WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN

WANITA MALAM SIMPANAN CEO TAMPAN
BERTEMU DENGAN LUNA


__ADS_3

Di sebuah restoran mewah, tampak Feby dan Edo sedang duduk berhadapan. Seluruh pengunjung restoran tampak tercengang menyaksikan penampilan Feby yang begitu aneh, bahkan para pelayan restoran pun turut tercengang dibuatnya.


“Kenapa semua orang melihatku ya ?” batin Feby, seketika ia merasa malu dengan penampilannya.


“Kenapa dia tidak merasa malu sama sekali ?” batin Feby lagi sembari menyaksikan Edo yang membaca buku menu restoran.


“Kamu pesan apa ?” tanya Edo, mengagetkan Feby.


“Terserah ! Lagi pula aku tidak memiliki nafsu makan sama sekali !” jawab Feby ketus.


“Kalau begitu, aku pesan menu yang sama saja denganku ya ?” kata Edo, lalu memanggil pelayan.


Tanpa menunggu waktu lama, seorang pelayan wanita datang menghampiri meja mereka, sesaat tatapan matanya tertuju kepada Feby, membuat Feby semakin tidak percaya diri dengan penampilannya sendiri.


“Kenapa kamu terlihat gelisah seperti itu ? Apa rasa percaya dirimu yang tinggi itu sudah hilang ?” tanya Edo, sesaat setelah pelayan itu pergi.


“Ha ? Gelisah ? Itu hanya perasaanmu saja ! Sejujurnya aku sangat percaya diri dengan penampilanku ini ! Membuatku semakin cantik dan mempesona !” jawab Feby, ia berusaha menyembunyikan perasaan malunya dari Edo.


“Mama ! Lihatlah rambut kakak itu ! Lucu sekali, seperti gunung yang ada di buku gambar !” Tiba – tiba terdengar suara seorang gadis kecil dari arah belakang Feby sembari menunjuk rambut Feby dengan jemari telunjuknya.


Deg !!


Seketika Feby tercengang, ia tidak menyangka seorang anak kecil akan berkata seperti itu. Rasa malunya pun semakin besar, ini tidak seperti yang direncanakannya tadi. Kini ia berusaha menyembunyikan wajahnya dari pandangan mata para pengunjung.


“Hahaha ! Kenapa kau menyembunyikan wajahmu itu ! Bukankah penampilanmu sangat menarik ?” kata Edo tertawa lebar, membuat Feby sedikit merasa jengkel.


“Mama ! Sepatu kakak itu juga berbeda –beda warna !” kembali terdengar suara gadis kecil tersebut, membuat sepasang bola mata Edo seketika mengarah kepada gadis kecil tersebut.


“Gadis kecil itu seperti tidak asing !” batin Edo sembari berusaha mengingat tempat ia bertemu dengan gadis kecil tersebut.


Namun tiba – tiba saja ia teringat pada foto yang dikirim oleh salah satu anak buahnya yang bertugas mencari informasi tentang Ronald.


“Ternyata benar tidak asing ! Gadis kecil itu adalah anak dari Ronald ! Berarti wanita yang berada dihadapannya itu adalah istri Ronald !” batin Edo.


“Bela, tidak boleh seperti itu sayang ! Tidak sopan !” ucap Luna dengan lembut kepada Bela.


“Mama lihat saja sendiri ! Sepertinya kakak itu adalah seorang badut ma !” kata Bela.


Sesaat Bela menoleh kearah belakang, secara bersamaan Luna juga menoleh kearah Feby, membuat sepasang bola mata mereka saling bertemu.


“Ternyata benar, penampilan wanita ini aneh sekali !” batin Luna ketika menyaksikan penampilan Feby.

__ADS_1


“Wajah wanita ini seperti tidak asing !” batin Feby, sepertinya ia tidak menyadari bahwa Luna adalah foto isteri Ronald yang selalu dipandangnya pada saat ia tinggal dirumah Ronald selama satu bulan.


“Maafkan anak saya mbak ! Nanti saya akan tegur !” ucap Luna kepada Feby dengan perasaan bersalah.


“Ti..tidak apa – apa kog mbak ! Namanya juga anak kecil ! Hehehe !” jawab Feby cengengesan sembari menahan rasa malunya.


“Menarik sekali ! Kedua wanita Ronald berada disini tanpa saling mengenal satu sama lain !” batin Edo ketika menyaksikan Luna dan Feby saling berbicara.


