
hari hari berikutnya lofa masih mendapatkan teror yang sama dan sering juga mendapatkan paket paket misterius hingga suatu hari lofa mendapatkan paket yang berisikan bangkai kucing sontak saja membuat putra naik pitam dan juga menyesalkan anak buahnya yang menurutnya lalai dan menerima paket yang misterius itu putra pun menyuruh agar apapun paket apapun barang yang di kirim kerumahnya harus di cek terlebih dahulu dan harus jelas asal usulnya kejadian itu pun sampai ke telinga abi rahman beliau pun sampai mengirim bodiguardnya ikut membantu siapa yang telah meneror anak dan menantunya namun semua usaha itu belum membuahkan hasil pasalnya orang yang meneror keluarga kecilnya lofa itu bukan orang sembarangan bahkan jepri dan anak buah yang di kerahkan putra pun belum bisa mengetahuinya
"sayang mas sepertinya nanti lembur tapi nanti sore aku jemput ya, " ujar putra sambil fokus ke jalan lofa melirik suaminya dan tersenyum
"iya mas, " jawab lofa
"ingat kamu jangan keluar sendirian harus ada yang nemenin aku gak mau terjadi apa apa dengan mu, " ucap putra sambil mengelus punggung tangan lofa
"iya mas, " jawab lofa lagi setelah mengantarkan istrinya ke kantor putra pun bergegas pergi menuju kantornya saat putra hendak duduk di kursi kebesarannya terdengar ketukan pintu dan ternyata itu jepri
"maaf tuan ini ada informasi yang saya dapatkan hari ini, " ujar jepri seraya menyerahkan tabletnya mata putra menyipit melihat foto seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik yang tengah menggandeng wanita di sebelahnya dengan tangan bertato bunga yang sepertinya ia tahu itu siapa
"sial, " upat putra kesal dia langsung meraih ponsel nya menelpon seseorang dengan cepat
"urus wanita itu jangan sampai kalian kehilangan jejak, " sarkas putra pada seseorang di ujung telepon dan langsung menutup teleponnya secara sepihak
"jep kamu susul dirga sekarang di markas, " titah putra dengan lantang dan di angguki asisten pribadinya itu berlalu pergi meninggalkan bosnya itu
"aku ikuti permainanmu nona, " sarkasnya dengan tersenyum simpul bak iblis
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
di lain tempat*
lofa tengah sibuk dengan pekerjaannya itu kini lofa sedang rapat dadakan dengan kliennya dari malaysia di sela sela aktivitasnya ponselnya berbunyi awalnya lofa mengabaikannya dikarenakan terus berdering ia pun mengangkat teleponnya dan ternyata yang menelponnya adalah putra
"halo assalamualaikum mas ada apa?," tanya lofa
"waalaikumsalam de kamu kenapa baru angkat teleponnya ?, " tanya balik putra khawatir
"maaf mas lofa sedang rapat nanti lofa telepon lagi ya," jawab lofa tidak enak karena ia sedang rapat
"oh mas di kantor kamu sekarang, " ujar putra santai
"engga, cepetan rapatnya ya, " ucap putra menginterupsi dan dengan santainya memunutup teleponnya lofa berdecak kesal suaminya begitu menjengkelkan
"ck iss kenapa malah di matiin sih udah mah ganggu ini lagi malah udah di kantor aja, " gerutunya kesal menaruh ponselnya kembali dan fokus kembali ke rapatnya
dua jam kemudian rapat itu selesai lofa dengan langkah cepat memasuki ruangannya karena dari tadi suaminya sudah kangkring kangkring menelponnya mungkin suaminya sudah ngedumel kesal karena lama nunggu dan siap siap saja kalau suaminya merajuk benar saja putra dengan posisi duduk melipat tangan di dada menyorot tajam ke arah lofa mata bak elang itu seperti ingin memangsanya tentu saja seketika membuat lofa kicep dengan langkah yang pasti ia mengahampiri suaminya menelan ludahnya gugup meraih tangannya dan menciumnya dengan takzim
__ADS_1
"assalamualaikum mas, " sapanya seraya tersenyum canggung di balik cadarnya
"waalaikumsalam, " jawab putra datar dengan mata yang masih menatap wajah istrinya
"sini, " titah putra sambil menepuk kursi di sebelahnya dengan rasa yang masih bercampur aduk lofa melangkah dan duduk di kursi samping suaminya yang lagi mode merajuk menundukkan wajahnya karena merasa sedikit berjarak putra menarik kursi agar berdekatan hingga tidak ada jarak antara mereka dengan mata yang masih tidak teralihkan dari istrinya putra meraih tangan sang istri tangannya menyibak cadar istrinya
cup!!
satu kecupan mendarat di bibir ranum sang istri lofa membelalak memukul pelan dada suaminya
"nakal, " cicit lofa dengan wajah yang sudah memerah putra hanya terkekeh mendengar istrinya menggerutu kesal
"kamu harus di hukum karena sudah membuatku menunggu lama sayang, " ujar putra datar
"maaf mas soalnya aku juga gak tahu tadi rapat dadakan loh mas,kamu juga tadi bilang lembur mas" ucapnya jujur
"ok kalau gitu kamu harus ikuti yang mas mau ya, " ungkap putra yang menaik turunkan alisnya lofa menautkan alisnya mengangkat dagunya seakan bertanya "apa"
putra tersenyum menyeringai mendekatkan wajahnya di telinga lofa
__ADS_1
"kelonin mas, " bisik putra dengan kembut tepat di telinga lofa seketika lofa bergiding menatap kearah sang suami menelan salivanya dalam dalam tanpa basa basi putra menggendong lofa menuju ruang pribadi lofa yang abi rahman sediakan di ruangannya agar lofa biasa beristirahat di ruangan itu di sela sela pekerjaannya kedua mata indah lofa masih setia menatap wajah tampan sang suami ia tidak dapat berkata kata lagi ataupun menolak karena percuma saja apalagi sekarang mode gahar sang suami sudah on ya mau tidak mau lofa harus mengikuti kemauan suaminya, putra membaringkan tubuh istrinya di ranjang dengan lembut putra membelai lofa hingga mereka terbuai akan indahnya kabut gairah rumah tangga pergulatan panas itu pun terjadi putra mengecup kening lofa dengan lembut setelah selesai menabur bibit unggulnya
"terima kasih sayang, " ucap putra dan membaringkan tubuhnya di samping sang istri yang sudah lemas di buatnya