
tak lama kemudian putra sampai di depan loby hotel dan lofa langsung keluar dan menghampiri mobil yang sudah berada di depan dengan cepat putra turun dan membukakan pintu untuk istrinya
"terima kasih mas, " ucap lofa
"sama sama sayang, " jawab putra sambil tersenyum manis
mereka pun pergi ke suatu tempat dimana tempat itu masih di rahasiakan oleh putra
mobil mewah yang di kendarai putra langsung pergi meninggalkan hotel lofa yang sedari tadi di landa penasaran terus bertanya mau kemana yang tentu saja putra tidak memberi tahunya
"kamu kenapa yang kok cemberut lagi sih?, " tanya putra
" habisnya kamu mas main rahasia rahasiaan sama aku , " jawab lofa sambil memanyunkan mulut kecilnya semakin membuat putra gemas
"sabar dong sayang nanti juga kamu tahu ya, " ucap putra sambil mengelus kepala lofa dengan lembut
"hemm," lofa hanya mendengkus kesal kini manik matanya hanya melihat sekitar jalan yang asri hamparan sawah terbentang luas tak butuh lama lofa tertidur putra hanya tersenyum melihat istrinya yang begitu mudah untuk tidur
" ***** amat sih istriku ini, " ucapnya seraya terkekeh
sekitar 30 menit perjalanan kini putra sampai di sebuah rumah 2 lantai cukup besar bernuansa putih lilac itu ia memarkirkan mobilnya setelah mobilnya terparkir sempurna putra membangunkan istrinya yang tengah tertidur pulas
" yang bangun kita udah sampai," ucap putra sambil mengelus pipi istrinya dan langsung membuat sang empunya mengerjap membuka matanya
"hemm udah sampai mas kita dimana ini?, " tanya lofa sambil mengedarkan pandangannya
"ayo turun kita lihat rumah baru kita sayang, " jawab putra
lofa masih setengah sadar belum begitu sepenuhnya mencerna setiap perkataan suaminya ia hanya mengangguk dan turun dari mobil
"waah bagus banget mas, ini rumah siapa mas ?,"tanya lofa sembari berdecak kagum melihatnya
" ini rumah kita dek, " jawab putra sambil tersenyum
"mas kamu yakin ini rumah kita, kamu gak bohongkan?," tanya lofa lagi masih belum percaya lada suaminya
__ADS_1
" ya ampun sayangku serius mas gak bohong ," jawab putra sambil mengangkat 2 jari nya
"gimana suka kan?, " tanya putra lagi
"suka banget mas, desainnya percis banget seperti yang aku inginkan, " jawab lofa antusias dan melenggang melangkah ke teras rumah
"emang ini dari desain kamu yang, " ujar putra sambil menghampiri istrinya
" haah apa yang kamu bilang mas jangan bilang kamu ambil desain aku ya, " seru lofa sedikit memicingkan matanya
" jangan marah ya hehehe, "kata putra sambil nyengir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" engga aku gak marah cuma kamu kok bisa punya desainnya padahal itu ada di ipad aku mas, " ujar lofa
"ya tentunya dapat bala bantuan kakak ipar dong, " jawab putra enteng
"hemm pantas saja, " ujar lofa
putra pun membuka pintunya dan masuk kedalam rumah yang baru dua hari selesai tapi isi di dalam rumah sudah lumayan lengkap karena putra kemarin sudah menyuruh jefri menata semua barang barangnya
"waalaikumsalam," jawab putra seraya mengikuti langkah istrinya
lofa pun melihat lihat sekitar rumahnya di lantai satu terdapat 2 kamar dua kamar mandi dapur dan laundry setelah melihat lihat kamar lofa berlari ke tempat favoritnya yaitu dapur dia berdecak kagum melihat kitchen set yang indah dan juga lengkap dengan perabotannya di mana di depannya ada meja bundar yang lumayan besar
"waaw ini beneran mas bagus banget lengkap lagi semua ini kamu yang nata mas?," tanya lofa
" menurutmu siapa?, " tanya putra balik
"beneran mas yang beli semua ini bukan mama?," tanya lofa mereka hanya saling melontarkan pertanyaan satu sama lain
"mama sama papa ga tau kalau aku bangun rumah disini yang tau cuma asisten aku sama andris, " jelas putra sambil mengelus puncak kepala istrinya
"kenapa mas ga ngasih tau mama sama papa?, " tanya lofa heran
"mas ga bermaksud merahasiakannya cuma mas mau kasih tau mereka kalau sudah jadi tapi sekarang mas memilih untuk memberi tahu istri mas dulu, " jawab putra sambil mejawil dagu lofa
__ADS_1
emhh gitu, " seru lofa sambil maniknya melihat lihat setiap inci rumah itu
yu kita lihat ke atas, " ajak putra seraya meraih tangan lofa
di lantai 2 terdapat 2 kamar dan 1 kamar khusus ruang kerja
lofa dan putra menuju kamar utamanya yang terletak di lantai dua ketika membuka pintu lofa berdecak kagum dengan kamar yang luas bernuansa putih itu dengan kasur dengan king size lemari meja rias serta pernak pernik lainnya sudah lengkap lofa merasa terharu ketika melihat foro pernikahannya yang terpampang jelas di dinding atas kasurnya
" mas jadi ini yang kamu rahasiakan hemm?, " tanya lofa seraya menghempaskan bokongnya di sofa panjang di kamarnya itu
" hemm yup betul, seratus buat istri mas, " jawab putra sambil mengikuti istrinya duduk d atas sofa
"terima kasih mas, " ujar lofa dengan mata yang sudah berbinar
"sama sama sayang, " jawab putra langsung memeluk lofa
" yang aku masih ada sesuatu untuk kamu, tapi kamu tutup mata dulu ya yank ," kata putra
"apa lagi mas, kok harus tutup mata segala?, " tanya lofa
"jangan protes ayo tutup mata jangan ngintip ya," jawab putra seraya mengambil kotak merah beludru di dalam laci nakas
"buka mata kamu yang," pinta putra perlahan mata lofa terbuka lofa tersenyum ketika putra membuka kotak itu ternyata kalung yang berliontinkan berlian yang sudah pasti harganya cukup mahal
" mas untuk aku?, " tanya lofa yang di jawab dengan anggukan oleh suaminya,
"mas pakaikan ya , "ujar putra seraya mengikis jarak dan menyingkapkan jilbab lofa dan memakaikan kalung tersebut di leher jenjang sang istri
" nice,cantik , " seru putra
" terima kasih banyak mas," ucap lofa seraya berhambur memeluk putra
" sama sama sayang , " jawab putra dan membalas pelukan lofa dan mencium pucuk kepala lofa
BERSAMBUNG....
__ADS_1
🙏🙏MOHON MAAF PADA SEMUA YANG MEMBACA BARU UPDATE LAGI INSHA ALLAH KEDEPANNYA LEBIH TERATUR UP YA