
hari pernikahan pun tiba dimana lofa saat ini sedang dirias oleh MUA propesional yang di utus langsung oleh mama diana karena ia ingin yang terbaik untuk mantunya itu,
masya allah cantiknya adekku beruntung sekali putra dapat istri seperti kamu dek, paket komplit pokonya, " ucap naura yang terkagum kagum akan kecantikan adik iparnya itu
ihh kakak ini bisa aja jangan gitu dong kak lofa malu nih, " ujar lofa
loh kok malu memang kenyataannya gitu kok, ya kan nis , " kata naura yang sambil melirik anis
iya kak bener banget itu, " ucap anis
kak aku gugup banget deh coba kakak pegang, " ujar lofa seraya meraih tangan naura dan menempelkan tangannya kedada lofa yang kini sedang berdegup kencang
tenang rileks saja de semoga semuanya berjalan dengan lancar kamu harus yakin ya, " ucap naura sembari mengelus tangan lofa memberi sedikit ketenangan buat lofa
tapi lofa benar benar gugup dan takut kak, " ujarnya lagi
dek yakinlah dan banyak banyak berdoa dan berzikirlah agar kamu tenang ya, "ucap anis lalu ia memeluk adik ipanya yang tengah dilanda ketegangan
kak makasih ya karena selalu ada buat lofa ucap lofa sambil memeluk kedua kaka iparnya itu
sama sama dek kami sudah menganggapmu sebagai adik kandung kami sendiri, " jawab kak naura seraya membalas pelukan lofa
iya, sudah ah jangan nangis entar make upnya luntur de, " kata anis
..
..
...
tak membutuhkan waktu yang lama untuk merias lofa karena lofa tidak ingin terlalu menor toh dia juga kan memakai cadar jadi tidak perlu make up yang terlalu tebal kini lofa sudah siap dengan balutan gaun putih nampak begitu anggun
sedangkan di bawah tampak rombongan putra sampai di kediaman lofa karena memang proses ijab qobul akan di selenggarakan di rumah lofa dan resepsinya akan di gelar di salah satu hotel milik ayah putra pada hari esoknya
sesampai nya di sana putra tampak sangat gagah dengan balutan kemeja putih jas hitam nya kedatangan keluarga putra di sambut dengan iringan solawat dan beberapa tradisi adat sunda acara demi acara dan beberapa sambutan berlangsung sekarang tiba saatnya prosesi ijab qobul putra sekarang sudah berhadapan dengan abi rahman dan penghulu juga beberapa saksi..
. ananda putra atamimi apakah anda sudah siap? " tanya pak penghulu
insha allah saya siap, " jawab putra dengan tegas
bapak sudah siap, " tanya pak penghulu pada abi
__ADS_1
iya saya siap, "jawab abi
abi abdurahman pun menjabat tangan putra dan prosesi ijab qobul pun di mulai dengan diawali lapadz basmalah akhirnya semuanya berjalan dengan lancar dengan hanya satu tarikan nafas putra mampu mengucap kata sakral dengan lancar dan lantang hingga satu sambutan kata sah menggema di ruangan itu setelah ijab qobul kita saat yang dinantikan putra yaitu lofa yang kini sah menjadi istrinya mereka pun berdoa untuk kebaikan kedua pengantin
lofa pun turun dengan di gandeng oleh kedua kakak iparnya langkah demi langkah lofa menuruni anak tangga begitu anggun dan mempesona dengan balutan gaun putih lengkap dengan cadarnya semua orang tertuju pada lofa yang sedang menuruni anak tangga yang di apit kedua kakak iparnya pelan pelan lofa diantarkan menuju kursi di samping putra sampai sampai putra tak berkedip di buatnya
masya allah subhanallah benarkah dia sekarang istriku? terimakasih ya allah tak henti hentinya aku bersyukur akhirnya wanita solehah ini sah menjadi istriku, "ucap putra dalam hati
nak sekarang kamu bacakan doa pada istrimu , " ujar abi rahman yang membuyarkan lamunan putra
putra pun mengikuti perintah abi, putra meletakan satu tangannya di ubun ubun lofa dan satu tangannya menengadah putra mulai membacakan doa dan lofa mengamininya
kemudian putra mencium ubun ubun lofa dengan membaca doa
با رك الله لكاي منا في ها حبه
dan sekarang lofa cium tangan suamimu, " ujar abi
dengan perasaan gugup dan sedikit gemetar lofa meraih tangan putra dan mencium tangan putra,ini kali pertama lofa memegang tangan seorang pria lain selain kakak dan abinya setelah itu lofa dan putra menandatangani dokumen dokumen pernikahannya setelah itu mereka mengambil foto bersama
akhirnya acara selesai dengan khidmat tinggal acara selanjunya yaitu acara resepsi kedua keluarga itu sekarang tengah berkumpul bersama di ruangan tengah mereka semua tampak bahagia karena keinginan mereka untuk berbesan sudah terwujud
putra melirik jam tangannya sudah menunjukan jam 3 sore zarul yang melihat putra dari tadi asik melihat jam tangannya tersenyum
sudah susul tuh istrimu dia sudah ke kamar tuh takutnya istri baru kamu ngambek loh put, " goda zarul
putra hanya tertunduk malu karena di goda zarul tanpa menghiraukan perkataan zarul akhirnya putra pamit menyusul ke kamar lofa yang beberapa jam sudah sah menjadi istrinya
