WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN

WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN
PENAMPILAN YANG BURUK


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Feby telah selesai membersihkan tubuhnya, tibalah waktunya untuk bersolek.


Ia pun mengenakan pakaian yang telah dirobek - robeknya tadi.


"Hahahaha ! Penampilanku lucu sekali !" Sesaat ia tertawa lebar ketika menyaksikan pakaian yang dikenakannya robek seperti pakaian orang - orangan sawah yang menakuti burung - burung pemangsa padi.


"Nah, sekarang tinggal berdandan !" ucap Feby, sembari mengambil alat make up miliknya, lalu merias wajahnya dengan perasaan riang gembira.


Limabelas menit telah berlalu, ia telah selesai merias wajahnya dan menata rambutnya.


Jam di dindingpun telah menunjukkan pukul dua siang hari. Sudah satu jam lamanya ia membenahi dirinya, tibalah waktunya untuk menunggu kedatangan Edo.


Tiba - tiba


Beepp.. Beepp..


Sebuah panggilan dari Edo pun datang tepat pada waktunya. Tanpa menunggu waktu lama, Feby lansung menjawab panggilan tersebut.


"Ya ?!" ketus Feby.


"Aku sudah dibawah !" ucap Edo, membuat Feby bergegas menuju jendela kaca untuk memastikannya.


Benar saja, Edo telah berada dibawah dengan pakaian yang rapi dan penampilan begitu mempesona. Seluruh mata tampak memandang dirinya yang begitu tampan, bahkan para ibu - ibu turut mengagumi ketampanan Edo yang menyilaukan.


Mobil mewahnya terparkir jelas disana membuat para lalaki yang berada disana seketika merasa tersaingi.


Edo tampak berdiri tegap disamping mobil mewahnya, di dampingi oleh kedua pengawalnya yang mengenakan seragam kemeja lengan panjang berwarna hitam.


"Mau sok keren ya ?" guman Feby, lalu bergegas turun kebawah, namun sebelum itu, ia harus memakai sepatunya terlebih dahulu.


Sesaat pandangan matanya tertuju pada sepatu hak tinggi berwarna hitam yang tersusun rapi disana, ia juga menyaksikan sepatu hak tinggi berwarna kuning yang terpajang rapi diantara sepatu - sepatu lainnya.


"Aku pakai sepatu ini saja !" ucapnya sembari tersenyum kecil, lalu mengambil sepatu berwarna kuning dan sepatu berwarna hitam.


Tanpa rasa ragu sedikitpun, ia memakai sepatu berwarna hitam itu di kaki sebelah kanannya, sedangkan sepatu berwarna kuning dikenakannya pada kaki sebelah kirinya.


"Hahaha ! Hari ini aku akan membuatmu malu, laki - laki sialan !" ucap Feby sembari tertawa lebar.


"Tas ! Aku pakai tas ini saja !" Feby pun mengambil tas besar untuk dibawanya. Tas tersebut hanya cocok dipakai untuk liburan karena dapat menampung pakaian sebanyak mungkin.

__ADS_1


"Nah begini sudah lengkap ! Rasakan pembalasanku Edo sialan !" ucap Feby, lalu bergegas menemui Edo.


Sepanjang jalan, seluruh mata menyaksikan penampilan Feby dengan tatapan aneh, namun itu tidak membuat Feby menghentikan langkahnya. Ia tetap berjalan lurus dengan penuh percaya diri.


Tak berapa lama Feby pun tiba dihadapan Edo dan para pengawalnya.


Seketika Edo dan yang lainnya tercengang menyaksikan penampilan Feby yang terlihat seperti wanita yang mengalami gangguan jiwa. Pakaiannya tampak compang - camping, sepatunya ada dua warna, serta riasan wajahnya yang terlalu menor layaknya seorang badut, dan rambutnya ditata seperti gunung lancip yang tinggi seakan ingin menyentuh langit.


"Siapa wanita itu ?" ucap salah seorang wanita yang berada disana.


"Mengapa orang gila bisa bisa berada di apartemen ini ?" ucap yang lainnya.


"Penampilannya sungguh merusak pemandangan !"


"Kenapa dia mendekati pria tampan itu ?"


Berbagai pertanyaan muncul diantara keramaian yang menyaksikan hal itu.


"Kenapa kau berpenampilan seperti ini ? Bukankah aku menyuruhmu untuk berpenampilan cantik ? Kita akan makan di restoran lho ?" kata Edo.


