
setelah itu lofa langsung kembali ke dalam karena dia malu
heh bro kalau naksir udah sikat tuh adek gue lagian dia jomblo ko," ucap zarul sambil cengengesan menggoda putra
apaan sih lu ah," kata putra yang sedari tadi memperhatikan lofa
hemm kenapa ya setiap melihat dia hatiku rasa nya adem banget,tapi di sisi lain gue ingat sely yang sekarang entah kemna apa gue terima saja perjodohan itu ya, tapi masalahnya sama siapa gue di jodohin di lain sisi juga kenapa gue terpana sma adiknya zarul," gerutu putra bingung dengan keadaannya sekarang
malah bengong ni anak pasti mikirin adek gue ya," ucap zarul menggoda putra
eh apaan sih kesana mulu perasaan," sarkas putra kesal
sudah ko kalian malah berantem sih," ucap abi coba menengahi
sementara itu lofa masih bergelut dengan keluh kesahnya entah apa yang sedang dia rasa sekarang karena ia belum pernah seperti ini sebelumnya
ya allah ya robb jika memang ini rasa cinta maka hamba mohon jangan buat rasa cinta ini menjadikan hamba lalai akan kewajibanku dan selalu mengikuti hawa nafsu semata," ujarnya pelan sambil terlentang di atas kasur
jika memang dia jodohku maka dekatkan lah ia dan jika ia bukan jodohku maka jauhkanlah ia," ucap lofa lirih dan tanpa sadar ia pun menangis
sesampainya pulang putra langsung membersihkan tubuhnya, setelah selesai ia pun membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit² kamarnya dia pun teringat kembali kejadian tadi
yang terus membayang bayangi pikirannya,
uussstthh keenaapaa?," kesalnya
paginya seperti biasa putra turun untuk sarapan dan berangkat kerja
pagi pah,"ucap putra sambil duduk
pagi ," sahut papa yang tengah duduk dan sambil membaca koran
mama pun datang sambil membawa makanan dan menghidangkannya mereka pun sarapan dengan hidmat tanpa berbicara
pah putra setuju kalau papa mau jodohin putra," ucap putra yang membuat papa dan mama kaget
seriuss kmu put mau terima perjodohan itu?," tanya papa senang akan ucapan anaknya
iya," jawab putra singkat
alhamdulilah,akhirnya kamu ambil keputusan yang tepat" ucap papa
putra tidak bicara lagi setelah sarapan putra pun langsung pamit pergi ke kantor begitu juga papa
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
sekarang hari pertama lofa masuk kerja di kantor abi nya tapi lofa berangkat sendiri tidak dengan abi nya karena lofa mau mampir dulu ke suatu tempat dan abi lofa berangkat duluan di jalan waktu lofa berangkat ke kantor tepatnya di lampu merah mobil yang di kendarai lofa tiba tiba mogok dan tidak bisa menyala dan tidak bisa di start iya pun sempat kelimpungan karena dia tidak mengerti soal mesin lofa pun bingung harus bagaimana
ditengah kebingungan nya ada sebuah mobil hitam mewah yang menepi di depan mobilnya lofa pun tersenyum dan mengalihkan pandangan nya kedalam mobil dan ternyata seorang pria, sesaat pria itu turun dari mobilnya lofa pun terkejut karena yang berhenti itu mobilnya putra
__ADS_1
deg
deg
tuan putra," ucap lofa kaget
iya saya," kata putra
mobil kmu kenapa?," tanya putra sambil menghampiri lofa
emhh anu tuan, iii nni mobil saya mogok," jawab lofa sedikit terbata dan tertunduk malu akan tatapan putra
mna saya lihat," ujar putra sambil berlalu dari lofa dan langsung membuka penutup mobil dan coba memperbaikinya
dasar perempuan hanya bisa makenya saja soal gini aja dia gak tau," gumam putra
