WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN

WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN
EDO


__ADS_3

"Aku lagi di dalam taksi mau pulang kerumah ! Hiks !" jawab Feby sembari menghapus air matanya.


"Yaudah, nanti aku jemput kerumah ya ?" kata Ronald, lalu mematikan teleponnya.


Ronald pun bergegas untuk menemui Feby, Ia melangkahkan kakinya dengan cepat karena rasa khawatirnya begitu besar terhadap Feby.


Ia takut sesuatu yang buruk telah terjadi pada wanita selingkuhannya itu.


Namun tiba - tiba


"Permisi pak !" Sekretarisnya menghentikan langkahnya.


Sekilas pandangan mata Ronald tertuju pada buah kembar yang tampak begitu jelas.


"Pantesan saja Luna cemburu, pakaian wanita ini terlalu terbuka !" batin Ronald.


"Ada apa ?" tanya Ronald kemudian.


"Bapak hari ini ada janji bertemu dengan pak Andi !" ucap Sekretarisnya itu.


"Oh iya benar ! Hampir saja saya lupa !" Sesaat Ronald melihat jam pada ponselnya.


"Sepuluh menit lagi ya ?" ucap Ronald kemudian.


Dengan terpaksa Ronald harus mengurungkan niatnya itu demi mengurus masa depan perusahaannya.


"Kamu sudah siapkan semua berkas - berkasnya kan ?" tanya Ronald kepada Sekretarisnya itu.


"Sudah pak !"


Tiba - tiba pak Andi yang dimaksud telah muncul di depan kantor bersama dengan seorang sekretarisnya dan kedua pengawal pribadinya.


Seketika Ronald pun tampak terkejut, tanpa berpikir panjang ia bergegas menyambut tamu terhormatnya itu bersama dengan sekretarisnya.


"Selamat siang pak Andi ! Apa kabar ?" sapa Ronald sembari berjabat tangan dengan pak Andi tamu terhormatnya itu.


"Luar biasa pak Ronald ! Bapak sendiri bagaimana kabarnya !"  sambut pak Andi dengan ramah.


Sementara itu tampak taksi online yang dikendarai oleh Feby telah tiba di tempat kediamannya, tak lama ia pun turun dan lansung bergegas menuju apartemennya.


Setibanya disana, ia pun lansung membaringkan tubuhnya keatas ranjangnya sembari tetap menangis.


"Hiks ! Hiks ! Seharusnya aku tidak perlu tersinggung dikatain seperti itu !" Sekilas Feby teringat perkataan Edo yang begitu menyakiti hatinya.


"Memangnya wanita penghibur tidak bisa merasakan cinta ? Hiks !" Tampak Feby menangis seperti seorang anak kecil.

__ADS_1


"Aku kan manusia biasa, aku juga sama seperti wanita lainnya ! Aku juga butuh cinta ! Apa wanita sepertiku tidak pantas mendapatkan cinta ! Hiks !"


"Aku juga tidak ingin memiliki kehidupan seperti ini ! Hiks !"


Tiba - tiba


Beepp.. Beepp..


Telepon genggam milik Feby berdering, sebuah panggilan dari Edo. Tanpa berpikir panjang, Feby menolak panggilan tersebut dengan penuh amarah.


Namun


Beeepp.. Beepp


Lagi - lagi Edo menghubungi nomor teleponnya, dengan cepat Feby pun menolak panggilan tersebut.


Beepp.. Beepp..


Tak henti - hentinya Edo menghubungi dirinya, ia lupa bahwa Edo tidak akan pernah berhenti sebelum ia menjawab panggilannya.


Beepp.. Beepp..


"Ada apa ?! Hiks !" Dengan terpaksa, Feby pun menjawab panggilan tersebut.


"Tidak perlu bersandiwara ! Aku tidak akan pernah kasihan padamu !" ucap Edo dengan santainya.


"Aku akan datang ke apartemenmu sekitar satu jam lagi ! Jadi aku harap kau keluar dengan penampilan yang cantik ! Puaskanlah mataku dengan penampilanmu !"


"Kau sudah gila !! Aku tidak akan pernah bertemu denganmu sampai kapanpun !"


"Sssttt ! Jangan suka bicara sembarangan ya cantik ! Aku adalah orang yang tidak bisa ditolak oleh siapapun ! Coba kau lihat anak buahku dibawah apartemenmu !" ucap Edo mengagetkan Feby.


Dengan cepat, Feby pun melihat keluar melalui jendela kaca kamarnya.


"Ha ? Jadi dari tadi anak buah Edo mengikutiku ?" batin Feby tercengang.


