WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN

WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN
ISTRI SAH KEMBALI


__ADS_3

Dengan berani, tangan Feby menelusuri tubuh Ronald secara perlahan.


"Em maaf ! Saya sudah punya..."


"Punya apa pak ?" Belum sempat Ronald menyelesaikan ucapannya, Feby telah memotong ucapannya dengan nada suara lembut dan menggoda.


Ronald pun terdiam mematung, ia tampak pasrah menyaksikan Feby yang menyentuh tubuhnya dengan liar.


Pikirannya pun melayang, ia tidak lagi memikirkan istri dan anaknya itu. Saat ini yang ia rasakan hanya kenikmatan yang mengalir dari sentuhan tangan Feby.


Tanpa terasa Ronald pun membalas permainan yang telah dilakukan Feby sedari tadi, sehingga adegan terlarang itupun terjadi begitu saja.


Ronald dan Feby akhirnya telah melakukan hubungan suami istri di atas sofa yang berada di ruang tamu.


Keduanya tampak sangat menikmati permainan dengan penuh hasrat.


Beberapa saat kemudian, adegan itupun telah selesai dilakukan.


"Maaf pak ! Saya telah membuat bapak jatuh ke dalam permainan kotor ini !" ucap Feby merasa menyesal telah menghancurkan kepolosan Ronald.


"Tidak ! Saya sangat menikmatinya ! Sudah satu bulan saya telah menahannya ! Saya dan istri selalu bertengkar sehingga tidak pernah terpikirkan untuk melakukan itu !" jawab Ronald.


"Trimakasih ya Feby !" Untuk pertama kalinya Ronald menyebut nama Feby, hal itu membuat Feby tampak sedikit senang setelah mendengarnya.


"Bapak bisa melakukannya kapan saja denganku jika ingin melakukannya !" jawab Feby sembari tersenyum tipis.


Mendengar itu, Ronald pun membalas senyumannya.


"Jangan panggil bapak bisa tidak ?" kata Ronald dengan lembut.


"Trus maunya dipanggil apa ?" tanya Feby penasaran.


"Kalau misalnya panggil sayang, kamu mau ?"


Deg !


Sesaat jantung Feby berdetak kencang, hal seperti ini adalah kejadian yang pertama dialami olehnya. Ia mungkin telah menaruh hati kepada pelanggan yang telah membebaskannya dari pekerjaan kotornya.


"Boleh !" jawab Feby tersipu malu.


"Aku juga akan memanggil kamu sayang !" kata Ronald sambil tersenyum tipis.


"Oh iya sayang ! Istri dan anakku kan sedang keluar negeri selama satu bulan, bagaimana kalau kamu tinggal disini saja bersamaku selama sebulan ?" tanya Ronald kemudian.


"Boleh kog !" jawab Feby singkat.


"Boleh apa ?"


"Boleh tinggal disini kan ?"

__ADS_1


"Bukan !"


"Trus ?"


"Tadi katanya mau panggil sayang !" ucap Ronald menggoda Feby.


"Oh ! Iya sayang, boleh !" jawab Feby tersipu malu.


"Tapi aku harus pulang dulu untuk mengambil baju - bajuku sayang !" ucap Feby kemudian.


"Tidak usah ! Baju istriku sepertinya muat untuk kamu ! Dulu badan istriku juga seperti kamu, pakai itu saja dulu ! Ya sayang ?"


"Apa tidak jadi masalah kalau aku pakai baju istrimu ?"


"Kan tidak ketahuan !"


"Yasudah kalau begitu, aku pakai baju istri kamu saja !"


Feby pun akhirnya memutuskan untuk tinggal dirumah Ronald dan menggunakan pakaian - pakaian Luna selama tinggal dirumah Ronald.


Saat tinggal bersama, mereka selalu melakukan hubungan suami istri, bahkan hubungan itu mereka lakukan hampir setiap hari, terkadang mereka juga melakukannya dua kali dalam sehari. Tanpa disadari cinta di hati mereka pun tumbuh dan semakin mendalam, keduanya tampak saling mencintai.


Kebahagiaan yang diberikan oleh Feby mampu membuat Ronald melupakan anak dan istrinya yang sedang berlibur di luar negeri.


Hari demi hari pun berlalu, minggu berganti bulan, tibalah saatnya Luna dan putrinya untuk pulang ke rumah.


"Sayang ! Istriku hari ini balik, aku antar kamu pulang kerumah ya ?" ucap Ronald.


