
sayup sayup mata lofa terbuka dia sedikit tersentak karena ia bangun dengan memeluk suaminya ia pun perlahan melepas pelukannya dan melihat jam sudah jam 5
"astagfirullah sudah jam 5 mending aku mandi saja, " ucapnya ketika lofa hendak berdiri tangannya di cekal oleh putra
"mau kemna hemm?, " tanya putra dengan nada khas orang bangun tidur
"aku mau ke kamar mandi mas , " jawab lofa
"mas ikut boleh?, " tanya putra sambil tersenyum menggoda
engga," jawab lofa sambil melepaskan tangan suaminya itu putra tersenyum dan kembali menarik selimut
lofa pun keluar kamar mandi dengan wajah yang sudah segar lofa memakai baju rumahan lengkap dengan kerudung dan cadarnya lofa menghampiri suaminya yang tidur kembali menarik selimut yang menutupi tubuhnya
"mas bangun sudah sore mandi dulu biar segar, " suruh lofa sambil menggoyangkan tangan putra
"hemmn iya dek, " jawab putra
cepet mas ya aku mau turun dulu baju aku sudah siapin tinggal pake, " ucapnya sambil keluar kamar meninggalkan suaminya putra pun meraih handuknya dan langsung masuk kamar mandi
"assalamualaikum, " sapa lofa setelah sampai di dapur
"waalaikumsalam, " jawab ummi dan mama diana
"eh sayang kamu udah bangun, "ujar ummi ina
"gimana tidurnya nyenyak kan, makin anget ya, " ucap mama diana menimpali sembari terkekeh
heheehe lumayan nyenyak mungkin lofa sedikit kelelahan, "kata lofa polos karena ia tidak menyadari arah dari perkataan mertuanya itu yang sedang menggodanya
"sedang masak apa ummi?, " tanya lofa
"ummi masak ayam sama cumi tapi udah beres kok, " jawab ummi
"sudah manten baru duduk aja yang manis mending kamu kedepan aja, " ujar mama diana
"emmhh ya sudah kalau gitu lofa kedap dulu ya," ucap lofa dan pergi ke depan
di depan tampak anis dan naura dan indah putra sedang duduk nonton tv bersama kedua ponakannya sementara di depan di ruang tamu abi dan papa serta kedua kaka lofa dan saudaranya yang lain sedang berbincang bincang
lofa menghampiri kakak nya dan duduk di sebelah anis yang tengah menyuapi iyan
"hey kesayangan aunty lagi apa?, " tanya lofa
"lagi makan aunty, " jawab anis mewakili iyan yang tengah makan
__ADS_1
"hey dek mana suami mu kok gak di ajak sih?, " tanya naura
"ada kak dia lagi mandi, " jawab lofa
tak lama berselang putra datang dan menghampiri kakak beradik yang tengah berkumpul itu lofa pun menoleh dan melihat penampilan simple suaminya namun nampak menawan lofa tertunduk malu sendiri putra duduk di sebelah lofa
"bang kok seperti ada yang aneh ya liatnya, "ucap indah yang dari tadi memperhatikan penampilan putra
"apa sih ndah aneh apa nya, kamu itu suka banget ya bikin orang penasaran, "ujarnya sambil melihat lihat penampilannya sendiri
l"ebih ganteng, " seloroh indah sambil tertawa
aku kirain apa ndah, " ucap putra
"mas mau ke depan dulu ya dek, " ujar putra sembari mengelus sekilas puncak kepala lofa naura yang dari tadi memperhatikan senyum senyum sendiri
mereka pun berkutat dengan aktifitas masing masing ada yang membereskan pakaian dan barang hantaran dan yang lain mempersiapkan segala keperluan buat ke hotel setelah itu solat isya berjamaah dan kembali makan malam bersama merasa semua sudah selesai dan jam sudah menunjukan pukul 9 lofa memutuskan untuk beranjak ke kamar dan istirahat karena ia besok harus bangun lebih awal tak lupa putra pun menyusul istrinya
putra merebahkan tubuhnya di kasur dan lofa tampak sudah di kamar mandi dan tak lama lofa keluar sudah berganti baju
"mas ganti dulu baju nya biar enak tidurnya, " ucap lofa
"hemmm , " jawab putra sambil terlentang dengan tangan satu menutup wajahnya
lofa mendekat dan duduk di sisi ranjang iya meraih hp nya dan mulai mengotak atiknya tiba tiba ada tangan kekar dengan santainya melingkar di perut lofa tentu saja lofa kaget dan berbalik melihat putra, yang di lihat hanya cuek bebek dan membenarkan posisi lofa agar kakinya berselonjor dan putra pun tidur di atas pangkuan lofa mata indah itu kembali membelanga jantungnya seakan copot memacu lebih cepat apalagi sampai putra tidur di pangkuannya itu
"mas ganti baju dulu gih kalau mau tidur, " suruh lofa
"nanti saja, " ucap putra sembari mendusel dan membenamkan wajahnya di perut sang istri, lofa yang merasa kegelian tertawa lebar hingga menampilkan deretan gigi putihnya mendengar istrinya tertawa putra mendongkakan kepalanya dan putra ikut tersenyum
"kenapa tertawa?," tanya putra