putra tampak ragu untuk mengetuk pintu berulang kali ia mencoba tapi ia urungkan saat putra ingin mengetuk pintu sudah di buka oleh lofa
ehh mas ngapain di situ kenapa gak masuk?," tanya lofa karena melihat putra hanya diam mematung di depan pintu
engga ini mas baru mau ngetuk, " jawab putra kikuk
oh silahkan mas masuk , " ucap lofa
putra pun mengangguk dan masuk sementara lofa keluar
loh mau kemana dek?," tanya putra karena melihat istrinya malah keluar
aku mau ambil minum mas , "jawab lofa sembari melangkah keluar
__ADS_1
putra merebahkan tubuhnya di kasur lofa dia menatap dan melihat ke sekeliling kamar lofa yang bernuansa pink itu, tak beberapa lama lofa pun kembali dengan sebotol minuman rasa jeruk dan segelas air putih
mas mau minum ?, " tanya lofa sedikit rasa canggung
eh boleh sepertinya seger deh, " jawab putra sembari beranjak dan beralih duduk di sofa
lofa pun menuangkan minuman yang di botol kedalam gelas dan memberikannya pada putra
terima kasih istriku, " ucap putra seraya tersenyum manis lofa yang mendengar kata istriku langsung bergetar dadanya berdegup kencang wajahnya langsung merona tpi untungnya ia masih memakai cadarnya sehingga putra tidak tahu kalau saat ini lofa tengah tersipu malu
sama sama mas, " ujar lofa dan menaruh gelas di atas nakas ketika lofa hendak pergi ke kamar mandi tiba tiba tangan lofa di cekal putra dan lofa pun terjatuh tepat di atas pangkuan putra sontak saja membuat lofa terkejut eh mass ada apa?, " tanya lofa gugup
suutt sudah diam biarkan begini dulu sebentar, " jawab putra sambil menatap lekat kedua mata indah lofa
kedua netra saling bertemu dengan perasaan tidak karuan lofa menelan salivanya perlahan mencoba menetralkan perasaannya tangan putra yang tidak bisa di ajak kompromi mulai menarik tali cadar yang lofa kenakan perlahan tali cadar terbuka dan menampilkan wajah yang tersembunyi di balik cadar itu kini terpampang jelas di hadapan putra, mata bulat, hidung yang mancung dan bulu mata yang lentik membuat putra diam tak bergeming ternyata aslinya lebih cantik di banding angan angannya selama ini perlahan jari telunjuk putra mengelus pipi mulus lofa turun dan memegang dagu lancip lofa tanpa aba aba dan tanpa persetujuan lofa putra mengecup kening lofa lalu mengecup bibir ranum lofa yang sedari tadi membuat putra gagal fokus lofa membulatkan matanya akan aksi suaminya itu
nur neelofa alfatih apa kamu siap sayang?, " tanya putra dengan nada yang sedikit berat
deg!!
lofa terkejut akan perlakuan putra yang tiba tiba itu lofa tidak menjawabnya lofa langsung berdiri dan turun dari pangkuan putra lofa berlari ke dalam kamar mandi lofa langsung menutup pintu dan menguncinya lofa mencoba menetralkan perasaannya yang bercampur aduk itu mengelus elus dadanya
astagfirullah kenapa denganku, maafkan aku mas aku masih takut aku belum terbiasa seperti ini, tolong beri aku waktu untuk aku siap memberikan hakmu mas"gumam lofa sedikit bingung
sedangkan di luar putra yang tengah duduk sedikit merasa kesal akan perlakuan lofa tadi tapi dia berpikir lagi kalau dia juga jangan egois jangan terlalu memaksakan kehendaknya lagi pula ini sesuatu yang baru buat lofa putra harus sedikit bersabar akan perihal itu
arghhh kenapa denganku kanapa aku langsung menyerangnya dan menanyakan itu sekarang tentu saja dia kaget dan tidak mau ," ujar putra sambari mengacak ngacak rambutnya dan mengusap wajahnya kasar
di saat putra yang tengah gusar atas tingkahnya sendiri terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan ternyata lofa keluar dari kamar mandi yang sudah berganti pakaian dengan pakaian rumahan lengkap dengan jilbab instannya tapi yang berbeda kini lofa tidak memakai cadarnya melihat lofa yang keluar tidak memakai cadar hati putra sedikit terobati
dengan perasaan yang gugup lofa duduk di sisi ranjang dengan wajah yang menunduk
maaf... maafkan lofa mas," lirih lofa hanya itu yang di ucapkan lofa putra pun menghampiri lofa dan ikut duduk di sisi ranjang di samping lofa
tidak dek itu bukan salahmu justru mas yang harus meminta maaf karena mas sudah membuatmu takut,maafkan mas jika kamu belum siap mas tidak akan memaksamu mas akan menunggu mu sampai kamu siap " ujar putra saraya mengelus puncak kepala lofa
terimakasih mas atas pengertiannya , " ucap lofa
putra pun menarik tangan lofa dan membawanya kedalam dekapan putra lofa membulatkan matanya tertunduk malu lalu lofa menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu awalnya lofa begitu ragu tapi lama kelamaan ada rasa nyaman ketika lofa berada di pelukan putra lofa pun membalas pelukannya putra tersenyum bahagia karena perlahan istrinya mulai luluh
BERSAMBUNG...
__ADS_1