar. Ia menengok ke belakang yang ternyata ada bola raksasa yang melaju ke arahnya.


“Jebakan!” Archie buru-buru berdiri dan berlari menghindari bola raksasa itu. Melihat ada lorong di sebelah kanan, ia segera berbelok.


Bola tersebut menabrak dinding hingga hancur. Archie merasa terkejut saat melihatnya. Ia merasa lega lalu menyenderkan tubuhnya di dinding lorong. Archie merasa dindingnya mundur ke belakang.


Di depannya keluar sebuah anak panah yang mengarah padanya. Archie langsung merunduk menghindarinya, dan berlari sambil berteriak saat melihat puluhan anak panah keluar dari dinding yang bergerak cepat ke arahnya.


Setelah ia merasa tidak ada anak panah lagi yang menerjangnya, Archie berhenti dan mengatur napasnya berkali-kali.


“Hah… huh… ya ampun, jebakan mereka gila semua,” kata Archie yang masih mengatur napasnya lalu melangkahkan kakinya perlahan.


Saat berjalan pelan, ia menginjak sebuah ubin yang menembus ke bawah. “Oh, sial! Apalagi ini?” pekik Archie.


Archie mendengar ada getaran dari atas, ia melihat langit-langit lorong yang akan runtuh. Dengan panik, ia segera berlari menghindari lorong tersebut.

__ADS_1


Beberapa menit setelah menghindari runtuhan itu, ia melihat sebuah pintu dan masuk ke dalamnya. “Jebakan mereka gaada habisnya kah?” tanya Ann setelah melihat kejadian itu.


“Tingkat pengamanan mereka tinggi. Itu hal yang wajar,” jawab Aro saat melihat Archie yang berhenti di depan pintu tersebut.


***


“Hah? Ini kah tempatnya?” gumam Archie.


Ia melihat tempat tersebut diisi oleh banyak sekali laser untuk mengamankan Purple Diamond yang dicuri dan disimpan di tengah ruangan. Archie bersiap, lalu tanpa berpikir panjang langsung menerjang melewati laser-laser tersebut.


Archie menerjang laser-laser itu dengan begitu mudah, seakan ia terbiasa menghindarinya. Lalu ia sampai di depan Purple Diamond yang disimpan dalam tempat yang dilindungi kaca. Archie mengangkat kaca tersebut, dan langsung mengambil berlian itu.


“Tet! Tet! Tet!” suara alarm keamanan berbunyi keras.


“Archie! Untuk kesekian kalinya, kenapa kamu ceroboh banget?” kata Archie sambil menepuk kepalanya.


Archie ingin keluar dari tempat tersebut namun terlambat. Kelompok Herzix datang mengepungnya dengan jumlah yang tidak sedikit.


“SIAPA KAMU?” teriak salah satu orang pemimpin kelompok.


Archie tidak menjawab dan terlihat sangat panik. “Letakkan kembali berlian itu!”


Archie menggeleng keras, lalu ia bersiap dengan busur panahnya dan berlian yang disimpan di dalam sakunya. Ia melontarkan banyak anak panah ke hadapan anggota Kelompok Herzix.


Tentunya Kelompok Herzix tidak diam saja. Mereka banyak yang mulai menyerang Archie, bahkan menyerangnya secara beruntun. Archie terus menghindar dan sesekali menyerang mereka dengan anak panahnya. Ia melontarkan anak panah gravitasi dan membuat beberapa anggota Herzix tidak bisa bergerak.


Lontaran panah yang Archie keluarkan banyak yang meleset. Kemampuan kelompok ini tidak bisa dianggap remeh. Archie bersembunyi dibalik dinding. Dibalik dinding itu, ia membidik salah satu anggota dan berhasil mengenainya. Yang lainnya terkejut dan berusaha menyerang balik Archie, tetapi Archie sudah kembali bersembunyi di balik dinding.


Ia melihat sebuah jendela besar yang jauh dan tinggi dari hadapannya didekat balkon istana. Ia mengeluarkan sebuah panah yang di desain khusus olehnya dan tersambung pada sebuah tali untuk ia berayun keluar, lalu membidik ke arah jendela.


Anak panah tersebut memecahkan jendela. Archie langsung berayun untuk keluar dari jendela itu. Menyadari hal tersebut, para anggota Herzix langsung menyerang ke arah Archie sebelum ia pergi menuju jendela tersebut.


Salah seorang anggota Herzix memutus tali tersebut.


“Ya Tuhan!” jerit Archie. Tubuh Archie melayang ke dalam kepungan mereka.


“DOR! DOR! DOR!” puluhan amunisi menuju ke arah Archie saat ia masih berada di udara, Archie langsung berusaha menghindar.


Terlambat. Amunisi-amunisi tersebut mengenainya. Puluhan poin nyawa milik Archie telah habis. Tubuhnya menghilang dari Virtual Evo Game, dan muncul di ruang Evopass yang sudah sangat berasap.


“AAARRGGHHH! KENAPA GAGAL LAGI?” jerit Archie sambil memukul pintu Evopass. Tangannya terluka setelah memukul pintu tadi. Tangisnya pecah dan semua tetesan air mata terjatuh di lantai ruang Evopass.

__ADS_1


***


__ADS_2