
tak terasa waktu sudah menunjukan jam 10 keluarga putra sudah pulang,lofa yang tengah membantu kakak iparnya beres beres sisa acara tadi umi sedang mencuci piring bekas tadi,di rumah lofa yang besar itu umi hanya mempunyai seorang pembantu saja yaitu mba usi,itu pun cuma di pagi hari sampai siang pasalnya mba usi cuma bantu beres rumah saja, urusan masak umi mengerjakannya sendiri dan kebetulan siang hari mba usi harus pulang cepat karena anaknya sedang sakit, jadi mba usi tidak sempat bantu bantu lagi
sementara itu di ruangan depan ada abi, zaqif
dan zarul yang masih ngobrol yang tentunya membicarakan tentang bisnis setelah selesai lofa langsung pergi ke kamar untuk mandi soalnya dia merasa lengket karena habis beres beres setelah keluar dari kamar mandi dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil terlentang iya mengangkat tangannya dan mengamati cincin berlian pemberian dari mama diana
masha allah sungguh indah rencanamu,mudah mudahan dialah jodohku mudah mudahan dialah laki laki yang engkau siapkan untukku laki laki yang siap membimbingku yang insya allah sampai ke surgamu nanti," batin lofa
Begitu lama lofa mengamati cincin itu sampai sampai ia pun tertidur
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
*di kamar putra*
tak kusangka ternyata aku melamarnya, melamar bocah yang dulu tomboy, cengengesan, cengeng jahil tapi dulu aku juga suka dia, apalagi dengan matanya yang bulat dan bulu mata yang lentik, pantas saja kalau aku melihat matanya seperti mengingatkanku pada seseorang dan ternyata benar itu dia, dan sekarang menjelma menjadi sosok seorang gadis yang berpenampilan syar'i becadar pula badan tinggi semempai bak model tapi manja dan cengengnya masih sama tapi aku tak mengenalinya waktu pertama kali bertemu dia sekarang banyak mengalami perubahan"gumam putra
mudah mudahn saja semua berjalan dengan lancar," ucap putra
putra termenung sesekali dia tersenyum mengingat awal² pertemuan dia dengan lofa dan sepertinya putra mulai melupakan sely kekasihnya itu yang menghilang entah kemana terakhir kali putra telpon sely waktu putra pulang dari london dan setelah itu ia tidak dapat menghubunginya lagi
hari semakin larut dan jam sudah menunjukan pukul 12 malam tapi putra masih menghadap layar laptop nya dia masih mengerjakan proyek yang di berikan papa kemarin ,dia masih mengamati dan mengecek data datanya karena putra masih merasa ada yang ganjal akan proyek itu,setelah selesai putra langsung menutup laptopnya dan kembali ke kasur dan beristirahat dan tak butuh lama putra langsung tertidur pulas
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
langit sudah memancarkan sinarnya di rumah lofa tampak sudah bersiap siap untuk pergi ke kantor di meja makan hanya ada ummi, dua kakak iparnya dan dua keponakannya,
loh abi, kak zaqif dan kak zaqif kemana?," tanya lofa
mereka sudah berangkat sayang, abi dan kak zaqif pergi ke singapura tadi subuh, dan kakakamu zarul ada tuh di depan lagi menemani seseorang ," jawab ummi
hah seseorang siapa umi apa sudah ada tamu sepagi ini?," tanya lofa sambil mengambil roti
ada itu calon suami mu," jawab kak naura
uhukkk
ukhukk
lofa tersedak karena kaget, kalau putra datang ke rumahnya,
appa, apa iya sepagi ini dia datang, mau apa dia kak?," tanya lofa panik ,salah tingkah dan bingung harus ngapain
wow wow wow santai dulu cantik kenapa kalang kabut gitu sih adek kaka ini ya,menggemaskan sekali kalau panik gini," ucap kak naura sambil memberikan segelas susu ke lofa
ih kakak ini aku belum siap buat ketemu dia kak,aku malu," rengek lofa dengan ekspresinya yang panik
__ADS_1
haahhaa kamu ini santay dek wong dia cuma mau ketemu abangmu kok," timpal anis mengulum senyumnya yang tak habis pikir dengan sifat manja adik iparnya itu
iya ih geer sekaleehh kamu dek orang putra mau ketemu sama zarul kok," ledek naura sambil tersenyum senyum melihat wajah lofa yang kini merah merona karena malu, umi pun tersenyum melihat kelakuan anak dan menantunya itu,
