Wanita, Jangan Pergi Dariku

Wanita, Jangan Pergi Dariku
CH - 07


__ADS_3

"Dila.. Citra.. Makan!!"


Bu Asih memanggil kedua anak gadisnya agar segera keluar untuk menikmati hidangan yang telah dia siapkan. Bu Asih memasak begitu banyak berbagai macam menu makanan. Ikan bakar kegemaran Citra, dan ayam goreng kesukaan Dila serta masih ada banyak menu lainnya yang siap menggoyang lidah.


Maklum setiap week end memang bu Asih manfaatkan untuk menyalurkan hobynya yang gemar memasak. Terlebih lagi tanggal muda seperti ini , sudah pasti sayur yang dia beli tidaklah sedikit.


Citra keluar dari kamarnya dengan lunglai. Wajahnya pucat seperti tak ada tenaga. Dia menarik kursi. Mengamati hidangan di atas meja. Bu Asih masih mengambil masakan yang tertinggal di dapur.


"Emm.. Ibu kebiasaan deh masak sebanyak ini!" Ucap Citra sembari duduk.


"Halah sok sok an kamu.. Biasanya juga kamu yang bakal habisin!!"


"Iya tuh kakak kan makannya kayak kebo banyak banget, tapi badannya nggak gemuk gemuk.." sindir Dila yang tiba tiba nongol di meja makan.


"Ihh.. kayak sendirinya enggak aja!!" Gerutu Citra. Dila menjulurkan lidahnya meledek sang kakak.


"Udah.. Buruan makan!! Kalau ketemu selalu kayak kucing sama an*ing.." Bu Asih duduk dikursinya mengambil secentong nasi ke piringnya.

__ADS_1


"wahh ada ikan bakar kesukaan Citra.." Citra tak sabar mengambil ikan bakar dan meletekkan ke piringnya. Dengan buru buru dia mencuci tangannya dan hendak menyantap ikan bakarnya.


Namun tiba tiba saja,


"Hoek.. Hoek..!" Citra buru buru menutup mulutnya. Rasa mual yang akhir akhir ini setiap pagi rutin menghampirinya tiba tiba kembali menyerang.


Dia segera beranjak ke kamar mandi.


"ihh.. kakak jorok banget sih bu!!" omel Dila yang kesal melihat kakaknya hampir muntah. Namun tidak begitu dengan bu Asih, melihat gelagat anaknya yang akhir akhir ini aneh dia segera mengikuti Citra ke kamar mandi.


Citra membuka tutup closed dan berusaha memuntahkan isi perutnya namun sia sia saja. Dia hanya mual berkali kali dan kepalanya terasa sangat berat.


"Keluarin..!!" ucap bu Asih yang masih memijat tengkuk anaknya.


"Nggak bisa bu, nggak mau keluar.." Jawab Citra lemas kehabisan tenaga. Bu Asih lalu memapahnya ke kamar.


Citra tidur meringkuk memegangi perutnya. Bu Asih mengambil selimut dan menyelimuti anak gadisnya. Dia lalu duduk di tepi ranjang Citra.

__ADS_1


"Aneh.. kamu masuk angin tiap pagi, apa nggak mau periksa aja ke dokter.." Ucap bu Asih seraya mengelus rambut anaknya.


Citra memejamkan matanya menahan mual dan pusing yang tak kunjung hilang.


"Kita ke dokter ya.." Ajak bu Asih. Citra menggeleng.


"Citra nggak papa bu, nanti juga baikan sendiri.." tolaknya.


"Apanya yang nggak papa sih kak.. Tiap hari kayak gitu bikin orang nggak nafsu makan!! " Dila mengomel menghampiri kakak dan ibunya.


Bu Asih memelototi Dila yang tengah berdiri di sampingnya. Sontak raut Dila berubah, nyalinya ciut seketika saat menatap wajah ibunya yang kelihatan emosi. Dia tak berani mengeluarkan sepatah katapun.


"Ya udah bu ayolah periksa.." Akhirnya Citra menyetujui ajakan ibunya.


Dila mengambilkan jaket kakaknya yang tergantung di dalam lemari lalu memakaikannya.


"ibu pergi dulu sama kakak.. Kamu jaga rumah ya!!" Ucap bu Asih berjalan keluar kamar bersama Citra. Dila mengangguk lalu beranjak mengantarkan mereka berdua keluar rumah. Tak lama sebuah taksi online yang Dila pesan berhenti didepan rumah. Citra dan ibunya segera naik ke dalam mobil. Sementara Dila berdiri di teras rumah, menatap kepergian mereka berdua. Sebenarnya Dila memendam kecurigaan terhadap kakaknya. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh kakaknya.

__ADS_1


_____________


__ADS_2