Wanita Samaran Untuk Dokter

Wanita Samaran Untuk Dokter
Membawamu Pulang Ke Rumah Daddy


__ADS_3

“Hey, anak kecil, sedang apa di sini?” 


Aika menatap wanita yang baru saja menyapa dengan mimik takut-takut. Seorang wanita berbadan besar dengan pakaian kumal, rambut keriting, mata bulat dan kulit cokelat gelap. 


“Aku mau pulang ke rumah daddyku,” jawab Aika sambil menahan tangis. 


“Pulang ke rumah daddymu? Memangnya daddymu tinggal di mana?” Ia menatap gadis kecil itu dari ujung kaki ke ujung kepala. Dari seragam sekolah, tas dan sepatu yang dikenakan, ia meyakini bahwa anak ini pasti berasal dari kalangan atas. Mungkin sedang terpisah dari orang tuanya.


“Hey, aku bertanya di mana rumah daddymu?” tanyanya sekali lagi, saat Aika tak kunjung menjawab dan hanya menangis. 


“Aku tidak tahu. Aku mau pulang ke rumah daddyku. Aku mau pulang! Daddy, jemput aku, daddy!” Tangis Aika semakin menjadi-jadi. Membuat wanita itu melirik ke kanan dan kiri demi memastikan tak ada yang melihat mereka. 


Ia bisa saja dituduh berbuat jahat jika sampai ada yang melihat.


“Sttt! Diam! Kau mau bertemu daddymu, kan?” 


Dalam tangis, Aika menganggukkan kepala. 


“Kalau begitu jangan menangis! Aku akan membawamu untuk bertemu daddymu. Diam, ya!” Ia duduk di samping gadis kecil itu dan memeriksa tubuhnya. Senyum terlukis di sudut bibirnya tatkala melihat sepasang anting yang melekat di daun telinga Aika.


“Wah, anting ini pasti sangat mahal,” tambahnya dalam hati. Ia dapat menebak harga perhiasan tersebut bernilai jutaan rupiah.


“Siapa namamu, Nak?” tanyanya, melembutkan suara.


“Namaku Aika Sakura.” Suara Aika terdengar tersendat-sendat.

__ADS_1


“Apa kau orang Jepang?” 


Tentu saja pertanyaan itu tak dimengerti oleh Aika. Gadis kecil itu hanya menggeleng sebagai jawaban. 


“Dari namamu kau seperti orang Jepang. Tapi ... ah, tidak, tidak! Kau pasti bukan orang jepang. Wajahmu lebih mirip orang Turki.” Ia membelai puncak kepala Aika. “Aku akan mengantarmu pulang. Tapi ada syaratnya. Berikan antingmu padaku. Mengerti?” 


Lagi, Aika menjawab dengan anggukan kepala. Membuat wanita itu tersenyum lebar. Kemudian perlahan melepas sepasang anting dari daun telinga Aika. 


“Apa kau sedang lapar? Aku punya roti di dalam tasku.”


Wanita itu langsung merogoh tas lusuh miliknya, lalu ia berikan sepotong roti kepada Aika. Benar saja, Aika langsung melahap sepotong roti pemberian wanita itu. 


“Haus!” cicit Aika. Merasakan tenggorokannya kering sejak tadi. Sebab botol air minum di dalam tasnya sudah kosong.


Setelah melepas lapar dan dahaga, wanita itu kembali melirik ke kanan dan kiri. Hari hampir gelap dan jalanan tempat mereka berada sekarang lumayan sunyi. 


“Ayo, ikut denganku. Aku akan membantu mencari daddymu.” 


"Apa Tante tahu di mana daddyku?"


"Tentu saja aku tahu."


"Apa Tante bisa menelepon Daddy untuk menjemputku di sini?"


"Aduh, aku tidak punya ponsel. Tapi aku akan segera menghubungi daddymu. Sekarang ayo, ikut aku!"

__ADS_1


Aika menuruti saja keinginan wanita itu. Dengan harapan bisa segera pulang ke rumah daddynya. Ia merasa sangat ketakutan di sana.


"Kalau begitu ganti bajumu dulu, ya."


Sebelum membawa Aika ikut dengannya, wanita itu lebih dulu mengganti pakaian Aika dengan pakaian lusuh dan kedodoran yang ia simpan di dalam tas miliknya. 


Kemudian menggandeng tangan Aika meninggalkan jalanan sunyi itu.


“Lumayan, anak ini bisa membantuku untuk mendapatkan uang di jalan,” ucapnya dalam hati. 


...**...


...** ...


...**...


Yang sabar ya gaes. Karya ini tuh, memang konfliknya agak berat. hihihi.


Jangan lupa mampir juga ke karya temanku yang satu ini yesss.


Judul : Mengejar Cinta Mantan


Author : Rini Sya


__ADS_1


__ADS_2