WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN

WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN
BERNIAT INGIN MENGAKHIRI HUBUNGAN


__ADS_3

Tanpa terasa waktu begitu cepat berputar, jam di dindingpun telah menunjukkan pukul lima lebih tiga puluh menit. Tampak seluruh karywan telah bersiap untuk pulang kerumah masing – masing, ada pula yang telah pergi meninggalkan kantor sejak pukul empat lewat tiga puluh menit tadi.


Sementara Feby masih berada di dalam ruangan bersama Ronald sembari duduk santai di atas sofa yang empuk sambil menatap wajah lelaki yang dicintainya itu sedang fokus bekerja.


Sesaat ia terkesima memandang wajah serius itu yang terlihat tampan dan berkharisma itu, ia tak dapat memalingkan pandangannya dari wajah tampan itu walau hanya satu detik saja.


“Beruntung banget ya isterinya mendapatkan lelaki seperti dia !” ucapnya sembari tersenyum tipis.


“Seandainya aku yang menjadi isterinya, takkan kulepas sedetikpun! Tetapi sayangnya aku hanya wanita selingkuhannya!” Dalam sekejab, suasana hatinya berubah, persaan sedih dan cemburu kembali menelimuti hatinya.


“Sebaiknya aku tidak usah berharap lebih kepada suami orang!” batinnya.


Tiba – tiba


Beep.. Beep..


Telepon genggam milik Ronald berdering, membuat Ronald menghentikan pekerjaannya sesaat.


“Iya sayang! Aku pasti pulang, kamu sabar ya! Saat ini aku sedang sibuk!” ucap Ronald melalui telepon genggamnya.


“Iya sayang! I love you!” ucapnya kemudian, lalu mengakhiri percakapan itu. Sesaat ia menatap Feby dari kejauhan lalu memberikan sebuah senyuman kecil yang dibalas dengan senyuman pula oleh wanita selingkuhannya itu.


“Ronald! Kau sebenarnya mencintaiku atau tidak sih ? Apa mungkin kamu mencinti dua orang wanita dengan porsi yang sama ? Atau aku hanya sebagai pelarianmu di saat kamu bosan saja ?” batin Feby, rasa cemburunya membuat ia bertanya – tanya di dalam hatinya.


Rasanya ia tidak rela melihat lelaki yang di cintainya harus mencintai wanita lain juga. Ingin rasanya ia memiliki Ronald seutuhnya dan hanya menjadi miliknya seorang, namun sayangnya hal seperti itu hanyalah sebuah harapan palsu untuk dirinya.


“Seandainya saja aku hidup normal seperti isteri kamu, seandainya saja aku memiliki kedua orangtua, seandainya saja aku punya pendidikan, mungkin nasibku tidak akan seperti ini! Harus menahan rasa sakit karena mencintaimu yang telah menjadi suami orang lain!” batin Feby seakan menyalahkan takdir kehidupannya.

__ADS_1


“Mbak Luna! Apakah kamu akan marah jika melihatku bermesraan dengan suamimu ini ?Apakah kamu marah jika aku mencoba merebut suamimu ? Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tahu kalau suamimu telah berselingkuh denganku ?” batin Feby lagi, tampaknya ia memiliki rasa bersalah karena telah mencintai suami orang lain begitu dalam, namun cinta tetaplah cinta, ia selalu datang di waktu yang terduga dan pada orang yang tertuga.


Awalnya Ronald adalah lelaki polos yang sangat setia kepada isterinya, Luna. Namun pertengkaran rumah tangga yang hampir setiap hari ia rasakan membuat dirinya terasa sedikit stress sehingga membuat ia harus mencari hiburan bersama teman – teman dekatnya, namun sayangnya teman dekatnya malah membawa dia menuju jalan yang salah.


Saat itulah ia berkenalan dengan wanita lain yang merupakan seorang karyawan di distrik hiburan malam yaitu Feby, ia juga mencoba tidur bersama dengan wanita penghibur itu. Kali pertama Ronald tidur dan memakai seorang wanita penghibur, tetapi ternyata wanita penghibur tersebut mampu mencuri perhatiannya dan mampu mendapatkan cintanya.


Sejak saat itu, ia pun mulai berbohong kepada isterinya hanya demi menghabiskan waktu bersama wanita penghibur yang telah menjadi wanita simpanannya, ia juga mulai memperbaiki sikapnya kepada isteri sahnya agar isterinya itu tidak menyimpan rasa curiga kepadanya.


Selain itu, ia juga telah membebaskan wanita simpanannya itu dari pekerjaan kotornya.


