Wanita, Jangan Pergi Dariku

Wanita, Jangan Pergi Dariku
CH - 30


__ADS_3

Pagi pagi sekali Citra sudah menyelesaikan aktifitas memasaknya. Satu hidangan yang terlihat lezat tersaji di meja makan. Satu piring sudah dia tata dengan apik di meja makan. Dia sengaja menyiapkan hanya satu piring saja karena dia enggan untuk makan semeja dengan Andreas. 


Namun, sedari tadi dia tidak mendengar aktivitas lelaki itu di lantai atas. Biasanya di jam ini Andreas sudah bersiap siap untuk pergi ke kantornya. 


Citra membuka gorden jendela rumah Andreas lalu menengok dari balik jendela. Benar saja, mobil Andreas sudah tidak terparkir di tempatnya. 


Citra kembali menyibakkan gorden dengan kencang. Dia mengerucutkan bibirnya. Sebenarnya dia tidak ingin peduli namun rupanya hati memang tidak bisa dibohongi


Trrrt trrrt trrt


Ponsel Citra yang tergeletak di meja makan bergetar. Citra berjalan mendekat lalu mengambilnya. Terlihat nama Eva disana. 


Melihat nama kontak itu Citra merasa aneh, sebab sangat jarang Eva menghubunginya. Apalagi sekarang dia sudah tidak satu kerjaan lagi dengan Citra. 


"Ya Va kenapa? Tumbenan nelpon?"


"Citra! Buruan cek instagram lo!" Suara Eva terdengar panik.


"Kenapa sih?" Citra semakin penasaran. 


"Cepet" Eva meninggikan suaranya sehingga membuat Citra cepat cepat membuka akun instagramnya. 


Baru Citra membuka akun instagramnya. Ponselnya tidak berhenti hentinya berbunyi karena DM. Citra segera memeriksa DM yang memenuhi barisan layar ponselnya satu persatu. 


Pelakor!


An*ing mati aja! 


Lo gak takut karma


Gak tau malu njir


Mukanya doang lugu t*i!


Air susu di balas dengan air tuba. 


Citra gemetaran. Dengan hati yang penasaran dia melihat feed instagramnya. 


Huhuhu.. Tampak Fiana sedang menangis. 


Sebenarnya Saya nggak pengen


umbar masalah ini. Tapi semakin saya pendam ini semakin sakit. Rencana pernikahan saya yang tinggal menunggu bulan sudah hancur. Padahal saya sudah menganggap dia seperti adik saya sendiri. Saya nggak menyangka dia malah hamil sama calon suami saya. 


Dia yang ada di foto feed kamu Fi? 


Iya benar dia yang di foto itu. 


Jadi apa yang selanjutnya akan kamu perbuat Fi? 


Buat temen teman tolong jangan sakiti dia aku mohon. Disini aku yang bersalah tidak bisa jaga calon suamiku. 


Buat kamu yang lagi nonton acara ini. Aku mohon kembalikan calon suamiku padamu. Aku bersedia merawat anakmu tapi tolong jangan ganggu kami lagi. 


Citra terpaku menatap layar ponselnya. 


Tubuhnya gemetar lebih hebat dari yang tadi. Ponselnya Pun terjatuh menggeletak di lantai. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. 


****


*****

__ADS_1


"Citra… "Suara yang Citra kenal membuatnya dengan terpaksa mendongakkan kepalanya. Dia melihat lelaki berwajah kalem dengan alis tebal duduk berjongkok di depannya. Matanya menatap iba pada citra. 


"Kak… " Mata Citra telah dipenuhi oleh kesedihan serta ketakutan. Tubuhnya masih bergetar hebat. 


"Sudah.!" Lirih Haris. 


Haris langsung memeluk Citra, membiarkan wanita itu menumpahkan tangisnya dipelukan Haris. Dia tahu wanita yang sangat ingin dia jugal itu kini pasti tengah hancur. 


Setelah Haris melihat berita tentang Citra, dia segera tancap gas untuk menuju kesini. Marah? Tentu saja. Namun yang saat ini bisa dia lakukan hanya memberikan dadanya untuk Citra bersandar. 


"Kak..  Salah aku apa?" Keluh Citra yang terlihat sangat terluka. 


"Citra.. Tenangkan dirimu. Sudah tak apa! Ada aku disini." Ucap Haris, "Sekarang aku akan bawa kamu pergi dari sini." Lanjutnya. 


"Pakai ini!" Haris melepaskan jas nya dan memakaikannya pada kepala Citra. 


"Kenapa pakai ini kak?"


"Sudah kamu pakai saja." Haris enggan menjawab rasa ingin tahu Citra. 


"****


"Kenapa banyak banget wartawan di depan rumah kak?" Tanya Citra saat mereka sudah di dalam mobil Haris. 


"Kamu pasti sudah tahu jawabannya, tapi jangan terlalu dipikirkan." Ucap Haris dengan tenang. 


"Terimakasih kak.." Lirih Citra. 


Haris hanya meliriknya sebentar mendengar ungkapan terimakasih Citra. Dia sadar rasa yang dimiliki Citra terhadapnya hanyalah sekedar hutang budi. 


"Kamu mau saya antar ke rumah ibu?" Tanya Haris kemudian. 


"Nggak kak enggak!" Citra jawab dengan cepat dengan mata yang meratap pada Haris. 


"Aku…." Citra terdiam, "Aku ingin tinggalkan kota ini kak."


