WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN

WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN
MALAM YANG MENGGODA


__ADS_3

Feby dan Ronald pun memutuskan untuk tidur bersama dengan pembatas bantal yang telah disusun oleh Feby sebegitu rapinya.


Beberapa menit kemudian Feby tampak sudah tertidur pulas, selama satu bulan penuh Feby telah bekerja melayani tamu – tamu terhormat tanpa libur sehari pun. Hal itu menyebabkan tubuhnya menjadi sangat lelah. Sebenarnya Feby telah meminta jatah libur, namun mami Vera selalu saja memberikan tamu – tamu besar itu kepada Feby.


Feby adalah pekerja wanita kebanggaan mami Vera, ia menjadi wajah di distrik hiburan milik mami Vera, banyak pria – pria kaya menginginkan untuk bersenang – senang dan tidur bersama Feby.


Feby yang sudah tertidur pulas tidak sadar bahwa baju tidur yang dikenakannya terbuka menggulung keatas sehingga membuat perut rampingnya terlihat begitu jelas.


Ronald yang masih dihantui oleh rasa penasaran tampak masih terjaga, sesekali pikirannya menggoda dirinya untuk menyentuh buah kembar dan melakukan hal begituan dengan Feby.


Perasaan resah gelisah membuat ia merasa tidak nyaman, ia pun mencoba duduk untuk menenangkan pikirannya.


Namun sesaat setelah ia bangkit dari ranjangnya.


Deg !


Lagi – lagi sepasang bola matanya menangkap pemandangan yang tak biasa, kini yang ia saksikan adalah perut ramping milik Feby.


Tatapannya tidak berpaling sedikitpun dari tubuh itu, sehingga tanpa sadar tangannya telah bergerak dengan sendirinya.


“Ah tidak bisa seperti ini !” Tiba – tiba saja Ronald membatalkan aksinya itu.


“Sial ! Aku malah tidak bisa tidur dengan tenang !” Ronald pun turun dari ranjang, lalu pergi menuju toilet untuk membasuh wajahnya.


Sesampainya di toilet


“Apa yang telah kupikirkan ? Aku sama sekali tidak bisa tidur satu ranjang bersama wanita itu” ucap Ronald sesaat setelah ia selesai membasuh wajahnya.


Sementara di tempat kediaman Ronald, tampak Luna istrinya masih terjaga di ruang tengah demi menunggu kepulangan suaminya.


“Kemana sih ? Sudah jam sebelas malam masih belum pulang juga ? Apa kamu tidak pulang lagi malam ini ?” ucap Luna khawatir.


“Kenapa kamu berubah begini ? Padahal dulu kamu tidak seperti ini ! Apa karena aku gendut ? Apa benar kata orang – orang, kalau istri gendut membuat suami tidak cinta lagi ?”


Luna yang tampak gelisah mencoba menghubungi Ronald kembali.


Benar saja, kali ini Ronald menjawab panggilannya.


“Halo !” sapa Ronald melalui telepon genggam miliknya.


“Kamu tidak pulang lagi malam ini ?” tanya Luna tanpa basa – basi.


“Ohh maaf ya sayang ! Sepertinya aku tidak bisa pulang malam ini ?” Ronald yang merasa bersalah menjawab pertanyaan dari istrinya itu dengan lemah lembut.


“Kenapa ? Kerja lagi ?”

__ADS_1


“Eemm.. iya ! Tadi Burhan dan Tristan datang ke kantor jadi aku harus lembur mendadak ! Maaf ya sayang ! Besok pagi aku pulang cepat, janji !”


“Yasudah kalau begitu, Jangan sampai begadang ya !”


“Iya sayang, oh Bela mana ? Sudah tidur ya ?”


“Sudah dari tadi ! Besok dia libur sekolah sampai satu bulan, katanya ada renovasi sekolah jadi murid – murid di liburkan sampai sekolah beroperasi kembali !”


“Oh ya ? Baru tahu !”


“Iya, kamu kan kerja terus ! Yasudah kalau begitu, aku juga mau tidur dulu ! Ngantuk nungguin kamu dari tadi !” ucap Luna mengakhiri percakapan.


“Oh yasudah, selamat tidur ya sayang !”


Telepon pun berakhir. Meski perasaan di hati Luna merasa ada janggal namun ia berusaha untuk tidak memperpanjang masalah ini, sedangkan Ronald kembali bertarung dengan pikirannya yang selalu menggodanya untuk melakukan hal begituan bersama Feby.


Kembali ia menatap tubuh Feby tanpa berpaling sedetikpun, perlahan ia menutupi tubuh itu dengan selimut putih yang berada disana.


“Kau cantik sekali !” Seketika Ronald terpesona ketika memandang wajah Feby yang begitu mempesona.


