
apa bi di jodohkan?," tanya lofa kaget
iya kawan papa tadi sudah membicarakan perihal itu nak,," jawab abi
deg
jantung lofa terasa berdebar ia pun nampak tidak percaya apa yang dikatakan abinya tadi abi pun menghampiri lofa dan duduk di samping lofa yang dari tadi malamun dan menunduk
nak abi percaya kamu anak solehah kamu tidak akan mengecewakan abi kan sayang, abi cuma ingin yang terbaik buat kamu buat semua anak² abi percayalah anak baharudin itu baik anaknya, asal lofa tau abi bisa seperti ini berkat bantuan dari baharudin kalau waktu itu dia tidak ada entah bagaimana nasib abi nak,mungkin dengan cara abi menerima perjodohan darinya sedikitnya abi bisa membalas atas jasa²nya," tutur abi tulus sebari mengelus kepala lofa dengan lembut
lofa pun langsung memeluk abinya dan menangis di pelukan abi
iya abi, lofa mengerti sekarang tapi apakah anaknya pak baharudin mau sama lofa abi?," tanya lofa sambil menyeka air matanya
insyaallah nak dia mau," jawab abi
sudah nak jangan nangis,sekarang abi mau kasih tau kamu juga kalau mulai minggu depan kamu coba kerja di sini ya lofa kamu mau kan syang bantu abi " ucap abi
benarkah,alhamdulilah mau abi," ujar lofa sambil memeluk kembali abinya
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sementara itu putra di kantor hanya melamun dan tidak fokus untuk bekerja ia pun memutuskan untuk pergi keluar untuk menenangkan dirinya yang sedang kacau sedari pagi
jep urus semua berkas ini saya mau keluar,"suruh putra pada asistennya
nanti setengah jam lagi ada meeting pak,"ucap jepri
batalkan saja!,"ucap putra sambil meninggalkan asistennya
tta tapi pak," teriak jepri
putra tak menjawabnya hanya menatap tajam pada jepri dan mengangkat telunjuknya jepri pun terdiam dan mengerti akan kemauan bosnya itu
ia pun pergi meninghalkan kantornya dan pergi ke sebuah danau dia duduk di taman kecil di pinggir danau sesekali dia membolak balikan ponselnya dia berusaha menelpon seseorang namun dari tadi ia tidak dapat menghubunginya,
__ADS_1
ssshiittt,, kemana kamu sayang kenapa di saat seperti ini kamu ngilang seperti ini," gumamnya kesal
aku butuh kamu sayang sudah hampir satu minggu kamu ga ada kabar sebenarnya kamu kemana sel?,"
ucap putra sebari mengusap wajahnya kasar
sementra itu tak jauh dari tempatnya duduk,ternyata lofa pun disana, dimana ia sedang melukis dan mendesain rumah impiannya, dan sesekali ia melamun dan merenungi akan nasibnya itu karena ia harus di jodohkan tapi di lain sisi ia ingin melihat orang tuanya bahagia kalau ia menolak pasti akan menyakiti hati orang tuanya sungguh pilihan yang berat baginya
di saat melukis lofa sebari melantunkan solawat dia bersenandung dengan indah dengan khas suaranya yang lembut dan menyejukan hati dan pikiran,
karena jarak antara putra dan lofa tak jauh solawat yang lofa di lantunkan sampai terdengar di telinga putra, putra yang mendengarkannya tersirap oleh suara lembutnya dan membuat hati putra terasa tenang di buatnya
masyaallah merdu sekali suaranya,"ucap putra kagum sebari celingukan mencari asal suara itu saat menoleh kebelakang ia melihat seorang wanita yang sedang melukis dan duduk membelakangi nya,
oh sepertinya ia sedang melukis disitu sebari bersolawat tapi suaranya merdu juga," ucapnya sembil tersenyum
merasa sudah cukup lama lofa pun pergi dari tempat itu dan pulang begitu pun putra langsung menuju mobilnya dan pergi
sesampainya di rumah lofa melihat ka naura yang tengah duduk menemani nayla bermain lofa pun turun dari mobil,nayla langsung menghampiri lofa dan memeluk lofa
ehh ponakan aunty ternyata ada disini," lofa
kak udah lama di sini sama kak zaqif apa cuma berdua?," tanya lofa sebari mencium tangan naura
iya kakak cuma berdua ko tadi dari sekolahnya nayla sekalian mampir dulu kesini,"jawab naura
umi mana kak?," tanya lofa
umi tadi pergi dulu katanya ada keperluan mendadak," jawab naura
oh gitu ya udah lofa ke dalam dulu ya kak mau mandi dulu," ucap lofa sambil meninggalkan naura dan nayla
setelah mandi lofa langsung solat dzuhur dan setelah itu lofa murojaah dan ber zikir terlebih dahulu dia ingin menenangkan pikirannya lewat berzikir dan membaca al quran yang membuat hatinya nyaman dan tentram,
lofa pun pergi ke bawah dan melihat bahan masakan di kulkas, selain berzikir dan membaca al quran ,memasak adalah hobinya lewat memasak juga membuat hatinya senang dan melupakan kegundahan hatinya,
__ADS_1
wah wangi banget masak apa dek?," tanya naura sambil mendekatinya
eh ini kak lofa lagi masak tumis udang sma cah kangkung doang kok," jawab lofa
pastinya enak tuh kakak mau dong nyicip dikit, secara pasakan kmu enak kan dek," ucap naura sambil membawa piring ke dekat lofa
kak naura bisa aja, engga enak² banget sih kak tapi lumayan lah, pasakan lofa masih kalah jauh sama masakan nya kakak," ucap lofa
hhahah bisa aja kamu dek, yaudah sini kaka mau dong,
lofa pun menyajikan nya di meja makan tanpa basa basi kak naura langsung mengeksekusinya dengan lahap padahal dari tadi kak naura tidak berhenti mengunyah maklum lah bawaan bayi mungkin heehe..gak ada kenyangnya
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
siapa ya perempuan tadi
tapi rsa²nya aku pernah bertemu sebelumnya dan suaranya pun gak asing di telingaku,tapi dimana?,"gumamnya melamun di ruangan privasi kantornya
tak lama kemudian putra kembali teringat dengan ponsel perempuan yang iya tabrak di minimarket perempuan bercadar yang dilihat dari sorot matanya saja sepertinya cantik mata bulat alis hitam agak tebal dan bulu mata yang lentik,tapi cengeng, tutur putra
mana ponsel yang aku berikan kemarin apa kau sudah perbaiki?," ucap nya dengan seseorang di ujung telepon
sudah tuan," jawab pria itu
sekarang kau antar kemari," suruhnya sambil menutup telpon secara sepihak
tak lama kemudian ponsel yang putra inginkan di antarkn oleh jefri asistennya, tuan ini struk nya dan ini ponselnya," ujar jefri sambil menyodorkan ponsel itu
hemm, taruh di mejaku," putra
tuan 1 jam lagi anda ada rapat kolega tuan beserta tuan besar," ujar jefri
hemm," ucap putra singkat tanpa menoleh asistennya dan mengangkat tangannya dan menyuruh jefri untuk keluar, jefri pun mengangguk dan pergi keluar ruangan
BERSAMBUNG..
__ADS_1