WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN

WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN
VIDEO CALL


__ADS_3

Ronald baru saja tiba dikantornya, sesaat ia merasa ada yang mengikutinya, namun ketika ia menoleh kebelakang, tidak ada seorangpun yang mencurigakan ditemuinya.


Ia pun melanjutkan langkahnya untuk menuju ruangan.


"Selamat pagi pak !" sapa seorang karyawan wanita bertubuh indah bagaikan model serta berparas cantik.


"Ya pagi !" jawab Ronald tanpa menghentikan langkah kakinya.


Beberapa menit kemudian, ia pun tiba didalam ruangannya. Sesaat ia berpikir pada kejadian tadi pagi.


"Ada apa dengan Feby ya ? Kenapa tiba - tiba pergi ? Apa ada masalah yang menimpanya ?"


Timbul berbagai pertanyaan di dalam benak Ronald, membuat ia merasa resah dan gelisah.


Tiba - tiba


Beepp.. Beepp..


Telepon genggam milik Ronald berdering, sebuah panggilan video dari isterinya, Luna.


Tanpa menunggu lama, Ronald pun menjawab telepon tersebut.


"Hai sayang ! Udah sarapan kan ?" tanya Luna sesaat setelah Ronald menjawab panggilannya.


"Aduh ! Aku lupa sayang ! Sorry .. sorry !"


"Kalau begitu, sarapan dulu ! Kamu gak sibuk kan ?"


"Kebetulan hari ini agak santai, kenapa sayang ?"


"Bagus deh ! Aku mau temeni kamu makan dari video call !"


"Lho ! Kenapa ? Kamu gak percaya sama suamimu ini ya ?" ucap Ronald dengan lembut.


"Iya ! Soalnya dari tadi belum sarapan juga ! Ini udah siang lho ! Gak ada alasan, pokonya aku temeni kamu makan atau aku yang datang kesana temeni kamu secara lansung ?"


"Iya iya ! Yaudah aku panggil sekretaris dulu ya ?" ucap Ronald, lalu meletakkan ponselnya.


"Untung aku sudah sampai di kantor, kalau masih di hotel bisa bahaya ! Pasti Luna akan curiga terus - menerus !" batin Ronald, ia merasa bersyukur karena Luna menghubunginya tepat pada waktunya.


Ronald pun memanggil sekretarisnya dengan menggunakan telepon kantor yang terletak diatas meja kerjanya.


"Tolong pesankan makan siang seperti biasa ya, dan bawa ke ruangan saya !" ucapnya melalui telepon tersebut, lalu menutup teleponnya.


"Sebentar ya sayang ! Makanannya sudah dipesan !" ucap Ronald kepada Luna.


"Biasanya pesan makanan apa sayang ? Emang sekretaris kamu bakalan ngerti ?" tanya Luna penasaran.


"Ngerti dong ! Kan setiap hari aku makan di kantor !"


"Oh ya bagus deh ! Aku juga sambil makan ya !" ucap Luna sembari berjalan menuju ruang makan.

__ADS_1


"Iya ! Bela dimana ? Belum pulang sekolah ya ?"


"Ya belum dong ! Lagi pula hari ini Bela ada les musik, jadi pulang sekolah lansung les !"


"Lho ? Bela gak makan siang dulu ?!" Ronald tampak khawatir mendengar putri kesayangannya memiliki hari yang sibuk.


"Makan siang dong ! Tadi aku udah berikan bekal ke bibi ! Bibi yang temeni Bela les musik ! Soalnya hari ini aku merasa kurang enak badan, jadi gak bisa nemeni Bela sayang ! Maaf ya !" ucap Luna dengan suara memelas.


"Iya tidak apa - apa sayang ! Aku ngerti kog ! Kamu juga jaga kesehatan ya, nanti aku akan pulang lebih awal !"


Tiba - tiba


Tok tok tok


"Permisi pak !" Sekretaris Ronald telah datang sambil membawa makanan dan segelas air putih dingin.


"Oh iya ! Masuk saja !" jawab Ronald.


Secara perlahan Sekretaris itu masuk, lalu meletakkan makanan yang dipesan tadi diatas meja tepat di hadapan Ronald.


Sekilas Luna menyaksikan tubuh dan wajah Sekretaris itu yang terlihat sangat cantik dan menggoda.


Kemeja yang dikenakan Sekretarisnya itupun terlihat sangat ketat, dan sedikit memarken buah kembarnya.


"Apa masih ada yang bisa dibantu pak ?" tanya Sekretaris tersebut.


"Oh tidak ! Kamu sudah boleh pergi sekarang !" ucap Ronald tanpa memandang Sekretaris itu sedetikpun.


"Itu Sekretaris kamu ya ?" tanya Luna sesaat setelah Sekretaris itu pergi dari ruangan Ronald.


