WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN

WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN
JATUH CINTA KEMBALI PADA ISTRI


__ADS_3

Tampak sebuah taksi online berhenti di depan pintu gerbang tempat kediaman Ronald.


Seorang wanita cantik bertubuh lansing pun turun dari taksi tersebut bersama dengan seorang gadis kecil.


Kedua security penjaga rumah tampak tercengang ketika menyaksikan sosok wanita itu berjalan secara perlahan menghampiri pintu gerbang. Dengan cepat mereka pun membuka pintu gerbang dan menyambut wanita itu dengan sangat ramah.


"Pagi pak ! Ronaldnya ada dirumah ?" sapa wanita itu dengan ramah.


"Pa..pagi juga buk ! Pak Ronald masih ada dirumah !" Security tampak terpesona memandang wanita itu membuat mereka tak mampu berkata - kata.


"Oh begitu ! Yasudah, selamat bekerja ya !" Dengan ramah, wanita tersebut meninggalkan kedua security itu dan bergegas masuk menghampiri Ronald.


Beberapa saat kemudian, wanita itu telah sampai di hadapan Ronald yang terlihat sedang melakukan sesuatu dengan tergesa - gesa. Tampaknya Ronald sedang bersiap untuk berangkat menjemput istri dan putrinya.


Deg !


Seketika jantung Ronald berdetak kencang ketika mendapati sosok wanita yang begitu cantik dan mempesona telah berdiri di hadapannya. Tubuhnya juga ramping dan terlihat sangat sempurna. Pemandangan indah itu membuat ia mematung dan tak mampu berkata - kata.


"Halo ! Kenapa diam begitu ?" sapa wanita itu kepada Ronald dengan ramah.


"Hei ! Halooo !" Kembali wanita itu menyapa Ronald sembari melambaikan tangannya.


"Papa ! Kenapa papa terlihat aneh ?" ucap seorang gadis yang datang bersamanya.


"Lu..luna ?" ucap Ronald gugup.


"Iya dong sayang ! Jadi siapa lagi yang mendatangimu kesini selain aku ?"


Ternyata sosok wanita yang mempesona itu adalah istri Ronald yang telah kembali dari luar negeri bersama dengan putrinya Bela.


Selama berlibur di luar negeri, Luna memutuskan untuk menurunkan berat badannya, ia juga merawat dirinya agar terlihat cantik kembali dimata Ronald.


"Ini beneran kamu sayang ?" Ronald masih tidak percaya bahwa yang berada di hadapannya saat ini adalah Luna istrinya.


"Iyaa sayang ! Memangnya siapa lagi ?" jawab Luna sembari tersenyum kecil.


"Papa ! Kenapa papa seperti itu melihat mama ? Mama cantik ya ?" ucap Bela mencoba menggoda Ronald.


"Hahaha ! Iya sayang mama cantik sekali ! Papa sampai terkejut !" ucap Ronald.


"Kenapa tidak menunggu di bandara saja ? Padahal sebentar lagi aku akan datang menjemputmu !" kata Ronald kepada Luna.


"Tadinya kami ingin menunggu kamu datang, tapi kamu gak datang - datang juga ! Aku pikir kamu sangat sibuk jadi aku memutuskan pulang naik taksi saja !" jawab Luna menjelaskan.

__ADS_1


Ronald sangat beruntung mendapati sosok Luna di depan rumah sesaat setelah Feby telah pergi dari rumah itu beberapa menit yang lalu.


"Oh ! Maaf ya sayang, aku kesiangan bangun karena semalam lembur !" kata Ronald berbohong.


"Tidak apa - apa sayang ! Yasudah, kalau begitu aku pergi bersih - bersih dulu keatas !"


"Mau aku gendong ?"


"Apaan sih ? Malu di lihat Bela !"


"Ya tidak apa - apa ! Ngapain harus malu ?"


"Jangan mikir yang aneh - aneh ! Sudah dulu, aku naik ke atas dulu" ucap Luna kemudian.


"Bela ! Kamu bersih - bersih sama bibi bisa kan sayang ?" ucap Luna kepada Bela.


"Bisa dong ma !"


"Pinterr !! Yasudah kalau begitu, Bela lansung cari bibi ya sayang !"


"Okke mama !"


Bela pun pergi mencari bibi di dalam dapur, sedangkan Luna bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya.


