
Satu bulan telah berlalu, kabar dari Ronald tidak pernah terdengar lagi. Sejak kepulangan isteri sah, Ronald selalu menghabiskan waktu luangnya bersama isteri dan putrinya.
Feby yang telah terlanjur menaruh hati kepada pengusaha kaya itu tampak sedang mengurung diri di dalam kamar mewahnya sembari tetap menunggu telepon dari Ronald.
“Kog gak ada kabar dari Ronald ya ? Apa dia mencampakkanku ya ? Apa dia sedang mempermainkanku atau aku yang terlalu merasa dicintai ?”
Berbagai pertanyaan muncul di benak Feby saat ini, ia selalu khawatir jika Ronald tidak menginginkannya lagi. Baru pertama kali Feby merasakan jatuh cinta, namun ia tidak menyangka bahwa cinta itu terasa sangat menyakitkan untuk dirinya sendiri.
“Huh ! Sampai kapan aku harus berharap seperti ini ? Harusnya aku tidak usah terlena dengan rayuannya !”
“Mungkin dia tidak akan pernah kembali lagi ! Aku harus bangkit dan bekerja seperti biasa !”
Dengan berat hati, Feby pun terpaksa memutuskan untuk kembali melakukan pekerjaannya seperti semula.
“Seharusnya aku tidak pernah merasakan sakit hati seperti ini ! Tetapi dia malah datang seolah – olah memberikan cinta kepadaku ! Harusnya aku tidak perlu tergoda dan memutuskan untuk berhenti bekerja ! Ah bodohnya aku, terlalu mudah di tipu oleh orang seperti dia !”
“Ah sial sekali ! Sepertinya aku harus cari udara segar dulu hari ini agar pikiranku bisa tenang untuk berpikir !”
Feby yang tampak gelisah akhirnya memutuskan untuk pergi ke restoran terdekat untuk mencari ketenangan sekaligus mengisi perutnya yang lapar. Sudah dua hari lamanya ia tidak mengisi perutnya karena merindukan kasih sayang Ronald.
Beberapa jam kemudian telah sampailah ia di sebuah Restoran terdekat, ia duduk di salah satu meja yang kosong, lalu membaca daftar menu yang telah tersedia didalam buku menu yang berada diatas meja tersebut.
“Mam ! Kenapa Bela gak boleh makan yang pedas ?” Tiba – tiba terdengar suara seorang gadis kecil dari samping meja tempat ia duduk.
Secara spontan, Feby pun melirik kearah suara tersebut.
Deg !
Seketika jantung Feby berdetak kencang ketika mendapati Ronald berada disana bersama dengan isteri dan anaknya. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan lelaki yang dicintainya di tempat ini. Hatinya terasa sakit menyaksikan kebersamaan Ronald dengan keluarga kecilnya begitu terlihat mesra dan bahagia, rasa cemburu muncul di dalam hatinya. Ingin rasanya ia berada disana dan menegur Ronald layaknya pasangan pada umumnya, namun ia hanyalah seorang selingkuhan yang harus siap merasaka rasa sakit ini.
“Ronald !” batin Feby.
“Jadi wanita itu adalah isterinya ? Isterinya jauh lebih cantik daripada di foto” Seketika Feby teringat dengan wajah Luna yang telah dilihatnya di dalam foto keluarga waktu itu.
“Pantesan saja dia tidak ada kabar sama sekali, isterinya cantik begitu ! Lagi pula aku hanya menjadi temannya disaat isterinya sedang keluar negeri kan ? Bodohnya aku, aku hanya pelampiasan rasa rindunya kepada isterinya” Tampa disadari air mata Feby terjatuh membasahi wajah cantiknya.
__ADS_1
“Sudahlah ! Apa yang aku harapkan dari lelaki yang sudah memiliki isteri ! Bodoh !” ucapnya sembari mengusap air matanya.
Tiba – tiba
“Permisi bu ! Apa saya sudah bisa mencatat menunya ?” Seorang pelayan wanita datang menghampiri Feby.
“Oh ! Sebentar ya mba !” jawab Feby sembari melihat kembali buku menu yang telah di pegangnya sedari tadi.
“Lho itu kan Feby !” batin Ronald seketika sesaat setelah pelayan wanita itu datang menghampiri Feby.
“Kenapa sayang ?” tanya Luna kepada Ronald ketika mendapati pandanngan suaminya itu mengarah ketempat lain.
“Ah tidak apa – apa sayang ! Aku hanya teringat kerjaan tadi !” jawab Ronald berbohong.