putra pun menyuruh lofa untuk mencoba menyalakan nya namun sebenarnya putra merasa gugup jika bertemu dengannya,setelah beberapa menit mobil di periksa dan ternyata mobil lofa menyala
lofa pun tersenyum bahagia karena mobil nya kembali menyala
alhamdulilah tuan mobilnya kembali menyala," ucap lofa
ya sudah," ucal putra dengan ekspresi datarnya
terima kasih tuan anda sudah membantu saya,"ujar lofa yang matanya menyipit karena tersenyum senang
kalau punya mobil di urus jangan biarin begitu nanti cepat rusak," ucap putra sedikit sinis
lofa tidak menjawabnya dia hanya membalasnya dengan anggukan dan putra pun pergi meninggalkan lofa
sesampainya di kantor lofa langsung pergi ke ruangan abinya dan berbincang sebentar di sana
nak nanti kamu ikut abi dulu ya nanti abi kenalin kamu ke semua staf disini ya," ucap abi
baik abi nanti lofa ikut," jawab lofa
abipun mengajak lofa pergi ke suatu ruangan dan mengumpulkan staf nya dan memperkenalkan lofa
assalamualaikum semuanya perkenal ini anak bungsu saya namanya lofa ,dia sekarang saya tempatkan di bagian perancangan ya ," ucap abi
semua staf mengangguk mengerti atas apa yang di sampaikan bosnya mereka pun berslaman dan mengucapkan selamat datang pada lofa
saya disini sebagai staf abi juga ,jadi bila saya tidak mengerti dan saya melakukan kesalahan kalian jangan sungkan untuk menegur saya ," ucap lofa pada semua staf
wah anaknya pak rahman di bagian perancangan berarti dia arsitek pak rahman pasti bangga ya pda bu lofa sudah pintar solehah pula," ujar salah satu karyawan kagum
saya bukan manusia sempurna tapi saya hanya manusia yang ingin memperbaiki kualitas diri saya ," ucap lofa sambil tersenyum dibalik cadarnya
setelah berkenalan lofa pun pergi ke ruangannya dan lofa pun duduk disna
__ADS_1
lofa melihat lihat dokumen yang akan dia kerjakannya,terdengar suara ketukan dari luar
tok
tok
silahkan masuk ," ucap lofa
permisi bu perkenalkan saya novi saya disini sebagai sekertaris anda bu jadi kalau anda butuh sesuatu bisa beritahu dan ini jadwal dan dokumennya ," ucap novi sambil memberikan dokumen
oh iya makasih, nov kamu nanti bantu saya ya buat mempelajari nya," lofa
baik bu dengan senang hati," novi
terima kasih ya," lofa
sama² bu kalau begitu saya pamit dulu bu," novi
novi pun kembali ke tempat nya dan kembali bekerja
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
*di kantor putra
kenapa perasaanku seperti ini kenapa jantungku selalu berdebar kalau bertemu dia dan sialnya kenapa aku ketemu dia lgi," ucap putra dalam hati
maaf tuan, bos ingin bertemu anda," ucap jefri yang membuyarkan lamunan nya
ada apa," ucap putra
anda sudah ditunggu bos besar tuan," jefri
baiklah," putra
putrapun pergi keruangan papanya
assalamualaikum pah ada apa ppah panggil putra," tanya putra
waalaikumsalam, gini tadi papa sudah bicara sama kawan papa dan mereka siap, jadi besok lusa kita pergi kesana ," jawab papa
secepat itukah?," ucap putra
lebih cepat lebih baik nanti kamu berubah pikiran lagi," ujar papa
ya sudah terserah papa," ucap putra pasrah
waktu menunjukan pukul 4 sore dan sekarang waktunya pulang lofa pun bersiap untuk pulang sebelum pulang lofa menuju ke ruangan abinya dan ternyata abinya masih ada kerjaan dan menyuruh lofa untuk pulang duluan
BERSAMBUNG..
__ADS_1