Setibanya dikamar


"Kamu tidak berangkat bekerja ?" tanya Luna, ia tampak bingung menyaksikan tingkah laku Ronald yang tak seperti biasanya.


"Enggak !" jawab Ronald tersenyum sembari memandangi istrinya tanpa berpaling sedetikpun.


"Duh ! Kamu kenapa sih sayang ? Aneh banget !"


"Peluk !" Tiba - tiba Ronald bertingkah manja di hadapan Luna.


"Gak mau ! Aku mau mandi dulu !"


"Ah istriku sudah tidak mencintaiku lagi setelah pulang dari luar negeri" Ronald mencoba menggoda Luna yang bersiap untuk mandi.


"Huh !" Luna pun menghampiri Ronald yang telah duduk manja di atas ranjang, ia memeluk Ronald dengan penuh cinta.


"Cantik banget istriku !" ucap Ronald manja sembari memeluk tubuh ramping istrinya.


"Kangen !" ucapnya kemudian dengan manjanya.

__ADS_1


"Iya ! Aku sudah disini lho !" jawab Luna.


"Mau ?"


"Mau apa ?"


"Mau melepas kangen sama istriku !" Ronald memeluk erat tubuh istrinya itu dan membaringkannya diatas ranjang. Ia pun melepas rindu bersama Luna dengan cara melakukan hubungan intim.


Sementara itu di tempat lain, tampak Feby sedang berada ditempat kediaman mami Vera. Wajahnya terlihat sedih tak bersemangat.


Baru satu bulan ia merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, namun kini kebahagiaan itu telah hilang disebabkan oleh kepulangan istri sah.


"Ada apa ? Kenapa kesayangan mami tiba - tiba berhenti ?" ucap mami Vera kepada Feby.


"Aku ingin hidup dijalan yang benar mi ! Aku bosan melayani pelanggan tanpa perasaan sama sekali ! Setiap selesai melayani pelanggan, aku harus menghilangkan rasa jijik itu dengan susah payah !"


"Yaudah tidak apa - apa ! Mami kan tidak melarang apapun yang kamu lakukan ! Terus kenapa wajah kamu masih murung begitu ?" ucap mami Vera dengan penuh kasih.


Mami Vera adalah pemilik distrik hiburan malam di kota ini, ia termasuk mami yang kejam.


Namun sikap yang diberikannya kepada Feby sangat berbeda dengan yang lainnya.


Hal itu dikarenakan mami Vera telah merawat dan membesarkan Feby sejak Feby kecil hingga dewasa. Ia telah menganggap Feby sebagai anak kandungnya sendiri.


Feby merupakan keluarga satu - satunya yang ia miliki di dunia ini sehingga membuat ia sangat menyayangi dan selalu mengabulkan apapun yang di inginkan oleh Feby.


"Mami ! Kalau kita jatuh cinta pada lelaki yang sudah memiliki seorang istri salah gak sih ?" tanya Feby mengagetkan mami Vera.


"Siapa yang jatuh cinta ?" Mami Vera tampak sedikit bingung setelah mendengar pertanyaan itu.


"Tanya aja mi !" Feby berusaha menyembunyikan kisah cintanya rapat - rapat.


"Kamu jatuh cinta pada siapa ?" tanya mami Vera yang seakan mengerti tentang apa yang dirasakan oleh Feby.


"Mami ! Aku jatuh cinta pada suami orang ! Aku takut dan juga bingung !" Feby akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan kisah cintanya itu pada mami Vera tanpa menyembunyikan apapun.


"Hem ! Si cantik akhirnya jatuh cinta juga ya !" goda mami Vera.


"Begini darling, bagi orang lain mencintai suami orang itu salah ! Tapi bagi anak mami yang cantik dan manjalita tidak ada yang salah, kamu boleh mencintai siapapun meskipun itu suami orang ! Kalau bisa kamu harus merebut dan menjadikannya milikmu satu - satunya agar kamu tidak pernah merasakan sakit hati lagi !" ucap mami Vera kemudian.


"Kalau butuh bantuan mami bilang saja ! Mami siap melakukan apapun untuk hal ini ! Meskipun harus melenyapkan orang lain dari dunia ini !" lanjutnya.


"Pokonya seluruh isi dunia ini milikmu ! Kamu tidak boleh merasakan penderitaan itu lagi !" Sesaat mami Vera teringat pada masa lalu Feby yang telah menderita ditelantarkan oleh orangtua kandungnya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2