“Kenapa kau tersenyum ? Ada yang lucu ?” kesal Feby kepada Edo.


“Lucu ! Pemandangan ini memang sangat lucu !” jawab Edo sembari tersenyum kecil.


“Permisi pak !” Seketika seorang pelayan wanita telah datang sembari membawa menu makanan yang telah dipesan Edo sebelumnya.


Sementara itu, di meja sebelah tepat berada dibelakang tubuh Feby, tampak Luna sedang melakukan video call dengan Ronald.


“Lagi dimana sayang ?” tanya Ronald kepada Luna.


“Lagi makan diluar sama Bela, habisnya bosen dirumah terus !”


“Yasudah aku kesana sekarang ya !” Ronald yang tidak menemukan Feby di apartemennya memutuskan untuk bertemu dengan Luna isterinya.


“Kebetulan hari ini sedang santai, jadi tidak begitu banyak pekerjaan sayang !”


“Itu Papa ya ma ?” teriak Bela, membuat Edo dan Feby dapat mendengar suara gadis kecil tersebut.


“Bela ! Tunggu papa ya ! Papa mau kesana nih !” ucap Ronald kepada Bela.


“Papa benaran mau kesini ?”


“Beneran dong sayang ! Ini papa mau kesana !”


“Oh yaudah ! Papa hati – hati di jalan ya !” ucap Bela dengan manjanya.


“Yaudah ya sayang ! Kamu hati – hati dijalan ya !” kata Luna.


“Iya sayang !” jawab Ronald, lalu mematikan teleponnya.


Sementara itu


“Ronald akan kesini ?” batin Edo.

__ADS_1


“Bagus sekali ! Aku ingin tahu seperti apa reaksi Feby setelah melihat Ronald bersama isteri dan anaknya” batinnya lagi.


“Aku akan keluar negeri selama dua tahun ! Jadi kemungkinan besar kita tidak akan bisa bertemu selama itu !” ucap Edo kepada Feby.


“Siapa yang peduli ?! Kau mau pergi dua tahun keg, tiga tahun, atau selamanya, aku tidak akan peduli sama sekali !” ketus Feby.


“Tetapi aku akan tetap mengawasimu meskipun aku berada diluar negeri !”


“Kau memang sudah gila ! Aku buka pasanganmu dan bukan isterimu jadi kau tidak ada hak untuk mengawasi dan mengaturku !”


“Siapa bilang aku tidak ada hak ? Aku sudah menjadikanmu wanitaku ! Jadi aku harap kau menjaga perilakumu ! Aku tidak ingin mendengar kau melayani banyak lelaki termasuk Ronald !” ucap Edo.


“Aku akan berhenti mengirimkan uang kepadamu jika terdengar kabar bahwa kau sedang bermain bersama lelaki lain ! Paham kan cantik !” ucapnya lagi dengan lembut.


Tiba – tiba


“Papa !” teriak Bela, membuat Feby dan Edo secara spontan menoleh kearah Bela.


Deg !


Seketika Feby terkejut ketika mendapati Ronald sedang menghampiri wanita yang baru saja berbicara dengannya yaitu Luna.


“Halo sayang !” Ronald menyambut putrinya dengan hati gembira.


Sesaat hati Feby terasa sakit seperti disayat – sayat oleh ribuan benda tajam, ia merasa cemburu menyaksikan Ronald yang terlihat begitu mesra dengan isteri dan anaknya. Ingin rasanya ia menangis dan mengungkapkan perasaan cemburunya kepada lelaki yang dicintainya yaitu Ronald, namun ia tidak ada hak untuk berkata seperti itu. Dengan terpaksa ia harus menerima dan menahan rasa sakit itu.


“Papa ! Ada kakak aneh duduk di dekat mama lho !” kata Bela kepada Ronald, membuat Feby seketika memalingkan wajahnya sedangkan Edo sedari tadi tampak tersenyum kecil menyaksikan tingkah laku Feby.


“Bela gak boleh begitu ya ! Gak sopan !” ucap Luna.


Sesaat tatapan mata Ronald tertuju pada wanita yang telah ditunjuk oleh Bela, yaitu Feby.


“Lelaki itu, bukannya yang bersama Feby kemaren ya ?” batin Ronald.


“Iya benar sayang ! Bela tidak boleh begitu ya ! Yasudah kita makan dulu ! Udah makan belum ?” kata Ronald kemudian kepada Bela.


“Sudah dong papa !”


“Yah papa terlambat dong ! Kalau begitu temani papa makan ya !”


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2