"Cantik banget ! Kamu gak tergoda ?"


"Kamu bicara apa sih ? Ini dunia kerja, mana mungkin aku tergoda dengan karyawan sendiri, gak profesional dong namanya !"


"Masa sih kamu gak tergoda ? Pakaiannya turun dikit lho tadi ! Sampai itunya keliatan jelas banget !" Tampaknya Luna merasa cemburu menyaksikan Ronald dilayani dengan baik oleh Sekretaris itu.


"Masa ? Aku gak perhatikan sama sekali lho !"


"Kamu sengaja gak lihat dia kan karena aku video call ? Paling sebentar lagi Sekretarisnya dipanggil biar dapat bonus dikantor ! Iya kan ?"


"Kamu bicara apa sih sayang ? Sebentar aku selesaikan dulu makanan ini ya !"


Dengan cepat, Ronaldpun menyantap makanannya dengan lahap.


Beberapa saat kemudian, makanan itupun telah habis disantap oleh Ronald, kemudian ia menelepon seseorang melalui telepon kantor.


"Ke ruangan saya sebentar ya !" perintah Ronald, lalu menutup teleponnya.


"Kamu manggil siapa sayang ?" tanya Luna penasaran.


"Manggil Manager !"

__ADS_1


"Lho ? Kenapa tiba - tiba manggil Manager ?"


"Ya dengar sajalah nanti !" ucap Ronald, membuat Luna sedikit penasaran.


Tak lama kemudian seorang lelaki memakai setelan jas lengkap datang ke dalam ruangannya, lelaki tersebut adalah seorang Manager di perusahaan milik Ronald.


"Permisi pak !" ucap Manager tersebut.


"Masuk ! Silahkan duduk !"


Dengan cepat, Manager tersebut duduk dibangku tepat dihadapan Ronald.


"Tolong buat peraturan baru untuk perusahaan ini ! Saya ingin peraturan ini berlaku mulai besok !" ucap Ronald dengan tegas.


"Peraturan seperti apa pak ?"


"Mulai besok, seluruh karyawan wanita harus memakai baju tertutup sampai ke leher dan tidak boleh ketat, rok juga harus dibawah lutut ! Jika ada yang melanggar peraturan itu, maka dikenakan denda sebesar satu juta rupiah ! Kalau perlu dipecat saja !" Ronald memberikan peraturan baru untuk perusahaannya agar membuat isterinya tenang.


"Baik pak !"


"Tolong peraturan ini di print dan di tempel pada mading hari ini juga ! Jangan lupa meetingkan kepada seluruh karyawan hari ini ! Saya tidak ingin melihat ada karyawan wanita yang masih menggunakan pakaian ketat dan rok diatas lutut !"


"Baik pak !"


"Yasudah, kalau begitu kamu boleh pergi !"


"Baik pak ! Saya permisi !" ucap Manager tersebut, lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


"Lho ? Kamu kog buat peraturan seperti itu sih sayang ?" tanya Luna sembari tersenyum tipis.


"Ya terserah saya dong ! Perusahan punya siapa ?" canda Ronald.


"Tapi peraturan kamu itu aneh banget sayang ! Masa buat peraturan begitu ?"


"Ya biarkan saja ! Yang penting isteriku tersayang gak curiga - curiga !"


Sementara itu, anak buah Edo tampak sedang berbincang - bincang dengan salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan milik Ronald.


"Pak Ronald itu sudah memiliki istri dan anak ! Kalau boleh saya tahu, ada keperluan apa ya bertanya tentang pak Ronald ?" ucap karyawan tersebut kepada anak buah Edo yang bertugas mencari informasi tentang Ronald.


"Saya teman lamanya Ronald ! Sudah lama tidak ada kabar darinya ! Tadinya saya ingin mengunjunginya di kantornya tetapi sepertinya kurang bagus bertemu dengannya di tempat ini ! Kalau boleh tahu, apa mas punya nomor telepon Ronald ?" Anak buah Edo mencoba mencari sebuah alasan agar ia mendapatkan informasi tentang Ronald.


"Oh di tunggu saja pak ! Bapak boleh menunggu pak Ronald di dalam !"


"Maaf sebelumnya, bukannya saya tidak ingin menunggunya, tetapi saya saat ini sedang terburu - buru ! Saya pikir saya bisa bertemu dengan Ronald tapi sepertinya Ronald sangat sibuk !"


"Kalau bapak ini beneran teman lama pak Ronald, saya akan berikan nomor teleponnya !"


"Oh trimakasih ! Itu sangat membantu saya !"


Tampaknya karyawan itu percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak buah Edo, sehingga membuat ia dengan mudahnya memberikan nomor telepon milik Ronald kepada anak buah Edo tersebut.

__ADS_1


"Trimakasih ya !" ucap anak buah Edo itu, lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Bersambung..


__ADS_2