WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN

WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN
KECELAKAAN


__ADS_3

Ronald terkejut setelah mendengarkan pernyataan dari wanita yang telah merebut hatinya.


Sesaat ia menyadari bahwa perbuatan yang telah dilakukannya selama ini adalah salah, namun perasaan cinta yang telah teramat dalam membuat ia tidak rela melepaskan wanita selingkuhannya itu.


"Kenapa sayang ? Kenapa kamu tiba - tiba ingin mengakhiri cinta kita ? Apa aku ada salah ?" tanya Ronald panik.


"Sayang! Hubungan kita ini salah! Aku tidak ingin menjadi duri dalam pernikahanmu, aku tidak ingin merusak kebahagiaan kamu dan isterimu, aku juga tidak ingin membuat putrimu yang begitu imut merasakan sakit suatu hari karena diriku!" Feby berusaha menjelaskan agar lelaki yang sangat di cintainya itu rela melepaskannya.


"Sayang! Stop! Plis stop! Aku tidak ingin mendengar apapun lagi, okey?!" ucap Ronald membuat Feby sedikit kebingungan.


"Dengar ya! Tolong dengarkan ucapanku baik - baik! Pertama, kamu bukanlah sebuah duri dalam pernikahan aku dengan Luna. Kedua, selama Luna dan Bela tidak tahu, maka tidak akan ada yang merasa tersakiti. Dan yang ketiga, aku tahu kalau hubungan kita ini salah, aku tahu, sangat tahu. Aku bahkan berulang kali telah memikirkan meninggalkan dirimu jauh sebelum kamu ingin meninggalkanku, tapi aku gak bisa! Kamu dengar kan ? Aku sama sekali tidak bisa dan tidak ingin pisah darimu!" ucap Ronald dengan lembut dan penuh dengan emosi.


"Jadi aku mohon padamu sayang, plis jangan pernah tinggalin aku dan jangan pernah ucapkan kata memiliki niat untuk mengakhiri hubungan ini meskipun hubungan kita ini sangat jelas salah. Bertahanlah sayang! Aku akan mencari jalan keluarnya agar kita dapat bersama tanpa harus sembunyi - sembunyi seperti sekarang ini!" Tiba - tiba saja ucapan Ronald berhasil membuat wanita selingkuhannya tercengang hingga menangis terharu.


"Hei! Jangan nangis! Apapun keadaannya, aku akan tetap bersamamu! Kita lewati ini secara bersama - sama dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku, Ya!" Dengan lembut, Ronald mengusap air mata yang mengalir deras di wajah cantik Feby, lalu memeluk wanita itu dengan erat seakan tak ingin melepaskannya.


"Hiks Hiks! Maafkan aku! Hiks! Aku hanya bingung dengan situasi ini, aku juga merasa cemburu melihatmu begitu mengutamakan isterimu, hiks!" ucap Feby sembari menangis tersedu - sedu.


"Ssttt.. ssstt! Sudah sudah! Aku disini, aku disini bersamamu! Jangan pernah pikirkan hal - hal yang membuatmu sakit hati, cukup pikirkan hal yang membuatmu bahagia ya!" Ronald berusaha menenangkan wanita selingkuhannya itu sembari memeluk erat tubuhnya, bahkan sesekali ia mengecup kening Feby dengan penuh cinta.


Tiba - tiba


Beep.. beep..


Telepon genggam milik Ronald berbunyi memecahkan suasana haru, sekilas ia menatap nama Luna pada ponsel yang berdering itu, lalu dihiraukannya seakan panggilan dari isteri sahnya itu bukanlah hal yang penting lagi.


"Kenapa tidak kamu angkat ? Hiks! Itu isteri kamu lho!" ucap Feby.


"Sudah, jangan pikirkan apapun lagi! Hari ini, aku akan menemanimu sampai besok pagi!" Kata Ronald mengagetkan Feby, wanita selingkuhannya itu.


"Gak bisa gitu sayang! Lebih baik kamu pulang dulu, kasian isteri sama anak kamu, pasti sudah menunggu lama dirumah!"


"Mereka selalu dapat menemui kapanpun, tetapi kamu, kamu harus bersembunyi - sembunyi untuk dapat bertemu denganku! Jadi lebih baik kita manfaatkan waktu yang berharga ini! Aku akan menemanimu!" ucap Roanld, lalu menonaktifkan ponselnya agar Luna tidak mengganggu waktunya bersama Feby, wanita selingkuhannya itu.


"Sebentar, aku booking hotel dulu!" ucap Ronald, sembari melangkah menuju telepon kantor yang terletak rapi diatas meja kerjanya.


"Jangan sayang!" Seketika Feby menghentikan langkah kaki Ronald.


"Kenapa sayang ?" tanya Ronald penasaran.

__ADS_1


"Tidur di apartemenku saja! Terlalu boros kalau setiap saat harus ke hotel mewah itu! Apartemenku juga bersih dan terawat kog!" jawab Feby.


"Kamu yakin? Tidak ada yang menegur disana kan ?"


"Memangnya siapa yang berani melarang kita disana ? Itu kan hak aku!" ucap Feby dengan candanya.