"Maksud kamu?" Haris mengernyitkan keningnya. 


Citra menghela nafas, "Tolong antarkan aku ke rumah temanku kak."


"Baiklah Citra. Kamu tahu yang terbaik buatmu. Sekarang kamu arahkan saja alamatnya aku akan antarkan kamu."


****


Riris muncul dari balik pintu kamar Fiana sambil membanting pintu. 


"Keterlaluan kamu Fiana. Jahat banget kamu jadi orang."


"Apasih ma?" Fiana yang tengah tiduran di kasur mewahnya lantas langsung bangkit, "Mama bilang Fiana jahat? Dia yang jahat. Dia ambil yang Fiana punya."


"Fiana, dia hanya ambil yang menjadi haknya." Ucap Riris.


"Hak apa? Andreas itu tunangan aku." Fiana membanting ponselnya ke kasur. 


"Kamu salah dari awal kamu sudah salah langkah." Ucap Riris. 


"Mama tahu apa. " Elak Fiana yang tak terima. 


"Fiana ingat. Sudah bertahun tahun kamu membohongi lelaki itu, memang dari awal dia berjodoh dengan Citra bukan kamu. Citra yang menyelamatkan nyawa Andreas bukan kamu. Setelah kamu mengambil kesempatan menjadi kekasihnya Andreas kamu masih membuat Citra menderita. Kejam kamu itu!"


Fiana tersentak mendengar ucapan Riris yang seakan menyalahkannya. 

__ADS_1


"Mama nggak usah naif deh. Mama juga menikmati hasil kerja keras Fi kan? Mama pikir kita akan hidup berkecukupan kayak gini tanpa kerja keras Fiana? Nggak! Kita masih tetap tinggal di gubuk bocor dan kumuh itu. Jadi Fiana nggak bakal lepasin Andreas. Nggak akan." Fiana dengan keras kepala pada pendiriannya. 


"Fiana sadar nak. Ini salah, bagaimana kalau sampai Andreas tahu. Kamu sendiri yang rugi." Riris masih mencoba membujuk anak gadisnya. 


"Kalau mama nggak buka mulut, Andreas nggak bakal tahu." Jawab Fiana dengan lirikan yang tajam. 


"Sayangnya aku sudah tahu." Andreas yang ternyata berdiri di balik tembok kamar Fiana dapat dengan jelas mendengar percakapan ibu dan anak tadi karena pintu kamar Fiana terbuka dengan sempurna. Tatapannya penuh amarah seakan ingin menelan Fiana, wanita yang selama ini dia pikir bagaikan malaikat. 


"Wanita jahat..  tunggu saja sampai aku benar benar dapat bukti itu kamu. Akan aku pastikan kamu menderita. Hidupmu seperti neraka." Andreas mengepalkan tangannya. 


Andreas dengan langkah yang pelan meninggalkan rumah Fiana. Dia tidak ingin kedua orang itu menyadari keberadaannya. 


"Udah! Mama jangan bicara lagi. Fiana muak sama mama." Riris yang tak bisa berbuat banyak pada Fiana. 


Riris sadar tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Fiana sehingga membuat anak semata wayangnya itu punya ambisi yang tidak bisa dia tahan. 


******


 


Dengan kecepatan penuh akhirnya mobil Andreas telah tiba di rumahnya. Namun baru saja menginjakkan kaki ke tanah, sekumpulan pencari berita datang menerjangnya. 


"Mas andreas tolong klarifikasinya apakah anda benar benar selingkuh?"


"Pernikahan anda dan Fiana batal? Benar mas? Tolong klarifikasinya!"


"Apa ini!! jangan ganggu saya." Ucap Andreas. Pertanyaan para wartawan itu membuat Andreas emosi tingkat tinggi. 


"Tapi Mas.."


"Saya peringatkan sekali lagi jangan ganggu saya." Andreas berkata dengan nada tinggi. 


Semua wartawan terdiam, tidak ada lagi pertanyaan yang keluar dari mulut mereka. 


****


"Hallo Di? Kamu urus wartawan yang ada di depan rumah saya!"  Andreas mematikan ponselnya sambil memegangi kepalanya yang berdenyut. 


"Citra?" Andreas menaiki tangga menuju kamar citra untuk mencari keberadaan wanita itu. 


"Citra?" Saat Andreas membuka pintu kamar Citra, dia tidak mendapati wanita itu di kamar. Lau dia kembali turun menuju dapur tempat dimana biasanya Citra berada selain di kamar. Namun rupanya Citra juga tidak ada di tempat itu. 


"Citra kamu dimana." Teriak Andreas. 


"Citra?"


Andreas terus memanggil nama Citra. Dia frustasi tidak dapat menemukan Citra. 


"Citra kamu dimana?"


Ponsel Andreas berdering.


"Hallo sudah kamu bereskan Di?"


"Pak tolong lihat trending topik instagram dan semua sosmed anda saat ini." 


Andreas heran dengan perkataan Didi yang begitu terburu buru. Lalu Andreas mematikan ponselnya dan membuka akun instagram yang biasanya jarang sekali dia buka. Video pengakuan Fiana langsung muncul di feednya saat dia membuka akun IGnya. Dia memperhatikan dengan seksama. 


"Brengsek!!! Wanita ******!" Dia membanting ponselnya sehingga terbelah casing dan ponselnya. 


"Tunggu.." Dia terdiam karena mengingat sesuatu, "Citra? Dia belum tahu ini semua kan?"

__ADS_1


*****


__ADS_2