Tanpa sadar ia telah menyentuh bibir mungil Feby, jari telunjuknya menari dengan lembut diatas bibir seksi itu. Sesaat jantungnya berdetak kencang, godaan kecil kembali muncul dalam pikirannya untuk mengecup bibir mungil itu namun ia tetap berusaha melawan niat buruknya itu.


“Ah ada apa dengan pikiranku ? Aku tidak boleh melakukan itu dengan wanita lain” Ronald pun kembali pada tempatnya, lalu berusaha menghilangkan pikiran negatifnya dan mencoba tidur.


Keesokan paginya, Ronald terbangun dari tidurnya. Ia merasa ada sesuatu yang berat telah menimpa tubuhnya sehingga membuat dirinya sulit bernafas. Ia pun membuka kedua matanya secara perlahan untuk memastikan benda apa yang telah menimpa tubuhnya.


Namun tiba – tiba


Deg !


Jantungnya berdetak begitu kencang ketika mendapati tubuh indah Feby telah tertidur pulas diatas tubuhnya. Ia dapat merasakan kehangatan yang terpancar dari tubuh itu. Pagi ini pikirannya kembali bertarung dengan dirinya sendiri, perasaan gelisah telah menyambut harinya.


“He..hei !” Ronald mencoba membangunkan Feby dari tidurnya, namun nada suara yang dikeluarkannya begitu lemah sehingga tidak dapat terdengar oleh Feby yang masih tertidur pulas.


“Ha..halo ! Su..sudah pagi !” Kembali ia membangunkan Feby masih dengan nada suara pelan.


Grep !!


Tiba – tiba Feby yang masih tertidur pulas memeluk tubuh Ronald dengan sangat erat, membuat jantung Ronald berdebar – debar dan mematung tidak berdaya.


“Ehm mama !” Terdengar suara kecil dari bibir mungil Feby yang masih tertidur pulas.


Tampaknya Feby masih hanyut di dalam mimpinya.


Beepp.. Beep..

__ADS_1


Seketika suara telepon genggam milik Feby berdering begitu kencang, membuat Ronald yang mematung tiba – tiba terkejut.


“Apa sih pagi – pagi sudah berisik ?!” Feby yang masih mengantuk terlihat sangat kesal mendengar suara itu.


Beepp.. Beepp..


Telepon genggam milik Feby tak henti – hentinya berdering sehingga membuat Feby terpaksa harus bangun dari tidurnya.


“Siapa sih yang mengganggu pagi – pagi begini ?” kesal Feby sembari membuka matanya secara perlahan.


Deg !


Feby tampak bingung melihat dirinya terbaring diatas dada Ronald yang bidang, tangannya juga terlihat sedang memeluk tubuh kekar itu dengan santainya.


“Sial ! Apa aku tertidur seperti ini semalaman ?” batin Feby.


Secara perlahan ia memalingkan pandangannya kepada Ronald, ia mendapati Ronald masih tertidur pulas. Tampaknya Ronald sengaja berpura – pura tidur untuk menutupi rasa gugupnya.


Dengan cepat, Feby pun lansung bangkit dari tidurnya.


“Untung dia masih tidur ! Kalau tidak, bisa kejadian kayak tadi malam menyebut nama istrinya terus – menerus ! Kan repot kalau sampai hal itu terjadi lagi !” gumam Feby.


“Fiiiuuhh !” Feby menarik nafas panjang, lalu bergegas mengambil telepon genggamnya dari atas meja, ternyata sebuah panggilan dari mami Vera.


Tanpa berpikir panjang, Feby pun mencoba menghubungi kembali nomor itu.


“Astaga darling, sayangku, cintaku, kemana saja ha ? Mami dari tadi nelfon kamu tapi tidak di angkat – angkat ?” tak butuh waktu lama, mami Vera telah mejawab panggilannya.


“Sorry mi, Feby belum bangun tadi ? Ada apa ?” tanya Feby.


Ronald yang penasaran mencoba menguping percakapan itu sembari tetap berpura – pura tertidur lelap.


“Hem ! Kamu masih sama tamu yang tadi malam ya ?”


“Iya nih, dia masih tidur ! Kenapa mi ?”


“Kamu tidur sama siapa ? Burhan, Tristan atau temannya yang lain ?”


Tampaknya mami Vera begitu mengenali Burhan dan Tristan, mungkin mereka berdua adalah pelanggan setia di distrik hiburan milik mami Vera.


“Sama pak Ronald mi !” jawab Feby singkat.


“OMG !! Kamu serius ? Dia itu sangat terkenal lho di kota ini, dia termasuk pengusaha paling kaya ! Yasudah, kamu layani dia dulu ya, jangan sampai dia merasa tidak puas” kata mami Vera, lalu menutup teleponnya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2