"Lho ? Memangnya kenapa dengan penampilanku ? Ini kan termasuk fashion, dan menurutku penampilan ini sangat bagus dan modis ! Kalau kau tidak suka, yasudah ! Lebih baik jangan bawa aku kesana, kamu pergi saja sendiri !" jawab Feby dengan santainya.


"Sepertinya wanita ini mencoba mengujiku ya ?" batin Edo.


Ia terdiam sesaat, ia tidak menyangka bahwa Edo tetap akan mengajaknya meski telah berpenampilan seperti wanita gangguan jiwa.


"Kenapa ? Kau malu ?" tanya Edo.


"Cih !" ketus Feby, lalu bergegas masuk ke dalam mobil mewah milik Edo.


Hal itu membuat seluruh mata yang memandang semakin tercengang, mereka tidak percaya dengan apa yang disaksikan saat ini. Rasanya kurang pantas lelaki sempurna seperti Edo berjalan bersama wanita yang sedang mengalami gangguan jiwa.


Tak lama mobil pun melaju.


Sementara itu ditempat lain, tampak Ronald sedang fokus berbicara dengan pak Andi tamu terhormatnya. Sudah satu jam lamanya mereka berbincang - bincang mengenai bisnis yang akan mereka jalankan secara bersama. Tampaknya Ronald ingin bekerja sama dengan pak Andi untuk membentuk satu perusahaan baru dengan bisnis yang berbeda dari perusahaan miliknya.


"Kalau bagitu, saya permisi dulu pak Ronald ! Semoga bisnis kita ini dapat terbentuk dan berjalan dengan lancar !" kata pak Andi dengan sopan.


"Amin pak Andi ! Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ! Saya sudah tidak sabar menantikannya !" jawab Ronald.

__ADS_1


"Hahaha ! Pak Ronald memang tipe pria pekerja keras ya ! Laki - laki seperti pak Ronald ini biasanya idaman para wanita lho !"


"Ah tidak pak ! Istri satu saja sudah cukup !"


"Wah ! Selain pekerja keras, pak Ronald juga termasuk suami yang setia ! Sangat luar biasa !"


"Ah pak Andi terlalu berlebihan sekali !"


"Yasudah, kalau begitu saya permisi dulu ya pak Ronald ! Masih banyak urusan yang harus diselesaikan !"


"Oh iya pak ! Mari saya antar sampai ke depan !"


“Ah tidak perlu repot – repot ! Saya lebih suka jika sekretaris pak Ronald yang mengantar ke depan ! Hehehe !” ucap pak Andi seraya melirik nakal kearah Sekretarisnya itu, membuat Sekretarisnya tersebut tersenyum tipis.


“Wah ! Sepertinya Sekretaris saya lebih menarik ya pak ?”


“Tentu saja ! Saya ini menyukai wanita bukan lelaki pak !”


“Hahaha ! pak Andi bisa saja !” jawab Ronald.


“Kamu tolong antar pak Andi sampai ke depan ya !” perintah Ronald kepada Sekretarisnya itu.


“Baik pak !” jawab Sekretarisnya itu.


“Mari pak ! Saya antar !” Sekretarisnya itupun lansung mengantar pak Andi menuju mobilnya yang terparkir rapi di depan kantor.


“Saya permisi ya pak Ronald” ucap pak Andi berpamitan.


“Oh iya pak, silahkan !” jawab Ronald singkat.


“Kamu manis sekali ! Boleh saya minta nomor telepon kamu ?” Tampaknya pak Andi mencoba merayu Sekretaris cantik itu sembari tetap berjalan.


“Boleh pak !” jawab Sekretaris tersebut sambil tetap melangkah keluar ruangan Ronald.


Akhirnya tinggalah Ronald seorang diri di dalam ruangannya, ia tampak lega karena kerjasamanya dengan pak Andi tampaknya berjalan lancar.


“Feby ?!” Seketika Ronald teringat pada Feby, satu jam lalu Ronald telah berjanji akan menemui Feby di apartemennya


Dengan cepat ia mengambil ponselnya yang terletak diatas meja kerjanya, rasa khawatir yang sempat hilang kini muncul kembali. Ia pun mencoba menghubungi nomor telepon milik Feby, namun sayangnya nomor telepon tersebut sedang tidak aktif. Hal itu membuat Ronald semakin khawatir.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, Ronald mengambil kunci mobilnya dan bergegas menuju parkiran, ia memutuskan untuk menemui Feby secara lansung di apartemen miliknya.


Bersambung..


__ADS_2