
tak terasa hari sudah malam ummi ina dan lofa baru saja pulang di jemput oleh abinya lofa di karenakan sudah malam abi rahman tidak mengizinkan lofa untuk mengendarai mobil malam malam dan mobil lofa di simpan di rumah putra setelah menghantar kepergian keluarga calon besannya papa bahar menepuk pundak putra yang membuat putra sedikit merasa terkejut
cckk papa ada apa pap?, " tanya putra
enggak, ayo masuk jangan melamun di situ papa mau bicara sama kamu, " jawab papa bahar
iya pap siapa juga yang melamun papa ini ada ada aja ," gumam putra namun masih terdengar oleh papa nya
eeleeh bilang aja iya apa susahnya sih atau kamu rindu ya sama lofa, baru aja di tinggal beberapa menit udah rindu, " goda papa dan melenggang pergi masuk ke dalam rumah putra hanya menarik sudut bibirnya karena memang benar entah kenapa dia merasakan perasaan yang aneh begitu dekat dengan lofa sebari mengikuti langkah papanya
sini papa mau bicara, " ucap papa sambil duduk di kursi panjang di ruangan keluarga putra pun menghampiri nya dan duduk di sebelah papa bahar
put papa dan abinya lofa sudah setuju kalau pernikahan kamu itu di percepat 2 minggu lagi kamu akan segera menikah dengan nya, " ungkap papa bahar
haahh yang benar pap kok di percepat sih?, " tanya putra heran namun sebenarnya putra bersorak gembira karena tanpa dia berbicara papanya sudah mempercepat pernikahannya
abi rahman tidak ingin berlama lama kalau sudah merasa cocok satu sama lain kenapa harus menunggu lama, toh kamu juga yang senang kan, hemm?, " jawab papa bahar sebari menarik turunkan alisnya
heheh, iya juga sih tapi lofa juga sudah tahu dong kalau pernikahannya di percepat?, " tanya putra
iya dia sudah tahu mana mungkin abi rahman tidak memberi tahunya," jawab papa
oo kata putra hanya ber oo ria saja
..
.
.
..
di rumah lofa
lofa baru saja sampai di rumahnya ummi dan abi nya masuk kamar langsung begitu juga dengan lofa yang malangkah naik keatas menuju kamarnya lofa menghempaskan tubuhnya di atas ranjang ia menatap langit langit kamarnya netra nya bekaca kaca mengingat ucapan abinya tadi yang masih menggema di telinganya
ya allah semoga ini adalah jalan yang terbaik buat hamba apa mas putra sudah mengetahuinya apa dia setuju?, " tanyanya dalam hati
tek lama terdengar ponsel miliknya berdering lalu lofa mengambil benda pipih itu dan menekan tombol hijaunya
assalamualaikum , " sapanya lembut
waalaikumsalam sedang apa,sudah sampai rumah?, "sahut putra
...engga lagi ngapa ngapain, sudah ko mas,ada apa mas?, " tanya lofa kembali...
engga cuma mastiin aja, hhee, " jawab putra kikuk
__ADS_1
setelah itu mereka kembali diam,merasa mode hening terjadi dan sepertinya lofa juga masih canggung akhirnya putra pun kembali membuka suara
emhh mas mau nanya boleh?, " tanya putra sedikit ragu
iya mas boleh, " jawab lofa
kamu sudah tahu kalau pernikahan kita di percepat?," tanya putra lagi
iya mas, sudah, " jawab lofa
apa kamu tidak keberatan, kamu ikhlas, kamu mau kan?tanya putra lagi secara beruntun
insha allah mas lofa ikhlas, " jawab lofa
alhamdulilah, mas pikir kamu gak mau kalau pernikahannya di percepat," ucap putra
kenapa gak mau sih mah sekarang atau pun nanti juga sama aja kan," ujar lofa lembut
syukur kalau gitu, " ucap putra lega
iya mas, " jawab lofa
ya sudah kalau gitu mas tutup dulu ya telponnya , assalamualaikum, " ucap putra
waalaikumsalam, " jawab lofa
sementara lofa ia duduk disisi ranjangnya sembari menggenggam ponselnya lalu lofa beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah selesai ia langsung mengganti pakaian rumahan dan kembali merebahkan tubuhnya tak sampai lama saking lelahnya lofa langsung terlelap
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