"Jika kau nanti tidak keluar pada saat aku menjemputmu, maka seluruh anak buahku akan berada di apartemenmu sembari memegang gambar tubuhmu yang begitu menggoda diatas ranjang tadi malam ! Kau pasti tidak sadar kan saat aku merekam dan memotretmu tadi malam ! Ah kau memang sangat menggoda" ucap Edo sembari memandangi foto tubuh Feby tanpa busana.


"Foto ? Apa maksudmu ? Kenapa kau berbuat begini padaku ?! Aku salah apa ?!"


"Salahmu adalah membuatku terpesona ! Kau harus bertanggungjawab !"


"Apa sih maumu ?! Jangan pernah menggangguku !"


"Aku hanya ingin kau melayaniku dan menemaniku hingga aku bosan, apa itu terlalu berat buatmu ? Aku akan memberikan segala fasilitas mewah padamu dan juga uang setiap bulannya !" ucap Edo dengan lembutnya.

__ADS_1


"Aku tidak mau !! Dasar manusia tidak waras !!" bentak Feby kesal.


"Ohh ? Tidak mau ya ? Berarti kau lebih memilih tubuh indahmu ini tersebar ? Coba lihat, aku sudah mengirimkan gambarnya padamu !" kata Edo, membuat Feby dengan cepat membuka penselnya dan melihat pesan yang baru saja dikirimkan oleh Edo.


Deg !


Seketika wajah Feby menjadi pucat, tubuhnya gemetar, jantungnya berdetak begitu kencang pertanda bahwa emosinya telah memuncak menyaksikan gambar tubuhnya tanpa busana, lengkap dengan ekspresi wajah yang begitu menikmati permainan.


Sayangnya pada waktu itu, Edo hanya memainkan jemarinya memasuki area Feby sehingga wajahnya tidak terlihat sama sekali.


"Bagaimana ? Kau sudah melihat gambar dirimu yang begitu menggoda kan ?" tanya Edo dengan lembutnya.


"Bagaimana jika foto itu pertama kali dilihat oleh lelaki yang kamu sukai, seperti Ronald misalnya !"


"Apa maksudmu ? Ronald siapa ? Aku tidak mengerti maksudmu !" Feby berusaha mengelak dan menyembunyikan segalanya.


"Feby, Feby, Feby !" panggil Edo berulang kali dengan lembutnya.


"Kau tidak bisa menutupi apapun dariku ! Kau lupa, aku adalah lelaki yang paling tidak suka dengan kebohongan ! Akui saja kalau kau punya hubungan dengan pria beristri itu ! Ronald !"


Deg !


Lagi - lagi ucapan Edo membuat ia terkejut, seketika bibirnya menjadi kaku tak dapat berkata - kata. Kali ini ia tidak dapat melakukan perlawanan sama sekali.


"Aku tidak akan menyebar fotomu jika kau melakukan seperti apa yang aku perintahkan ! Jadi menurutlah seperti seekor hewan yang melayani tuannya !" ucap Edo, membuat hati dan perasaan Feby terasa sakit.


"Jadilah wanitaku sampai aku bosan !" ucap Edo kemudian.


"Halo ! Apa kau masih mendengarku ?" tanya Edo.


"Tidak kusangka, ternyata kau sungguh licik ! Caramu sungguh kotor dan membuatku jijik !" jawab Feby dengan api amarah yang membara.


"Cantik ! Kau tahu kan akibatnya jika menentangku ? Sejam lagi aku akan menjemputmu ! Persiapkan dirimu dan berdandanlah yang cantik, karena aku akan mengajakmu menikmati makan siang di restoran paling mahal yang ada di kota ini !" ucap Edo, membuat api amarah Feby semakin membara.


Tampa menjawab ucapan dari Edo, ia lansung mematikan telepon tersebut dan mencoba mencari cara untuk kabur dari genggaman Edo.


"Tidak ! Saat ini aku tidak bisa kabur ! Lebih baik aku turuti saja keinginannya sampai aku mendapatkan foto itu dan menghapusnya !" gumam Feby, sembari memikirkan suatu cara agar Edo melepaskannya.


Dengan cepat, Feby pun membuka lemarinya, ia mencari pakaian lama yang terlah usang. Tanpa berpikir panjang, ia merobek pakaian tersebut dengan menggunakan sebuah gunting dan membentuknya menjadi tidak beraturan.


"Mampus ! Apa kau masih mau bertemu denganku jika aku menggunakan baju ini ? Rasakan sendiri ! Aku akan membuatmu malu !" ucap Feby sembari terus menggunting pakaiannya dan membentuknya menjadi pakaian yang buruk.


"Berani suka - suka denganku ? Kau lupa ya, aku ini wanita malam, sudah pasti lebih licik dari wanita lainnya !" kesal Feby.


"Bagus ! Sekarang aku hanya perlu berdandan !" Feby pun membersihkan dirinya kedalam toilet.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2