Wanita Solehahku

Wanita Solehahku
ep 46


__ADS_3

Putra benar benar membuat rujak itu spesial buat istri tercinta meski dia sedikit tidak percaya rasanya enak namun demi memenuhi keinginan sang istri putra rela membuatnya


"waah anak mama lagi apa?, " tanya mama diana dan menghampiri putra yang sedang mengulek sambal rujaknya


"ini lagi bikin rujak buat lofa, " jawab putra sambil masih mengulek,mama diana memicing ke arah anaknya


Plak!!


"aaaww , sakit mam kenapa mama mukul putra? pekik putra heran mengapa dia sampai di pukul sang mama


" kenapa kamu ngasih rujak sama istrimu dia itu baru sembuh putra, dasar bocah gemblung, "seru mama diana


Menjewer telinga sang anak


" aduuh maaa ampun maa, "keluh putra memegangi telinganya yang tadi mama dian jewer


" tapi ini lofa yang mau loh mam, "sahut putra lagi dia tidak mau di salahkan


" tapi ini gak baik buat kesehatannya buat pemulihannya dia kan baru juga sembuh put kalau lofa yang mau kamu bujuk dong istrinya mama takut kenapa kenapa sama lofa, "dumel mama diana dengan sorot mata melotot tajam ke arah putra


"mama kalau putra gak ngabulin kemauan lofa bisa bisa anak putra nanti encesan dong, " ucap putra, mama diana seketika diam dia masih meloading apa yang barusan putranya ucapkan


"apa anak encesan,"gerutu mama dian masih bersungut memarahi putra tapi tiba tiba mama diana termenung


" tunggu dulu jadi maksud kamu, "pekik mama dian lalu berjingkrak senang putra juga tersenyum melihat kegembiraan mamanya

__ADS_1


" jadi mantu mama gak keguguran put, "ucap mama dian, lagi lagi putra mengangguk mengiyakan


"alhamdulilah akhirnya mama bakal punya cucu, " girang mama dian saking senangnya ia langsung memeluk putra


"iya mam doa'in biar mereka sehat sehat mam, " ucap putra lirih


"tanpa kamu minta pun mama senantiasa mendoakan kalian, " imbuh mama dian dia sampai menitikan air mata saking senangnya dan memeluk putra


"mama ke kamar kamu ya, lofa disana kan?, "ujar mama diana putra mengangguk langsung saja mama diana pergi menuju kamar putra kebetulan lofa sedang duduk di sofa sambil membaca novel kesukaannya


" sayang, "pekik mama diana setelah sampai di kamar anak menantunya tanpa berkata apa apa lagi mama dian berjalan menghampiri dan memeluk lofa tiba tiba,gadis itu heran kenapa mama mertuanya tiba tiba memeluknya


"mama kenapa?, " tanya lofa heran


"enggak mama cuma senang aja kalau sebentar lagi mama akan menjadi nenek, " ujarnya senang lofa melongo atas apa yang di ucapkan mertuanya


"alhamdulilah, "seru lofa masih dengan isakannya ia tak percaya kalau sudah ada janin yang bersemayam di rahimnya buah cintanya saat lofa dan mama dian sedang berpelukan putra datang dengan menenteng cobek berisi sambal dan di sebelah tangan kirinya membawa piring berisi aneka buah seperti jambu mangga dan bengkuang


" mas itu rujaknya kenapa sampai di bawa ke sini aku kan tinggal kesana loh mas?, "lofa sedikit terkejut melihat suaminya membawa rujaknya ke kamar tidak jauh berbeda dengan mama dian


" ya rabb anak ini di luar aja sih put rujaknya sampe cobek cobeknya kamu bawa pindahin kek sambalnya ke mangkuk kecil put, "omel mama diana yang langsung mengambil alih cobek itu dari tangan anaknya dan menaruhnya di meja luar kamar putra hanya nyengir mendengar omelan kedua wanita kesayangannya itu


