Wanita Solehahku

Wanita Solehahku
ep 5 wanita solehahku


__ADS_3

apa bi di jodohkan?," tanya lofa kaget


iya kawan papa tadi sudah membicarakan perihal itu nak,," jawab abi


deg


jantung lofa terasa berdebar ia pun nampak tidak percaya apa yang dikatakan abinya tadi abi pun menghampiri lofa dan duduk di samping lofa yang dari tadi malamun dan menunduk


nak abi percaya kamu anak solehah kamu tidak akan mengecewakan abi kan sayang, abi cuma ingin yang terbaik buat kamu buat semua anak² abi percayalah anak baharudin itu baik anaknya, asal lofa tau abi bisa seperti ini berkat bantuan dari baharudin kalau waktu itu dia tidak ada entah bagaimana nasib abi nak,mungkin dengan cara abi menerima perjodohan darinya sedikitnya abi bisa membalas atas jasa²nya," tutur abi tulus sebari mengelus kepala lofa dengan lembut


lofa pun langsung memeluk abinya dan menangis di pelukan abi


iya abi, lofa mengerti sekarang tapi apakah anaknya pak baharudin mau sama lofa abi?," tanya lofa sambil menyeka air matanya


insyaallah nak dia mau," jawab abi


sudah nak jangan nangis,sekarang abi mau kasih tau kamu juga kalau mulai minggu depan kamu coba kerja di sini ya lofa kamu mau kan syang bantu abi " ucap abi


benarkah,alhamdulilah mau abi," ujar lofa sambil memeluk kembali abinya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sementara itu putra di kantor hanya melamun dan tidak fokus untuk bekerja ia pun memutuskan untuk pergi keluar untuk menenangkan dirinya yang sedang kacau sedari pagi


jep urus semua berkas ini saya mau keluar,"suruh putra pada asistennya


nanti setengah jam lagi ada meeting pak,"ucap jepri


batalkan saja!,"ucap putra sambil meninggalkan asistennya


tta tapi pak," teriak jepri


putra tak menjawabnya hanya menatap tajam pada jepri dan mengangkat telunjuknya jepri pun terdiam dan mengerti akan kemauan bosnya itu


ia pun pergi meninghalkan kantornya dan pergi ke sebuah danau dia duduk di taman kecil di pinggir danau sesekali dia membolak balikan ponselnya dia berusaha menelpon seseorang namun dari tadi ia tidak dapat menghubunginya,

__ADS_1


ssshiittt,, kemana kamu sayang kenapa di saat seperti ini kamu ngilang seperti ini," gumamnya kesal


aku butuh kamu sayang sudah hampir satu minggu kamu ga ada kabar sebenarnya kamu kemana sel?,"


ucap putra sebari mengusap wajahnya kasar


sementra itu tak jauh dari tempatnya duduk,ternyata lofa pun disana, dimana ia sedang melukis dan mendesain rumah impiannya, dan sesekali ia melamun dan merenungi akan nasibnya itu karena ia harus di jodohkan tapi di lain sisi ia ingin melihat orang tuanya bahagia kalau ia menolak pasti akan menyakiti hati orang tuanya sungguh pilihan yang berat baginya


di saat melukis lofa sebari melantunkan solawat dia bersenandung dengan indah dengan khas suaranya yang lembut dan menyejukan hati dan pikiran,


karena jarak antara putra dan lofa tak jauh solawat yang lofa di lantunkan sampai terdengar di telinga putra, putra yang mendengarkannya tersirap oleh suara lembutnya dan membuat hati putra terasa tenang di buatnya


masyaallah merdu sekali suaranya,"ucap putra kagum sebari celingukan mencari asal suara itu saat menoleh kebelakang ia melihat seorang wanita yang sedang melukis dan duduk membelakangi nya,


oh sepertinya ia sedang melukis disitu sebari bersolawat tapi suaranya merdu juga," ucapnya sembil tersenyum


merasa sudah cukup lama lofa pun pergi dari tempat itu dan pulang begitu pun putra langsung menuju mobilnya dan pergi


sesampainya di rumah lofa melihat ka naura yang tengah duduk menemani nayla bermain lofa pun turun dari mobil,nayla langsung menghampiri lofa dan memeluk lofa


ehh ponakan aunty ternyata ada disini," lofa


kak udah lama di sini sama kak zaqif apa cuma berdua?," tanya lofa sebari mencium tangan naura


iya kakak cuma berdua ko tadi dari sekolahnya nayla sekalian mampir dulu kesini,"jawab naura


umi mana kak?," tanya lofa


umi tadi pergi dulu katanya ada keperluan mendadak," jawab naura


oh gitu ya udah lofa ke dalam dulu ya kak mau mandi dulu," ucap lofa sambil meninggalkan naura dan nayla


setelah mandi lofa langsung solat dzuhur dan setelah itu lofa murojaah dan ber zikir terlebih dahulu dia ingin menenangkan pikirannya lewat berzikir dan membaca al quran yang membuat hatinya nyaman dan tentram,


lofa pun pergi ke bawah dan melihat bahan masakan di kulkas, selain berzikir dan membaca al quran ,memasak adalah hobinya lewat memasak juga membuat hatinya senang dan melupakan kegundahan hatinya,

__ADS_1


wah wangi banget masak apa dek?," tanya naura sambil mendekatinya


eh ini kak lofa lagi masak tumis udang sma cah kangkung doang kok," jawab lofa


pastinya enak tuh kakak mau dong nyicip dikit, secara pasakan kmu enak kan dek," ucap naura sambil membawa piring ke dekat lofa


kak naura bisa aja, engga enak² banget sih kak tapi lumayan lah, pasakan lofa masih kalah jauh sama masakan nya kakak," ucap lofa


hhahah bisa aja kamu dek, yaudah sini kaka mau dong,


lofa pun menyajikan nya di meja makan tanpa basa basi kak naura langsung mengeksekusinya dengan lahap padahal dari tadi kak naura tidak berhenti mengunyah maklum lah bawaan bayi mungkin heehe..gak ada kenyangnya


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


siapa ya perempuan tadi


tapi rsa²nya aku pernah bertemu sebelumnya dan suaranya pun gak asing di telingaku,tapi dimana?,"gumamnya melamun di ruangan privasi kantornya


tak lama kemudian putra kembali teringat dengan ponsel perempuan yang iya tabrak di minimarket perempuan bercadar yang dilihat dari sorot matanya saja sepertinya cantik mata bulat alis hitam agak tebal dan bulu mata yang lentik,tapi cengeng, tutur putra


mana ponsel yang aku berikan kemarin apa kau sudah perbaiki?," ucap nya dengan seseorang di ujung telepon


sudah tuan," jawab pria itu


sekarang kau antar kemari," suruhnya sambil menutup telpon secara sepihak


tak lama kemudian ponsel yang putra inginkan di antarkn oleh jefri asistennya, tuan ini struk nya dan ini ponselnya," ujar jefri sambil menyodorkan ponsel itu


hemm, taruh di mejaku," putra


tuan 1 jam lagi anda ada rapat kolega tuan beserta tuan besar," ujar jefri


hemm," ucap putra singkat tanpa menoleh asistennya dan mengangkat tangannya dan menyuruh jefri untuk keluar, jefri pun mengangguk dan pergi keluar ruangan


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2