"Tapi kita harus sering - sering ketemu ya ! Aku mudah kangen soalnya" ucap Feby manja.


"Iya sayang ! Pasti dong kita akan sering bertemu, aku kan sayang sama kamu ! Kalau tidak ketemu, yang ada aku malah mati mendadak karena rindu !" jawab Ronald.


"Kenapa sih, istri kamu cepat banget pulangnya ? Padahal aku masih ingin bersamamu ! Masih kangen !"


"Sama ! Aku juga sebenarnya masih kangen sama kamu ! Tapi mau gimana lagi ?  Tidak mungkin kan aku menceraikan Luna secara mendadak ?"


"Jangan sampai cerai dong ! Aku gak tega menyakiti hati istri kamu ! Yasudah deh, lebih baik aku pulang saja !"


"Kamu memang yang terbaik ! I love you !" ucap Ronald, lalu mengecup bibir mungil milik Feby.


Sehingga tanpa sadar, Ronald   menyempatkan waktu untuk melakukan hubungan suami istri bersama Feby sebelum berangkat untuk menjemput Luna istrinya.


Sementara itu di bandara, tampak Luna dan Bela putri semata wayangnya telah menunggu kedatangan Ronald.


Luna berusaha menghubungi Ronald melalui telepon genggam miliknya, namun tidak ada jawaban.


Berkali - kali ia mencoba menghubungi Ronald, namun masih tidak ada jawaban.


"Kemana ya ? Apa dia lupa kalau hari ini aku dan Bela pulang ?" batin Luna.

__ADS_1


"Atau jangan - jangan dia sibuk ya ?" batinnya lagi.


Sudah tigapuluh menit lamanya Luna telah menunggu kedatangan Ronald untuk menjemput dirinya dan putrinya.


"Ma ! Kenapa papa lama sekali ?" tanya Bela.


"Mungkin papa ada meeting mendadak sayang ! Bela sudah bosan menunggu ya ?"


"Bela tidak bosan ma ! Bela hanya mengantuk sedikit !"


"Kita pulang naik taksi saja ya sayang !"


"Hem, oke deh ma ! Kita kasih kejutan ke papa saja nanti ! Papa pasti terkejut melihat kita pulang karena papa pasti sangat merindukan kita ! Kemarin aja papa menangis waktu kita pulang, iya kan ma ?" ucap Bela dengan centilnya.


"Iya dong ! Papa pasti saaaaangaaatt merindukan kita !" jawab Luna.


"Yuk kita cari taksi disana ! Semakin cepat sampai, semakin cepat ketemu papa !"


"Yuk ma !"


Luna pun memutuskan untuk pulang dengan menggunakan taksi bersama Bela putrinya. Luna merasa bahwa Ronald sangat sibuk sehingga tidak sempat menjemput mereka dari bandara.


Sementara di tempat kediaman Ronald tampak Ronald sedang menikmati adegan suami istri bersama Feby di dalam kamar tempat Ronald dan Luna beristirahat.


Tanpa merasa bersalah sedikitpun, mereka melakukan itu disana dengan liarnya.


Beberapa menit kemudian adegan itu pun telah selesai dilakukan.


"Hosh .. hosh.." Ronald tampak kelelahan sehingga membuat nafasnya menjadi tidak beraturan.


"Kamu capek sayang ?" tanya Ronald kepada Feby.


"Lumayan, tumben kamu lama melakukannya ?" tanya Feby penasaran.


"Mungkin karena hari ini adalah hari kamu terakhir tinggal disini, jadi si jhoni kepingin lama !" jawab Ronald sedikit bercanda.


"Kamu bisa saja ! Bagaimana istrimu ? Apa tidak terlambat ?" ucap Feby mengagetkan Ronald.


Seketika Ronald teringat pada istri dan anaknya, sesaat ia melihat jam pada telepon genggam miliknya.


"Gawat ! Istriku sudah lama landing !" ucap Ronald panik.


"Sayang ! Sepertinya aku tidak bisa mengantarkanmu pulang ! Kamu bisa pulang sendiri kan ?" kata Ronald kemudian.


"Oh yasudah tidak apa - apa ! Aku bisa pulang sendiri kog" jawab Feby sedikit kecewa.


"Maaf ya sayang ! Ayo lansung bergegas saja ! Aku akan panggilkan taksi !" kata Ronald panik.


Melihat itu, Feby hanya bisa diam sembari membereskan pakaiannya. Perasaan kecewa muncul di hatinya, ia juga merasa cemburu pada istri sah Ronald yaitu Luna.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2