Wanita, Jangan Pergi Dariku

Wanita, Jangan Pergi Dariku
CH - 08


__ADS_3

"Gimana dok?" Tanya bu Asih dengan khawatir.


"Ohh nggak papa kok bu.. Emang biasanya kayak gini!!" Jawab dokter itu tenang. Sambil melepas stetoskop dari telinganya.


"Lohh dok tapi anak saya itu mual mual setiap hari loh.." Cerca bu Asih mendengar penjelasan dokter yang biasa biasa saja.


"iya wajar bu, untuk lebih jelasnya ibu bawa anak ibu ke bidan saja ya yang lebih ahli.." Jawab dokter itu sambil tersenyum.


"Sebentar dok, bidan?" Tanya bu Asih tak mengerti.


"Iya bu, bidan kan lebih paham tentang kehamilan.."


DUAR...


Mendengar perkataan dokter, bu Asih bagaikan tersambar petir. Penjelasan dokter yang singkat dan jelas tentu saja sangat mengejutkannya. Dia tidak percaya, bagaimana mungkin Citra anaknya hamil di luar nikah.


"Bu..." Panggilan dokter itu membuyarkan lamunan bu Asih.


"Ohh iya dokter!!" Jawabnya tergagap.


"Kebetulan di klinik kami ada bidan yang jaga bu kalau ibu mau periksa sekalian.." ucap dokter.


"Iya dokter, terimakasih.."


_______

__ADS_1


"Bu..." Panggil Citra yang sedang duduk di ranjang pasien. Tadi Citra sempat pingsan, sehingga dia tidur disitu.


Bu Asih tidak menyahut. Raut wajahnya sangat masam. Dia berdiri di tepi ranjang Citra.


"Ayo.." Ajak bu Asih. Citra menurut dan mengekor di belakang ibunya.


Bu Asih berjalan menuju ke kebidanan. Citra mengernyitkan dahinya, tak mengerti mengapa ibunya malah berjalan kemari.


Bu Asih membuka ruangan pemeriksaan. Disusul Citra dibelakang. Tampak wanita setengah baya dengan lipstik merah dan baju putihnya sedang duduk di kursinya.


"Ny. Citra Maharani?" Ucapnya.


"Ahh.. ya!!" Citra menjawab. Meskipun tidak tahu mengapa ibunya membawanya kemari. Dia memandang ibunya, namun bu Asih membuang mukanya.


"Naikk.." Perintah bu Asih. Melihat raut wajah ibunya Citra tahu dia sedang memendam kemarahan.


Citra lalu naik ke ranjang pemeriksaan. Bidan itu memasang stetoskop di telinganya alu mulai memeliksa Citra. Bidan itu mengernyitkan alisnya, terlihat serius.


"Terakhir haidnya kapan Bu?" Tanya bu Bidan.


Citra mengingat ingat, dan benar saja terakhir dia datang bulan tanggal 12 bulan Mei, berarti dua bulan sudah Citra tidak haid.


"Tanggal 12 Mei bu.." Jawab Cita pelan.


"Berarti usia kandungan ibu, tiga bulan kurang seminggu ya bu.."

__ADS_1


DEG..


Tiba tiba kepala Citra pusing. Lututnya lemas, seakan tak mampu menopang berat tubuhnya. Hamil? Dia tengah mengandung anak yang tak pernah dia harapkan.


Citra mencengkeram bajunya. Air matanya tak kuasa dia tahan.


"Ini saya kasih vitamin dan pereda mual ya bu.." kata bu bidan lagi.


Citra tak mendengarkan ucapan bidan itu. Telinganya seakan mati rasa. Dia melangkah keluar ruangan sementara bidan tengah menuliskan resep obat untuknya.


Dia terus melangkah, tatapan matanya kosong. Dia berjalan tak tahu arah tujuan. Tanpa dia sadari dia sudah berada di tengah tengah jalan. Dan..


CKIITT...


Sebuah mobil hampir saja menabraknya. Si empunya mobil langsung turun, keluar dari mobilnya sambil memasang tampang kesalnya.


"Hehh.. punya mata nggak sih lo?" Bentaknya.


Citra menoleh ke pemilik suara itu. Seorang lelaki dengan kemeja navy berkacak pinggang dihadapannya. Lelaki itu melebarkan bola matanya, Wajahnya merah padam.


"Citra.. Kamu kemana saja nak.. Ibu cari kamu kemana mana ya allah.." Bu Asih menghampiri dan memeluk Citra yang tengah berdiri gemetaran di tepi jalan.


Citra tak sanggup menahan lagi. Tubuhnya lemas, dia ambruk tak sadarkan diri.


_________

__ADS_1


__ADS_2