Sesaat Feby memang merasa bersyukur karena telah diselamatkan dari pekerjaan kotor yang sebenarnya tidak ingin dilakukannya, namun lama – kelamaan ia terjebak di dalam cinta rumah tangga itu.


Hal itu tentu saja membuat hati Feby terasa sakit harus merasakan api cemburu secara diam – diam dan tidak dapat protes sama sekali, namun di sisi lain ia juga bahagia telah menemukan seseorang yang mampu mendapatkan perhatiannya setelah sekian lamanya ia hidup di dunia ini. Ronald juga telah membuat hari – harinya penuh warna dan tidak terasa membosankan seperti hari biasanya yang ia jalani sebelum mengenal Ronald.


Secara perlahan – lahan, Feby melangkah mendekati Ronald yang sedang fokus bekerja.


“Masih kerja ya ?” ucap Feby sembari menyentuh bahu Ronald dengan lembutnya.


“Enggak kog! Aku bisa menunggumu kapanpun!”


“Oh! Makasih ya sayang! Kamu memang wanita yang paling pengertian di dunia!” ucap Ronald sembari melemparkan senyuman ramah penuh cinta, Feby hanya membalasnya dengan sebuah senyuman kecil.


“Apakah hanya aku saja wanita yang paling pengertian di dunia ini bagimu ? Isterimu tidak pengertian kah ?” batin Feby bertanya – tanya.


“Aku tidak ingin merasakan sakit hati ini berkepanjangan! Aku ingin mengakhiri hubungan yang menyakitkan ini! Maafkan aku mbak Luna karena telah menjalani hubungan secara diam – diam di belakangmu!” batin Feby.


“Sayang! Nanti selesai kerja kabarin ya! Ada hal yang ingin aku sampaikan kepadamu!” kata Feby kemudian, tampaknya ia berniat untuk mengakhiri perselingkuhannya dengan Ronald dan mencoba untuk jatuh cinta lagi dengan lelaki yang telah menjadi suami wanita lain.

__ADS_1


“Mau bilang apa ? Hem?” tanya Ronald dengan lembut.


“kamu selesaikan saja dulu kerjaannya!”


“Oke siap boss!”


Menit demi menit pun telah berlalu, jam telah berganti jam, di dinding telah menunjukkan pukul tujuh lebih dua puluh lima menit malam hari, Ronald masih belum menyelesaikan pekerjaannya.


Beep.. Beep..


Telepon genggam milik Ronald kembali berdering, sebuah panggilan dari Luna, isterinya. Tanpa menunggu lama ia lansung menjawab panggilan tersebut, ia tidak ingin membuat isteri sahnya menunggu dirinya dengan rasa khawatir.


“Halo isteriku ! Ada apa?” ucap Ronald sesaat setelah menjawab panggilan tersebut, membuat Feby semakin sakit hati karena menahan rasa cemburu.


“Kamu belum pulang juga sayang ? Atau ingin menginap di kantor lagi ? Bela menunggu kamu lho dari tadi, kayaknya dia kangen banget tuh sama kamu!” kata Luna yang telah lama menunggu kepulangan Ronald sejak pukul lima sore hari tadi.


“Iya aku pasti pulang kog sayang! Sabar ya, aku rapikan meja kerja dulu, habis itu lansung pulang!” jawab Ronald dengan lembut, membuat hati Feby terasa semakin sakit seperti di sayat – sayat ribuan benda tajam.


Ingin rasanya ia marah dan melarang Ronald untuk tidak memanggil wanita lain dengan sebutan sayang, namun sayangnya ia tidak memiliki hak untuk itu, karena ia hanyalah seorang wanita selingkuhan yang memiliki pangkat lebih rendah dari isteri sah.


“Sudah dulu ya sayang! Aku beres – beres dulu! Semakin cepaat selesai maka semakin cepat suami tersayangmu ini sampai dirumah!” goda Ronald.


“Iya – iya! Bye sayang!” jawab Luna.


Telepon pun berakhir, sesaat Ronalad menatap Feby yang terlihat sedang sedih dan memikirkan sesuatu. Dengan cepat, ia melangkah menghamipir kekasih selingkuhannya itu di atas sofa.


“Hei! Sayang! Ada apa ? Ada yang kamu pikirkan ya ?” tanya Ronald sesaat setelah sampai disana, dengan lembut ia membelai rambut panjang Feby.

__ADS_1


“Sayang! Ayo kita akhiri saja hubungan kita!” Dengan berat hati, Feby mengutarakan keinginannya kepada lelaki yang sangat dicintainya itu.


Bersambung..


__ADS_2