
lofa dan putra tertidur saking lelahnya dan putra masih setia di alam mimpinya sedangkan lofa sudah terbangun lofa beranjak dan meninggalkan putra di kamar,ia kembali melihat lihat isi rumah dan ternyata putra sudah mempersiapkan semua dari mulai peralatan dan isinya serta sekarang isi kulkasnya pun terisi penuh makanan lengkap dengan sayuran
" ternyata di balik sikapnya yang datar dan dingin bak kulkas ternyata ada sisi manisnya," gumamnya sambil membuka kulkas, lofa mengambil beberapa sayur dan juga daging ia memilih untuk masak karena ini sudah siang cacing di perutnya sudah meronta ronta untuk minta jatah
lofa mulai berkutat di dapur barunya itu dia mulai membawa bahan bahan seperti bawang bawangan dan para antek lainnya tak lupa dengan bumbu penyedapnya lofa ingin membuat ayam goreng dan lengkap dengan tumis selada dan sambal tomatnya, begitu asiknya berkutat dengan masakannya itu hingga ia tidak menyadari kalau suaminya sedang memperhatikannya dengan kedua tangan di lipat sambil menyender di ambang pintu seburat senyuman terlukis di wajahnya
"asik sekali dia kalau sudah di dapur memang kamu istri ku yang solehah sayang, "gumamnya pelan, perlahan kakinya melangkah menuju sang istri dan
grepp!!! putra memeluk lofa dari belakang
" astagfirullahaladzim, " pekik lofa sambil berbalik dan "tuk!! sepatula sang istri mendarat sempurna di kening putra yang sontak membuat sang empu meringis kesakitan
" aw ampun yang ini aku suamimu, "lirih putra sambil mengelus keningnya
" ya ampun mas maaf ya lagian sih kamu pake ngagetin aja,sakit ya, "seru lofa sambil mengelus kening suaminya
"yang jangan asal getok gitu coba sakit tau, ternyata istri mas galak juga ya, " keluh putra seraya sedikit terkekeh
"ya maaf mas,aku spontan aja kaget tiba tiba ada yang meluk" ucap lofa merasa bersalah karena tidak sengaja memukul suaminya ,
"masak apa sih wangi banget?, " tanya putra
" cuma masak simple mas masak ayam goreng tumis selada sama sambal, "jawab lofa sembari menaruh ayam di piring dan menata makanan di meja
" waah baru saja di rumah ini aku sudah merasa bahagia yang senangnya ada yang masakin, " tutur putra dan duduk di kursi
__ADS_1
lofa selesai masak dan dia mengambil nasi untuk suaminya lengkap dengan kauk pauk nya
" maaf ya mas aku cuma masak ini yang jauh dari kata mewah, " kata lofa menunduk
"apaan sih kenapa minta maaf justru makanan ini yang mas suka apa lagi kamu yang masak, " ujar putra tulus seketika membuat lofa merona
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"ummi ini amplop apa, kok di bawah?," tanya zaqif ketika masuk rumah melihat sebuah amplop berwarna coklat tergeletak di lantai
" itu amplop buat lofa, kayaknya jatoh kak, "jawab ummi
zaqif sedikit heran dengan amplop berwarna coklat itu dan membolak balikan amplop itu namun zaqif menaruhnya kembali karena jelas itu untuk adiknya pria bertubuh kekar dan tampan itu menghampiri umminya dan mencium tangannya
" kamu sendiri kak mana istri dan anakmu?, " tanya ummi ina
"ada kok di kamar baru aja sampe,nanti juga keluar, " jawab ummi ina
"kak kalau kesini tuh bawa mantu sama cucu ummi kesini ummi kangen mereka," ucap ummi ina seraya memberi zaqif segelas air dan menaruhnya di atas meja zaqif pun meminumnya
makasih ummi, " ujar zaqif
" iya nanti kalau zaqif kesini pasti aku ajak mi ini juga dadakan kesini mau ketemu abi soalnya, " kata zaqif menjelaskan
"iya nak, " ucap ummi ina seraya kembali ke dapur
__ADS_1
tidak lama kemudian pintu kamar terbuka dan abi keluar dengan wajah yang segar selepas mandi
"ehh kak kapan datang?, " tanya abi dan menghampiri zaqif
" baru aja bi, " jawab zaqif seraya meraih tangan abi dan menciumnya
"ada apa boy kak tumben kesini?, " tanya abi sembari menghempaskan bokongnya di sofa
"ini bi soal perusahaan cabang yang di singapura yang sedang coleps bi, besok rencananya zaqif sama zarul mau kesana zaqif mau minta dokumennya bi, "jawab zaqif
"oh sebentar abi ambil dulu," kata abi dan beranjak dari sofa menuju ruang kerjanya, tak lama kemudian abi rahman kembali dengan dokumen yang zaqif inginkan dan memberikannya langsung pada anak sulungnya itu
"makasih bi, " ucapnya seraya marih dokumen itu
"sama sama kak selama kamu disana dengan adikmu sebaiknya naura dan nayla kamu antar kesin biar untuk sementara waktu mereka disnii abi khawatir sama kayak adikmu beri tahu dia agar anis ke sini, " pinta abi rahman
"ga usah khawatir abi kan orang orang zaqif 24 jam mengawasi mereka bi , " ujar zaqif tenang dan datar pria itu memang sedikit dingin berbeda dengan adiknya zarul yang banyak bicara dan juga humoris
" jangan bandel kak abi takut,orang itu sudah kembali, "ucap abi rahman
"ah shiitt!! apa benar bi dia kembali,abi yakin?, " tanya zaqif yang kini mulai terlihat tidak tenang abi rahman mengangguk pelan dan menepuk pundak kekar anaknya
"kita harus hati hati kak jangan sampai kejadian dulu terjadi lagi, "kata abi rahman
" pasti bi abi jangan khawarir zaqif tidak akan membiarkan mereka mengusik keluarga al fatih, " seru zaqif dengan tangan mengepal kuat
__ADS_1
setelah mendapatkan dokumennya zaqif pamit untuk pulang dengan perasaan yang masih campur aduk karena ingin meninggalkan anak istrinya apalagi dengan kondisi istrinya yang tengah berbadan dua apalagi setelah mendengar kalau musuh terdahulunya sudah kembali