putra syang bangun nak ayo solat subuh, "seru mama diana sebari mengetuk pintu dan yang di bangunkan sepertinya tidak menjawab dan masih terlelap mama diana pun memutuskan untuk masuk kedalam dan ternyata benar disana putra masih setia dengan bantal gulingnya mama diana menyingkabkan selimut yang menutupi tubuh putra mama melihat ada segelas air di nakas lalu mama diana mengambilnya dan mencipratkan air ke muka putra sontak saja putra sedikit kaget akan perlakuan ibunya itu, sayup sayup mata putra terbuka
mama apa apaan sih ko gitu sama putra,aku kirain tadi hujan beneran ternyata hujan lokal, " seru putra kesal
ya habisnya kamu susah bener di bangunin, dasar kebo,sepertinya emang bener keputusan papa buat nikahin kamu cepet cepet biar gak kebo kaya gini " ujar mama sebari beranjak keluar
ih mama tega bener ngatain anaknya sendiri kaya kebo, " gerutu putra
ayo putra cepet papa udah nunggu tuh," seru mama diana
iya iya mam cerewet amat sih ah, " kata putra sebari meraih handuknya dan masuk kamar mandi
mama diana yang melihat tingkah anaknya itu hanya menggelengkan kepala nya saja sesampainya di bawah mama diana menghampiri papa bahar dan yang lainnya yang sudah menunggunya di mushola dari tadi
loh mam bang putranya mana?, " tanya indah
ada nanti dia nyusul ko, " jawab mam diana
__ADS_1
tak butuh lama putra pun datang dan langsung saja mereka melaksanakan kewajibannya secara berjamaah sesudah selesai solat subuh, mama kembali ke dapur untuk masak seperti biasa sementara papa dan putra duduk di sofa depan tv
*di rumah lofa
ummi masak apa ?, " tanya lofa sembari menghampiri ummi nya
ini ummi sedang masak nasi goreng seafood buat sarapan , " jawab ummi
lofa bantu ya , " seru lofa
gak usah kan ada mba usi mending kamu antar ini ya ke abi , " suruh ummi sambil menyodorkan segelas susu dan biskuit di atas nampan
baik ummi, " ucap lofa sembari membawa nampannya dan menghantarkan pada abinya dan abi juga menyambut nya dengan antusias
faa jam berapa kamu ke butik?, " tanya abi
mungkin nanti agak siangan abi, " jawab lofa sembari lofa ikut menyandarkan tubuhnya di atas sofa samping abi
nak apa kamu benar benar ikhlas menerima nak putra sebagai suami mu?, " tanya abi spontan lofa tidak langsung menjawab pertanyaan abi nya ia terdiam sejenak
insha allah lofa ikhlas abi, " jawab lofa
syukurlah nak abi sangat senang dan bahagia mendengarnya, " ungkap abi seraya mengelus pucuk kepala lofa
iya abi kalau abi dan ummi bahagia lofa juga bahagia karena kalian lah sumber kebahagiaan lofa, " ucap lofa dengan berkaca kaca
terima kasih ya nak, " kata abi seraya memeluk lofa
sama sama abi, " ucap lofa
setelah makanan siap merekapun sarapan dengan nasi goreng yang sudah di buat oleh ummi ina mereka sarapan dengan tenang tanpa bersuara selain tautan sendok dengan piring yang terdengar selepas sarapan dan membersihkan bekas sarapannya lofa langsung beranjak ke kamarnya meski sekarang libur ia ingin melihat pekerjaannya dan mengecek email yang sudah masuk lofa pun membuka laptopnya dan memulai pekerjaannya, tak terasa hampir satu jam lebih lofa berkutat dan fokus dengan laptopnya sampai umminya yang sedari tadi memanggilnya tidak terdengar oleh lofa
assalamualaikum anak ummi, " seru emmi ina
lofa !!! nak
nur neelofa alfatih binti abdurahman alfatih assalamaikum sayang, "bisik ummi lagi tepat di telinga lofa sehingga si empunya terkejut
astagfirullah ummi kaget lofa, " pekiknya
lagian kamu sih ummi panggil dari tadi gak nyaut ya udah itu cara ummi biar kamu mendengar ya kan, " ucap ummi sambil terkekeh
ada apa ummi sayang?," tanya lofa
nak kita kan mau ke butik kok belum siap siap nanti keburu putra sama mamanya kesini loh, " jawab ummi
iya ummi ini juga udah selesai," ucap lofa dan menutup laptopnya
__ADS_1
ya sudah ummi turun dulu ummi juga sekalian mau siap siap, " kata ummi dan melangkah keluar kamar lofa disana lofa tidak langsung ke kamar mandi lofa malah duduk di sisi ranjangnya kini netra nya tertuju pada ponselnya yang terletak di samping bantal, lofa pun meraihnya seketika lofa tersenyum mengingat pertama kali ia bertemu dengan sikapnya yang dingin bak kulkas dua pintu