Wanita Samaran Untuk Dokter

Wanita Samaran Untuk Dokter
Memahami Bahwa Mereka Kembar


__ADS_3

Hampir saja Rafli menyemburkan tawa. Pikiran polos Aika terasa sangat menggemaskan baginya, hal itu membuat Rafli harus hati-hati dalam menjelaskan sesuatu.


“Bukan memakan, Sayang. Tapi saat itu Aika masih bayi dan sangat lemah. Karena itu mommy melindungimu di dalam perutnya.”


Rafli membuka lembar selanjutnya. Di mana Aika sudah terlahir dan berada dalam pangkuan Arumi. Di salah satu foto terlihat Arumi sedang menciumi pipi bayi kecil. Aika sampai berulang-ulang menanyakan apakah bayi dalam foto itu adalah dirinya.


“Lihat kan, tubuhmu sangat kecil. Karena itu mommy perlu melindungimu. Mommy sangat sayang kepada Aika. Dia memeluk dan selalu menjagamu.”


Aika masih berusaha mencerna ucapan daddynya. Ia terlihat bingung, tetapi masih menatap foto satu persatu.


“Tapi kenapa mommy berubah jadi jahat, Daddy?”


"Bukan mommy yang jahat, Nak."


Rafli kembali mengulas senyum. Sekarang ia membuka ponsel dan menunjukkan foto sepasang anak kembar perempuan yang diambilnya dari internet.


“Lihat foto ini!”


Aika memperhatikan dua anak yang sama persis di dalam foto. Baik wajah, rambut, bentuk tubuh maupun pakaiannya sama persis.


“Siapa ini, Daddy?” Aika menunjuk dua anak di ponsel daddynya. Membuat Rafli menarik napas dalam.

__ADS_1


“Mana kutahu, Nak!” ucap Rafli dalam hati. Memberi penjelasan kepada anak kecil memang butuh kesabaran ekstra.


“Itu adalah sepasang anak kembar yang memiliki wajah sama persis. Tapi keduanya adalah orang yang berbeda.”


“Kenapa wajah mereka sama?”


“Itu lah yang dinamakan kembar. Mereka lahir dari ibu yang sama secara bersamaan.”


“Dan mommymu kurang beruntung, Nak. Ya, dia memiliki saudara kembar yang sangat jahat seperti penyihir tua dalam negeri dongeng.” Lagi, gerutuan panjang itu hanya Rafli ucapkan dalam hati. Sekarang ia malah merasa ingin menggigit Aika saking gemasnya.


“Itu sama seperti mommy. Mommy memiliki saudara kembar yang wajahnya sama persis. Tapi mereka adalah dua orang yang berbeda. Mommy Arumi sangat baik dan dia sangat sayang padamu. Mommy Arumi inilah yang melahirkanmu, bukan Mommy Yuna.”


“Apa mommy benar-benar sayang padaku?”


"Apa mommy yang datang menjemputku di sekolah itu Mommy Arumi?"


"Iya, Nak. Mommy sengaja menutup wajahnya dengan cadar supaya kamu tidak takut."


Sedikit demi sedikit Aika mulai paham dengan ucapan daddynya. Ia bahkan sudah berani membuka lembar foto sampai halaman terakhir.


“Lalu di mana mommyku, Daddy?”

__ADS_1


“Kamu mau bertemu dengannya?”


Aika terdiam sejenak. Bibirnya mengatup rapat seolah ragu untuk menjawab pertanyaan daddynya.


*


*


*


Arumi menyeret kopernya keluar kamar. Setelah pembicaraan panjang, Mom Riana tak berhasil membujuknya. Bahkan wanita itu sudah melakukan drama terbaiknya seperti permintaan Rafli untuk mencegah kepergian Arumi. Tetapi, kenyataannya semua usahanya gagal. Ia hanya terisak-isak melihat Arumi berjalan menuju pintu dan meletakkan kopernya di sana.


Mom Riana bahkan sempat berpikir akan pura-pura pingsan. Tetapi, mengingat bahwa Arumi adalah wanita yang cerdas, ia mengurungkan niat konyolnya itu dan berharap Rafli segera datang.


“Pikirkan lagi, Arumi. Kalau tidak untuk Aika, bertahanlah demi Rafli. Kalian berdua adalah korban keegoisan Yuna.”


“Maafkan aku, Bu. Aku pasti akan kembali nanti. Untuk sekarang aku butuh suasana baru dan lingkungan baru. Terlalu banyak luka yang tidak bisa kusembuhkan di sini.”


Keduanya saling memeluk. Arumi dapat merasakan betapa Mom Riana tak rela melepas dirinya. Tetapi semua ini demi kebaikan Aika, dan Arumi akan melakukan apapun demi putrinya.


“Terima kasih karena Ibu sudah percaya padaku saat tidak ada seorang pun yang percaya. Aku pergi. Aku akan menitipkan putriku sekali lagi.”

__ADS_1


Tak menunggu lama, Arumi meraih gagang koper. Namun, saat membuka pintu langkahnya seketika terhenti. Dalam hitungan detik bola matanya melelehkan kristal bening melihat sosok yang berdiri di ambang pintu.


...***...


__ADS_2