“Ya ampun ! Jangan terlalu banyak pikiran sayang, makan saja dulu !”
“Iya sayang !”
Ronald pun mencoba untuk tidak memandang Feby yang telah duduk sendirian tepat disebelah meja mereka.
“Hei ! Kamu Feby kan ? Anak mami Vera ?” seorang lelaki muda berwajah tampan datang menghampiri Feby, membuat sepasang bola mata Ronald kembali tertuju kepadanya.
“Iya benar ! Maaf, siapa ya ?” tanya Feby penasaran.
“Aku boleh duduk disini ?” ucap lelaki tersebut.
“Silahkan saja !”
Lelaki itu pun duduk bersama Feby, membuat api cemburu muncul di dalam hati Ronald.
“Siapa lelaki itu ?” batin Ronald sembari menatap Feby dari kejauhan.
“Aku Edo ! Kamu lupa ya ? Aku pernah booking kamu dulu ! Aku masih ingat sampai sekarang ! Kecantikanmu itu membuat aku tidak bisa melupakanmu sedetikpun !” ucap Edo menjelaskan.
“Aku sedang tidak menjual diri sekarang ! Jika yang kau inginkan adalah itu, lebih baik kau pergi saja !” Tampaknya Feby sangat kesal mendengar perkataan yang telah di ucapkan Edo.
__ADS_1
“Hahaha ! Jangan kesal begitu dong ! Aku tidak menginginkan itu jika kau menolaknya ! Tetapi..” Edo menghentikan ucapannya sejenak, membuat Feby sangat penasaran.
“Tetapi apa ? Jangan membuang – buang waktuku !” kesal Feby.
“Tetapi jika kau ingin, aku bisa memberimu kesenangan yang membuatmu lupa pada dunia ini ! Aku juga akan memberikan bayaran yang cukup tinggi kepadamu tanpa harus berbagi dengan mami Vera !” ucap Edo sembari melontarkan senyum nakal kepada Feby.
“Melupakan dunia ? Apa aku bisa melupakan Ronald juga ?” batin Feby.
“Kalau aku kembali melakukan pekerjaanku, apakah Ronald akan marah kepadaku ? Ah lagi pula dia tidak akan peduli kepadaku, isterinya saja cantik !” batin Feby lagi.
“Halo ! Kenapa melamun ?” tanya Edo kepada Feby sembari melambai – lambaikan tangannya.
“Baiklah ! Aku setuju ! Tapi kau harus bayar dua kali lipat dari sebelumya !” Feby Akhirnya memilih untuk kembali menjalani pekerjaannya demi melupakan Ronald lelaki yang telah merebut hatinya.
“Beres !” jawab Edo singkat sembari menggenggam tangan Feby.
Dengan cepat Feby menarik tangannya dari genggaman Edo “Dengar ! Kau juga harus memberikan kesenangan seperti yang telah kau janjikan !” ucapnya kemudian.
“Hahaha ! Kamu lucu sekali ! Harusnya kamu cukup melayaniku saja, aku akan berikan uang setiap bulannya kepadamu jika kau bersedia !”
Sementara itu, Ronald yang sedari tadi telah mengawasi Feby berusaha untuk mendengarkan percakapan antar Feby dan Edo.
“Apa yang sedang mereka bahas ? Siapa lelaki itu ? Apa dia pacar baru Feby ? Apa Feby telah melupakanku ?” berbagai pertanyaan timbul di benak Ronald.
Ingin rasanya ia menghampiri Feby dan mengusir lelaki yang sedang bersamanya saat ini, namun ia tidak dapat melakukan hal itu karena saat ini isterinya sedang berada bersamanya.
“Kenapa sayang ? Kamu melihat siapa ?” Luna yang penasaran mencoba menoleh ke lokasi yang sedang dipandang oleh Ronald.
"Oh ! Tidak apa - apa sayang ! Maaf ya, Aku banyak pikiran jadi gak fokus begini" Ronald mencoba mencari sebuah alasan agar isterinya tidak menaruh curiga kepadanya.
"Astaga ! Pasti banyak kerjaan di kantor ya ? Kalau begitu kita pulang saja ya ?" jawab Luna.
"Tidak perlu sayang ! Hari ini aku berikan waktu khusus untuk isteriku tercinta !" ucap Ronald, ia mencoba mencari sebuah alasan agar dirinya dapat mengetahui status lelaki tersebut tanpa menaruh rasa curiga kepada isterinya itu.
Bersambung..
__ADS_1