" maaf mam putra gak inget buat mindahinnya, "putra menggaruk tengkuknya yang tak gatal


" belom jadi bapak bapak udah pikun put, "cibir mama dian langsung menata cobek dan buah buahan nya mama dian menelan salivanya ketika melihat lofa dengan tidak sabaran memakan buah jambu dan mencoelkan nya pada sambal rujak, mama diana meringis begitu antusiasnya sang menantu memakan buah itu, tidak jauh berbeda dengan putra ia juga memperhatikan istinya yang begitu lahap menikmati rujak buatannya apalagi ketika memakan buah jambu yang merah merona itu putra begitu penasaran dengan rasanya putra pun ikut mencoba memakannya, namun begitu sampai di mulutnya putra langsung meringis bergidig,jambunya ternyata asam ia tidak kuat memakannya tetapi melihat lofa dia memakan buah itu seakan tidak masam sama sekali, seketika mama diana terawa melihat ekspresi putra yang keasaman

__ADS_1


"hahaha kamu itu mana suka rujak put apalagi sama jambu kamu kan tidak suka ini sosoan mau makan itu, " gelak tawa mama diana dan zara juga ikut tertawa baru kali ini melihat lofa begitu tertawa lepas


"mam aku cuma penasaran aja karena melihat istriku makan ini dengan lahap jadi aku mau coba eh ternyata rasanya sungguh masam sekali, " ujarnya dan mama dian bersama lofa tersenyum melihat tingkah putra


***


braaakk!!!


"aku sudah tidak tahan lagi bahar aku sekarang harus temui dia, " pekik abi rahman ketika papa bahar menceritakan semuanya


"tunggu kamu jangan gegabah ingat anak istrimu mereka bisa terancam jika kamu melakukannya dengan terburu buru, "cegah papa bahar mencoba menenangkan abi rahman yang tengah tersulut emosi


"tapi mereka sudah mencelakai anakku dan juga calon cucuku aku sudah tidak bisa tinggal diam, " sahut abi rahman dengan segala kekesalannya dan amarah yang sudah membuncah di ubun ubun


"aku tahu apa yang kamu rasakan tapi tolong biarkan semuanya anakku yang urus kamu tinggal ikuti apa yang nanti putra suruh dia sekarang lagi menyusun rencana dengan jepri begitu juga dengan anakmu zaqif, " tutur papa bahar yang membuat abi rahman terkejut karena anak sulungnya juga ikut andil dan itu berarti anaknya sudah mengetahui cikal bakal dari kejadian yang menimpa keluarganya


"sebentar apa zaqif mengetahuinya?, " tanya abi rahman dengan raut muka yang sudah tegang, papa bahar mengangguk lalu menepuk pundak sang sahabat


"akan ada masanya kala semuanya harus terbongkar man dan kamu cukup kuatkan mental mun dengan semuanya, "imbuh papa bahar


" kamu benar sebentar lagi kebenarannya akan terkuak juga tapi tidak di pungkiri aku sangat takut kehilangan mereka, "ucap abi rahman kini dia sudah berlinangan air mata


" andai saja aku tidak melakukannya aku sangat bodoh karena mengikuti kemauannya, "lanjut abi rahman dia begitu prustasi dia begitu menyayangkan akan sikap yang ia ambil dulu


"nasi sudah menjadi bubur percuma kita menyesalinya semua tidak akan kembali seperti semula akan tetapi kamu harus yakin semuanya akan baik baik saja intinya sekarang waktunya kamu harus jujur dengan semuanya, "kata papa bahar seraya merangkul sahabat sekaligus besannya itu abi rahman mengangguk pasrah entah apa yang akan terjadi ketika ia pulang kerumah kini dia pasrah dia menyerahkannya pada sang maha kuasa anggap saja ini sebagai hukuman untuknya kini ia harus berlapang dada jika anak istrinya marah bahkan mengamuk padanya dan tentu saja mereka akan kecewa terhadapnya,

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2