iih kak anis sama kak naura jahat deh kok gitu sih sama lofa ahh kan lofa malu," ujar lofa yang masih tertunduk malu karena terus di goda oleh kedua kaka iparnya
iya iya maaf ya adek ku sayang," ucap naura
jangan ngambek ah nanti cantiknya luntur loh," ucap kak anis menimpali
sudah sudah ayo habiskan dulu makannya nanti lanjut ngobrolnya," ucap umi
iya umi," sahut lofa
tak lama kemudian lofa pun beres sarapan dan lofa pamit untuk pergi ke kantor dan bersalaman dengan umi dan kakak iparnya sebelum sampai teras depan lofa sempat berhenti sebentar dan menyingkap gorden sedikit dan mengintip apa putta dan zarul sudah pergi atau belum dan ternyata zarul dan putra masih ada dan masih ngobrol
lofa menghela nafas panjang dan siap untuk pergi tapi dia bingung harus ngapain ketika sampai di depan
huuufffttt,,, bismillah," ujar lofa sambil melangakahkan kakinya
ketika lofa sampai di depan putra menyadari kedatangan lofa dan langsung tersenyum dan menyapa lofa
eh ,,assalamualaikum," ucap putra
waalaikumsalam mas, kak," jawab lofa sambil tertunduk
iya," jawab lofa singkat
sendiri, atau sama supir?," tanya zarul
sendiri kok kak," jawab lofa
kalau gitu aku antar saja ya," tawar putra
ehh gak usah mas ga apa apa lofa berangkat sendiri,merepotkan lagian gak baik kita berduaan kan bukan mahram mas," ucap lofa menolak tawaran putra
eh iya, gini aja mas anterin kamu tapi pake mobil masing masing ya mas kawal aja dari belakang lagian kantor lofa kan searah kalau dari sini sama kantor mas," ujar putra
iya mending gitu dek lagian kaka khawatir kalau kmu sendirian berangkat ke kantor," ucap zarul
emmh ya udah kalau gitu," jawab lofa pasrah
kak aku berangkat dulu ya, assalamuakaikum" ucap lofa pamit sembil mencium tangan kakaknya dan pergi ke dalam mobilnya
iya waalaikumsalam," zarul
__ADS_1
bro gue berangkat ya, semoga rencana kita berhasil," ucap putra
iya,doain saja yang terbaik, dan gue titip adek gue ya jangan sampe kenapa² ," jawab zarul
siap laksanakan ,assalamualaikum pak dirut,"ujar putra sambil pergi menuju mobilnya megikuti mobil yang di kendarai lofa
waalaikumsalam,hati hati tuan CEO jaga adek gue," seru zarul
di perjalanan yang sudah mulai ramai lofa melaju kendaraannya dengan santai saat di tengah perjalanan tiba² lofa menepikan mobilnya ke pinggir karena merasa ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada mobilnya, setelah lofa keluar dan ternyata ban mobilnya kempes, putra yang dari tadi mengikutinya pun ikut berhenti dan keluar dari mobil untuk melihat keadaan lofa
kenapa," tanya putra
ini ban mobil nya kempes mas,mana aku ada rapat lagi gimana ini,"jawab lofa bingung
sudah ayo masuk mobil aku saja nanti aku suruh jefri untuk mengurusnya," ujar putra
ga apa apa mas aku naik taxi aja," ucap lofa
jangan naik taxi,zarul sudah mengamanatkanmu padaku jadi ayo berangkat denganku saja,"putra
tattapi mas,"lofa bingung dengan situasinya saat ini
sudah ayo, tadi katanya ada rapat nanti kamu telat loh,kamu takut ya kita berduaan, tenang saja aku ga akan macam² ko lagian ini kan darurat ya kan," ucap putra
dengan segala bujukan akhirnya dengan berat hati lofa pun berangkat dengan putra di sepanjang perjalanan mereka tidak bicara satu katapun putra tetap fokus menyetir dan lofa duduk tertegun di sisi putra
tak lama kemudian mereka pun sampai di kantor lofa, dan lofa langsung turun dari mobil
terima kasih banyak, mas sudah antar saya," ucap lofa
sama² nanti mobil kamu jefri yang bawa je bengkel ya," jawab putra
gak usah mas, merepotkan," lofa
engga ko mana kuncinya ," putra
ini mas," lofa sambil memberikan kunci mobilnya ke putra
dan putra pun pergi menuju kantornya saat di lobby kantor lofa di sambut oleh novi asistennya
selamat datang maaf bu anda sudah di tunggu sama pak irfan,dan yang lainnya bu" ucap novi
baik maaf saya telat ya nov," jawab lofa
tidak apa apa bu," ujar novi
__ADS_1
mereka pun pergi bersama ke ruangan rapat lofa di sana sudah di tungu oleh pak irfan dan kliennya yang lain sesampai disana lofa lansung saja membuka rapatnya
BERSAMBUNG...