
setelah melaksanakan solat magrib putra ternyata tidak langsung pulang ia kembali bercengkrama dengan zarul sampai tak terasa hari semakin malam dan jam sudah menunjukan jam 9 putra pu langsung pamit pulang zarul menghantarkan putra sampai di teras depan dan putra langsung pamit dari rumah calon mertuanya
meski hatinya sedikit berat meninggalkan rumah itu,teringin rasanya putra menginap di rumah lofa tapi apa daya itu belum saatnya
hemm rasanya aku gak sabar untuk menjadi bagian dari keluargamu faa,aku ingin sekali menemanimu apalagi dengan keadaanmu yang sekarang," gumam putra lirih sambil menyetir
putra tidak pulang kerumahnya melainkan pulang menuju rumah andris karena ia sudah memberi tahu andris kalau malam ini putra ingin tidur di rumah andris,putra melaju dengan kecepatan sedang dan tak lama kemudian ia sampai di tempat yang ia tuju yaitu rumah andris,
assalamualaikum," sapa putra
waalaikumsalam, brother dah sampai rupanya," jawab andris yang tengah duduk santai di atas sofa di ruangan tv seorang diri, putra pun menghampiri andris dan duduk di sampingnya, melihat putra datang andris menyuruh pelayan di rumahnya untuk membuatkan minuman untuk putra, mbok minah pun datang membawa minuman dan menghidangknnya,
eh dari mana sih, ko tumben pulang ke sini?," tanya andris
tadi dari rumah uminya zarul gue nemuin zarul disana," jawab putra
oh, kirain dari rumah calon mertua,"ucap andris sadikit mengoda putra
emang iya,kasian calon istri gue, jatuh di dapur,kakinya bengkak,"ujar putra dengan ekspresi datarnya
terus gimana keadaannya sekarang?," tanya andris
udah di urut katanya lumayan udah mendingan," jawab putra
dan putra pun menceritakan semua kejadian tdi sore andris pun manggut manggut mengerti
bentar tadi kan lo bilang zarul zaqif maksud lo apa iya,lo sama lofa itu yang dulu?" tanya andris dengan muka bingungnya
emang iya," jawab putra singakat
gue beneran gak salah denger nih, sumpah gue kaget kalau calon istri lo itu adik zarul beneran, wahh berarti itu cewe yang lo kagumi sejak dulu kan, gue kira lo bilang umi abi zarul,zaqif,orang lain tapi ternyata temen gue juga ya waktu dulu,?," ucap andris
yah mungkin ini kali yang dinamakan jodoh," ujar putra yang merebahkan tubuhnya di atas sofa dan ikut nonton tv bersama andris
woy malah rebahan,sanah bersih bersih dulu,mandi sanah," andris
nanti lah sebentar gue males ke kamar mandi," putra
__ADS_1
sejak kecil meraka berteman dan cuma andris yang tahu perihal perasaan kagum putra terhadap lofa, meskipun putra sering menjahili lofa,sifat tomboy dan cengengesan lofa yang membuat putra gregetan dengan lofa tetapi sebenarnya ia sangat kagum dan menyukai lofa tapi putra tidak mengungkapkan nya, terlebih putra masih anak anak saat itu,setiap hari setelah pulang sekolah putra dan andris selalu bermain di rumah zarul dan zaqif,dan itu menjadi kesempatan putra untuk bisa bermain juga dengan lofa
akan tetapi setelah mereka duduk di bangku SMA mereka ter pisah karena keluarga abi rahman harus pindah ke kota sebrang karena sesuatu keadaan terpaksa abi harus menjual rumahnya,tetapi setelah anak anak dewasa abi memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
lofa yang tengah sakit hanya bisa tiduran saja di atas kasur karena kakinya masih sakit, umi,kakak dan kakak iparnya senantiasa menjaganya dengan sepenuh hati
saat lofa hendak memejamkan matanya terdengar buyi dari ponsel lofa dan ternyata ada yang menelpon padanya tetapi dari nomor yang ia tidak kenal
ini nomor siapa ya?," tanya nya dalam hati lofa mengangkatnya
assalamualaikum," sapa lofa
waalaikumsalam," ucap seseorang di ujung telepon sana
maaf ini siapa ya?," tanya lofa
emmh ini aku putra,gimana kaki kamu?,"jawab putra
deg
deg
oh mas,lumayan mas udah agak mandingan,eh mas ko nomornya beda lagi, ganti ya?,"tanya lofa
yang kemarin nelpon itu asisten saya kamu hapus aja, cuma ini nomor saya," jawab putra
baiklah," ucap lofa
karena merasa canggung dan bingung harus ngomong apa lagi dan lofa sepertinya hanya diam putra pun menyudahi percakapannya dan menutup telponnya
ya sudah aku cuma ingin tahu keadaanmu saja,istirahatlah, assalamualaikum," ucap putra yang ingin menyudahi telponnya
oh,iya waalaikumsalam," jawab lofa dan menutup telponnya
padahal aku masih ingin ngobrol dengannya tapi kenapa lidah ini terasa berat sekali untuk berucap dan kenapa hati ini tidak bisa di ajak kompromi," gerutu putra kesal sendiri
__ADS_1
lofa yang sebenarnya senang karena putra menelponnya namun dia juga sama selalu kikuk jika berbicara, lofa membenamkan wajahnya ia pun tertidur
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
keesokan harinya seperti biasa putra yang tengah bersiap siap untuk berangkat kantor dan dia turun untuk sarapan di meja makan sudah ada andris yang sudah mulai makan,,
wihh udah makan aja gak nunggu gue nih?," ucap putra dan langsung duduk di depan andris mereka makan saling berhadapan
sudah ayo makan nanti telat, CEO itu jangan telat mulu kalau ke kantor," lanjut andris
ok bapak DIRUT," ujar putra sambil makan nasi gorengnya
mereka pun berangkat dengan mengendarai mobil masing masing
andris pergi ke kantor om bahar sedangkan putra ke kantornya, sesampainya disana andris hanya mendapati sekertarisnya om bahar saja karena om bahar sedang rapat ,andris memutuskan untuk menunggu di ruangan om nya, sekitar 30 menit andris menunggu akhirnya om bahar datang dengan asistennya,
assalamualaikum om," sapa andris dan menyalami om nya
waalaikumsalam,hey andris, keponakan om kapan kamu sampai dris," tanya om bahar dan merangkul andris
kemarin om, andris langsung menemui putra kemarin dan semalam putra tidur di rumah andris ,"jawab andris
oh gitu, pantesan kata tantemu putra ga pulang,ternyata dia dirumahmu tak kirain sepupumu itu tidur di rumahnya," ujar om bahar sambil terkekeh
oh iya katanya calon istrinya putra kemarin jatoh om, kakinya bengkak ," ucap andris
apa kapan?," tanya om bahar sedikit terkejut
katanya kemarin," jawab andris
kasian lofa, tapi kenapa rahaman tidak cerita ya soal anaknya," ujar bahar bingung
nanti saja aku ajak mama deh kesana buat lihat lofa," batin bahar
andris dan bahar berbincang bincang seputar bisnis memberitahukan kondosi dan keadaan perusahaan bahar yang andris kelola yang mulai meningkat meskipun sedikit demi sedikit om bahar nampak bangga dengan keponakannya yang bisa di andalkan
BERSAMBUNG,,.
__ADS_1
maaf buat semua author baru up soalnya masih banyak tugasπππ