"engga apa apa aku cuma geli aja kamu mendusel di perut aku mas ," ujarnya
"dek,"ucap putra sambil meraih tangan lofa dan membimbing tangannya untuk mengelus kepalanya
"ada apa mas?,"tanya lofa
"enga ada apa apa cuma mau manggil aja, mas cuma mau bermanja manja dengan istri mas yang paling cantik ini," jawab putra seraya menjawil dagu sang istri sehingga membuat lofa menjadi merah merona lofa memalingkan wajahnya ke lain arah, putra bangkit dari pangkuan sang istri dan kembali meraih dagu sang istri sehingga mereka sekarang saling bertatapan keduanya tidak bergeming saling merasakan debaran yang menerpa perlahan putra mendekatkan wajahnya putra mencium kening istrinya dan bibir lofa kini lofa hanya diam terpaku tidak merespon tubuhnya seakan beku tidak mampu berbuat apa apa kini putra ******* bibir sang istri dengan lembut mengabsen rongga mulut istrinya
"dek balas dong, " ucap putra saat melepaskan pagutannya memberi ruang untuk menghirup oksigen lofa hanya tertunduk malu
"mas sebaiknya kita solat sunat dulu ya, " ucap lofa
"hah kamu sudah siap sayang?, " tanya putra dengan antusias
__ADS_1
lofa tidak menjawab pertanyaan putra ia hanya mengangguk pelan tanda mengiyakan ia tertunduk karena sebenarnya ia merasa malu dan juga takut,tapi dia harus melawan rasa takut itu karena itu kewajibannya sebagai seorang istri putra tersenyum tanpa basa basi putra langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu mereka melaksanakan solat sunat berjamaah setelah selesai putra membalikan badannya dan lofa meraih tangan putra menyalaminya dengan takzim putra menatap istrinya lalu mengecup keningnya dan menggendong istrinya ke atas ranjang
"mas mau tanya lagi, apa kamu sudah siap sayang?, " tanya putra
"insha allah aku siap mas, " jawab lofa
putra tersenyum ia mencium kening istrinya dengan lembut turun ke pipinya yang mulus putra menarik tengkuk sang istri ******* kembali bibir ranum istrinya kini putra sedikit nakal bibir putra sekarang bertengker di leher lofa dan mengabsen leher jenjangnya membuat tanda cinta di tubuh istrinya tangan putra perlahan membuka piyama istrinya tangannya kembali nakal meremas dua gundukan berharga istrinya yang kenyal nan bulat itu membuat lofa menggeliat merasakan sensasi yang dahsyat dan hal yang baru ia rasakan sampai sampai lenguhan lembut itu lolos dari mulut mungil lofa tanpa basa basi putra menyesap lembut aset berharga lofa membuat putra semakin merasakan hawa panas penuh hasrat
"dam it! tanpa busa penyangga bulat sekali kau luar biasa istriku, " gumam putra dalam hati sambil tersenyum penuh gairah
saat putra akan melancarkan aksinya tiba tiba putra malah terdiam dan sedikit terpaku mukanya sedikit pucat seperti menahan sesuatu
"dek sebentar ya aku gak kuat dek, " ucap putra sambil beranjak dari ranjangnya berlari ke dalam kamar mandi
ah sial kenapa perut ini gak bisa di ajak kompromi kenapa di saat si jalu sudah siap dia malah buat ulah, " gerutu putra di dalam kamar mandi
lofa menghampiri dan mengetuk kamar mandi karena ia juga kaget karena putra tiba tiba lari ke kamar mandi
"mas kenapa?, " tanya lofa khawatir
"mas sakit perut dek, " jawab putra lirih
setelah sekitar beberapa menit putra keluar dengan wajah lesu ia duduk di sofa sambil mengelus perutnya,
"ya allah mas tadi makan apa kok sampai sakit perut sih?, " tanya lofa sambil menghampiri putra dengan minyak kayu putih dan segelas air ditangannya dan duduk di samping putra
"tadi mas makan sama sambal dek kayaknya kebanyakan deh, " jawabnya sambil meringis
"pantas saja kalau makan sambel jangan banyak banyak mas jdi sakit perut kan, " ujar lofa sembari mengoleskan minyak kayu putih pada perut putra
"makasih ya syang , " ucap putra
"iya sama sama mas, sekarang minum ini dulu ya, "jawab lofa sambil memberikan satu gelas air dan obat pada putra ia pun langsung meminum obat itu
"sekarang mas istirahat ya , " ucap lofa
"iya dek, tapi yang tadi maaf ya kita lanjut besok ya, " ujar putra sambil menaik turunkan alisnya
lofa tersenyum dan menyelimuti putra
"mesum banget sih mas, udah istirahat," kata lofa seraya merebahkan tubuhnya si samping putra
"ngga pa pa lah deh lagian mas mesum sama istri sendiri, " ucap putra
malam itu putra tidak jadi melancarkan aksi malam pertamanya ia malas sakit perut bahkan sampai harus bolak balik kamar mandi
__ADS_1
BERSAMBUNG...