"Oh yasudah kalau begitu, bagus juga kalau di apartemen kamu, jadi uangnya lebih hemat dan bisa menambah uang bulananmu juga!"


"Uang bulanan tambahin satu milyar ya!" canda Feby.


"Iya, sekalian saja ambil jantung dan ginjalku, lalu jual saja agar lebih kaya!" balas Ronald.


"Hahaha! Kamu bisa saja!" ucap Feby tertawa kecil.


Sementara itu di tempat kediaman Ronald, tampak Luna sedang duduk di ruang tamu bersama putri semata wayangnya itu. Pikirannya menjadi kacau melihat Ronald, suaminya tidak menjawab panggilan darinya, bahkan nomor tiba - tiba tidak aktif.


"Kemana ya ? Kenapa gak angkat telfonku ? Ada apa sebenarnya ? Apa terjadi sesuatu dengannya ?" Seketika Luna menjadi khawatir, tidak biasanya nomor telepon Ronald mati seperti itu.


Ia pun berpikir sejenak, dilema antara menunggu kepulangan suaminya itu atau menyusul suami tercintanya itu ke kantor untuk memastikan keadaan Ronald.


"Mama! Kenapa papa belum pulang juga ? Semalam juga papa tidak pulang!" tanya Bela dengan polosnya, tampaknya ia telah menahan rindu kepada papa tercintanya itu.


"Bela tunggu dirumah ya sayang! Mama akan menjemput papa pulang!" ucap Luna kemudian.


"Iya ma! Mama hati - hati ya!"


"Iya sayang!" jawab Luna sembari membelai lembut rambut putrinya itu.


"Bi, tolong jaga Bela sebentar ya! Saya khawatir kepada Ronald, gak biasanya dia seperti ini!" kata Luna kepada bibi yang menginap dirumah.


"Baik bu! Hati - hati dijalan ya buk soalnya sudah malam!" ucap Bibi.


"Iya bi, makasih ya!" Dengan cepat Luna melangkah menuju kamarnya, lalu mengganti pakaian tidurnya menjadi pakaian serba panjang.


Tanpa berpikir panjang, ia pun melangkahkan kakinya menuju garasi dengan langkah yang terburu - buru. Setibanya disana, dengan cepat ia menyakan mesin mobilnya, lalu melaju dengan kencangnya.


Karena begitu besar rasa khawatir Luna, tanpa rasa ragu sedikitpun, ia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di kantor Ronald hanya untuk memastikan keadaan dari suaminya itu.


Tiba - tiba

__ADS_1


BAAAMM!


Mobil miliknya menabrak sebuah mobil pick up yang melaju kencang dari arah berlawanan. Dalam sekejab, kecelakaan itu membuat sebuah keramaian bagaikan pasar di akhir pekan, jalanan pun menjadi sangat macat, diantara deretan mobil yang terjebak macat itu ada mobil milik Ronald sedang bersama dengan Feby, wanita selingkuhannya.


Seketika darah mengalir deras dari bagian kepala Luna, namun pikirannya masih saja tetap memikirkan keadaan suami tercintanya itu.


"Ronald, tolong selamatkan Ronald!" ucap Luna lemah, secara perlahan - lahan pandangan matanya menjadi buram, lalu seketika menjadi gelap tanpa gulita, dan Luna pun pingsan di tempat sebelum ia sampai di kantor suaminya itu.


"Panggil ambulance cepat!"


"Kayaknya pengemudi yang itu tewas!"


"Mobilnya sampai hancur parah begini!"


"Berikan pertolongan pertama pada korban yang masih hidup!"


"Apakah ada dokter disini!"


Suara - suara muncul di dalam keramaian, tampaknya semua orang sangat mengkhawatirkan korban - korban kecelakaan.


Tak lama kemudian, munccullah ambulan dan dengan sigap para pekerja rumah sakit itu mengangkat tubuh Luna menuju ambulan dan tubuh korban - korban lainnya.


"Kog tumben malam - malam begini macet?" tanya Feby penasaran sembari sepasang bola matanya mencari sumber penyebab kemacetan.


"Pak, pak! Ada apa ya ?" tanya Ronald kepada seorang lelaki yang berlari kencang melewati mobilnya.


"Ada kecelakaan mobil mewah dengan mobil pick up, korbannya satu tewas di tempat, dan pemilik mobil mewah itu perempuan cantik!" jawab lelaki tersebut.


"Oh begitu, trimakasih ya pak!" ucap Ronald.


"Kenapa aku tiba - tiba teringat Luna ya ? Ah tapi tidak mungkin itu Luna, dia paling gak suka nyetir malam - malam begini" batin Ronald yang sedikit mengkhawatirkan isterinya itu.


"Sayang! Kita tidak melihat kesana dulu ? Katanya ada perempuan cantik!" kata Feby.


"Tidak perlu sayang! Lagi pula bukan siapa - siapa!" jawab Ronald.


"Kenapa cewek cantik bisa kecelakaan begitu ? Memangnya dimana kekasihnya ? Mana mungkin perempuan cantik tidak memiliki kekasih kan?" celoteh Feby.


"Ya sudahlah sayang, tidak usah dipikirkan! Gak penting juga, mungkin sifat cewek itu yang kurang bagus makanya gak punya pasangan!" jawab Ronald.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2