Virtual Evo Game

Virtual Evo Game
Liam VS Vinn


__ADS_3

Virtual Evo Game, Semifinal Zone


Liam dan Vinn kali ini sudah masuk ke dalam dunia Virtual Evo Game. Zona ini memang dikhususkan untuk babak semifinal. Vinn berada di arah utara, sedangkan Liam berada di arah selatan.


Belasan robot dengan lebih tinggi dari para pemainnya, dan juga belasan drone siap menjadi bala bantuan untuk Liam dan Vinn. Beberapa sistem pertahanan dari masing-masing kubu terlihat. Liam sudah menggenggam senjata softgunnya.


Vinn sudah terlihat sangat siap. Mereka berdua hanya perlu menunggu aba-aba dari layar hologram besar di belakang tubuhnya.


3… 2… 1… Start!


Mereka berdua langsung berlari menuju sistem pertahanan lawan masing-masing. Bala bantuan mereka juga semuanya bergerak. Salah satu drone dari kubu Vinn mulai melancarkan tembakan ke arah Liam.


Liam dengan cepat, langsung menghindar dari tembakan itu. Laki-laki itu bersembunyi di belakang batu besar. Ia langsung mengisi amunisi dengan cepat, lalu menembak drone tadi di belakang batu itu.


“DOR!” suara tembakan itu nyaring terdengar, dan amunisinya mengenai drone itu. Liam melihat ada sebuah sistem pertahanan dan langsung berlari ke arah sana. Ia langsung mengisi kode-kode yang diperlukan untuk peretasan.


Hacked. Itu isi tulisannya, Liam berhasil meretas salah satu sistem pertahanan Vinn. Vinn yang mengetahui itu tidak tinggal diam. Ia langsung mencari sistem pertahanan milik Liam yang berada di sekitarnya.


Laki-laki itu menemukan satu lainnya, langsung bergegas menuju sistem. Tetapi, disaat ia berlari, langkahnya terhenti karena ada sebuah robot dari kubu Liam yang mengarahkan laser ke tubuhnya.


Vinn terdiam, ia mengamati sekitar. Tidak ada bala bantuan yang berada di sekitarnya. Tiba-tiba Liam muncul menaiki bahu dari robot miliknya. Ia langsung menembak Vinn saat itu juga dengan senjata anginnya.

__ADS_1


Tetapi Liam gagal, karena Vinn dengan cepat langsung menghindar. Liam terkejut saat melihatnya, ia bertanya-tanya mengapa Vinn tidak terkena serangannya. Seketika ia mulai menyadari, ada operator yang memberitahukan posisinya kepada Vinn.


“AHHHH NYARIS!” pekik Liam.


Vinn langsung berlari ke arah berlawanan. Mencari sistem Liam yang lain, sambil bergerak bersama bala bantuannya. Liam melakukan hal yang sama. Ia mencari sistem Vinn yang lainnya. Saat melihat sistem tersebut, ia langsung mengisi kode-kode di jendela digital sistem tersebut.


Sebuah amunisi menuju ke arah Liam tanpa ia sadari. Amunisi itu mengenai bahunya. Liam menahan sakitnya, saat ini Liam kehilangan 10 poin nyawa. Ia menoleh ke arah kanannya, ternyata Vinn yang menembaknya.


Sial! Batin Liam dalam hati.


Liam langsung berlari karena ia dikejar oleh tembakan-tembakan dari Vinn. Dirinya mengarahkan Gatling Gun ke bawah dan melompat ke atas salah satu robot miliknya. Sebuah robot mengarahkan tembakan ke arah Vinn, tetapi langsung ditepis oleh sebuah drone.


Liam mengatur pernapasannya. Dirinya memberikan jari telunjuknya mengarah pada Vinn. Seakan memberi komando untuk para robot menyerangnya.


***


Pertandingan masih terus berlanjut. Tiga dari lima sistem pertahanan Vinn sudah berhasil Liam retas. Celah kode dari pertahanan Vinn cukup mudah untuk diretas oleh Liam, hanya saja, ia harus pontang-panting menghindari tembakan.


Liam berhasil menyerang lawannya secara langsung, dan juga robotnya berkali-kali menembak Vinn. Tersisa 50 poin nyawa yang dimiliki oleh Vinn. Sedangkan poin nyawa Liam hanya tersisa 20.


Keduanya masih terus berusaha meretas pertahanan lawan. Hingga akhirnya, semua sistem pertahanan mereka tidak ada yang tersisa. Keduanya kini berdiri berhadapan di tengah-tengah zona semifinal. Kubu Liam hanya tersisa dua robot dan satu buah drone. Sedangkan Vinn masih memiliki lebih banyak. Liam menaiki bahu salah satu robotnya, lalu melepas coatnya.

__ADS_1


“Serang sekarang!” perintah Liam kepada robot dan dronenya.


Mereka bergerak ke arah Vinn dan mulai menyerang. Sedangkan Vinn juga melakukan hal yang sama. Lalu pecahlah perang antar keduanya. Setiap robot saling menyerang. Liam juga terus mengarahkan tembakannya pada robot lawannya itu.


Liam mulai kehabisan tenaga. Kakinya mulai terasa lemas, tetapi ia masih terus menyerang. Finalnya adalah dirinya satu lawan satu dengan Vinn. Ia mengarahkan senjatanya, begitu juga dengan Vinn.


Hanya 10 poin nyawa yang tersisa untuk Liam, ia meluncurkan tembakan ke arah Vinn. Tetapi sayang, lawannya itu berhasil menghindar, dan Liam tertembak oleh drone milik Vinn.


Lalu ia terduduk dan tubuhnya menghilang dari Virtual Evo Game.


***


Tubuh Liam muncul di ruangan Evopass yang berasap. Dirinya terbatuk berkali-kali, lalu terjatuh karena kelelahan. Sementara, Vinn masih berada di dalam VEG. Dirinya dinyatakan sebagai pemenang saat itu juga.


“Kutunggu kau di final, Aro,” ucap Vinn pelan.


Sementara itu dari kursi penonton, terlihat Aro yang memandang Vinn dari layar raksasa yang terlihat seperti bioskop itu. Ia mengepal kedua tangannya di atas paha. Lalu langsung berdiri dari kursi penonton.


“Kak Aro?” tanya Ann. Zack, Joyce, dan Delaney juga menoleh ke arah Aro


“Saya mau ke Evopass,” jawabnya datar sambil terus memandangi layar.

__ADS_1


***


__ADS_2