
"namamu Citra Maharani?"
Seorang lelaki bertubuh jangkung menghadang langkah gadis manis bertubuh mungil. Gadis itu menatap ke lelaki dihadapannya.
"apa aku mengenalmu?" Gadis bernama Citra itu menyipitkan matanya.
"Hey wanita.. jawab jika aku bertanya! Diam jika aku belum izinkan kamu untuk menjawab..!" Bentak lelaki itu dengan nada tinggi.
"Haha.. memang kamu siapa? iya aku Citra Maharani, ada urusan apa kamu mencariku?" tanya Citra menantang.
"Bagus.."
Lelaki itu tiba tiba mengeluarkan sapu tangan di saku celananya dan membekap mulut Citra. Citra yang sempat berontak dalam sekejap lemas tak berdaya. Kepalanya serasa di sengat segerombolan lebah hutan, pusing tiada terkira. Tak butuh waktu lama tubuhnyapun terjatuh di pelukan lelaki asing dihadapannya. Dengan seringainya lelaki itu menggendong tubuh Citra yang tak berdaya ke dalam suatu tempat.
__ADS_1
Parkiran rumah sakit saat itu dalam keadaan sepi, sehingga lelaki itu berpikir tidak ada yang telah melihat mereka. Namun perkiraannya meleset, sejak tadi sepasang mata mengawasinya dan sekarang terus mengikuti kemana lelaki itu membawa Citra pergi.
______
Sebuah hembusan nafas kasar menyadarkan Citra dari pingsannya. Matanya yang berat dia paksakan untuk membuka secara perlahan. Samar samar dia melihat bayangan lelaki yang tengah membuka satu persatu kancing bajunya. Dia begitu terkejut dengan perlakuan lelaki itu. Dia sudah tau akan berakhir seperti apa nasibnya jika dia tidak melawan.
PLAKK!!! "apa yang kamu lakukan!!" Citra mengumpulkan kekuatannya untuk menampar pipi lelaki itu hingga menyisakan bekas merah dikulitnya.
Lelaki itu mencengkeram mulut Citra dan tangan sebelahnyapun tidak tinggal diam. Tangan yang kekar itu meraih kedua tangan Citra dan menguncinya. Citra yang bertubuh mungil tidak dapat berkutik menghadapi serangan lelaki dihadapannya, ditambah tubuhnya yang masih lemah akibat obat bius yang dia dapatkan.
"tidak akan.." Seringai lelaki itu yang menyingkap kemeja Citra dan meninindih tubuhnya.
"jangan.." seketika tangis Citra pecah. terlihat sudah sisi lemah wanitanya. Apakah dunianya akan berakhir saat ini. Apakah semua impiannya tidak akan pernah dia capai. Buliran air matanya menganak sungai membanjiri pipinya yang putih mulus. Wajahnya yang imut sudah tak tau seperti apa bentuknya sekarang.
__ADS_1
Sementara itu lelaki itu tengah sibuk menelanjangi Citra, berusaha menerobos kesucian wanita malang yang tak tahu apa dan mengapa dia diperlakukan seperti ini.
Sudah tak ada gunanya gadis imut itu melawan. Dia pasrah menerima keadaan yang mungkin telah ditakdirkan.
Lelaki dihadanpannya sejenak berhenti melakukan aktivitas brutalnya dan memandangi Citra dengan wajah terkejut.
"kamu masih perawan?"
"tolong.. jangan lakukan.." Merasa ada angin segar Citra merengek dan memelas. Berharap lelaki itu merubah pikiran jahatnya kepadanya.
Namun tak disangka lelaki itu justru menyeringai dengan wajah jahatnya.
"Baguslah... biar sekalian hancur.." ucapnya dengan tegas. Dia membobol mahkota yang selama ini Citra lindungi.
__ADS_1
Entah apa salah dan dosanya lelaki kejam ini sungguh tidak ada kelembutan. Sorotan matanya seolah memendam kebencian yang amat mendalam kepada gadis bernama Citra Maharani itu. Gadis malang itu hanya bisa menangis meraung meratapi nasibnya. Mata indahnya ia pejamkan agar tak melihat wajah lelaki biadap di hadapannya. Harga dirinya sudah hilang. Entah apa yang akan sanggup dia jelaskan kepada Haris, kekasihnya yang kini tengah berada di luar kota.