
"mas mau berangkat sekarang?, " tanya lofa menghampiri suaminya yang tengah bersiap dan menaruh secangkir teh hangat di atas meja
"iya mas berangkat sekarang sayang soalnya ada meeting kamu disini baik baik ya jangan keluar tanpa aku, " peringat putra pada lofa
"kapan kita ke rumah ummi mas?, " tanya lofa lagi dia sudah rindu dengan sosok sang ibu
"nanti sore kita kesana ya, " jawab putra lalu mengecup lembut pipi gadis halalnya itu
"diminum dulu mas keburu dingin, " lofa menyodorkan teh manis yang sudah ia buat tadi
"makasih sayang, " putra mengambilnya dan meminumnya setelah selesai putra dan lofa sama sama keluar dan berjalan menuju meja makan disana sudah tersedia berbagai makanan untuk sarapan
"kamu masak sayang?, " tanya putra lalu duduk di kursi
"iya mas siapa lagi kalau bukan aku bi sumi kan cuma beres beres disini, " jawab lofa
"padahal biar bi sumi dulu sayang yang masak bukan kamu nanti kalau sudah sembuh sudah enakan baru kamu yang ingat kamu lagi hamil gak boleh kecapean, " seru putra posesif
"mas aku udah baikan udah sehat dan alhamdulilah dedek bayinya juga sehat ya nak, " sahut lofa dengan tersenyum seraya mengelus lembut perutnya yang masih rata, putra tersenyum melihat istrinya senang seperti itu
"mas mau sarapan apa,biar aku ambilkan?, " tanya lofa
"biar mas yang ambil yang udah kamu duduk kamu kan abis masak jadi biar mas yang layani kamu ok, " ucap putra lalu mengambilkan nasi goreng dan memberikannya pada gadis halalnya barulah ia mengambil untuknya lofa tidak membantah kemauan suaminya karena ia juga senang di perlakukan semanis itu,setelah selesai lofa dan putra siap untuk kembali k aktifitas masing masing
"yang mas nanti pulang sebelum ashar ya kamu gak apa apa kan?, " tanya putra pada sang istri yang sedang berjalan menuju luar rumah guna mengantar putra berangkat ke kantor
"engga mas kamu jangan khawatir lagian di sini banyak yang jaga tuh abi juga nambahin, " ucap lofa sembari melirik dua penjaga yang berada di depan rumah serta 4 penjaga lagi di depan gerbang
"itu demi keselamatan kamu, aku gak mau lagi kecolongan yang kedua kalinya yang, " ujar putra sembari mengelus kepala lofa dengan sayang lalu mengecupnya
"iya mas lofa ngerti kok tapi ini gak kebanyakan mas?, "tanya lofa lagi yang melihat para bodyguard suruhan putra dan juga abi rahman
"engga sayang ini demi keselamatan kamu dan ingat kalau kamu mau keluar jangan sendiri ya kalau perlu tunggu mas ya, " seru putra dengan lembut lalu mengecup lembut perut lofa yang masih rata
"baba kerja dulu ya nak jaga umma jangan bandel yah, " ucap putra yang masih mengelus perut lopa
"baik baba sayang, "sahut lofa dengan menirukan logat anak kecil
" gemes banget sih istrinya siapa ini, "ujar putra sembari menjawil dagu lofa
__ADS_1
" istrinya baba putra at tamimi, "jawab lofa dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda putra
"bisa gak sih mas gak kerja hari ini?, " putra memelas sayu
"loh kenapa mas?, " tanya lofa heran
"mas maunya kelonan sama kamu ay, " cicit putra manja
"astagfirullah mas udah kerja sana, nanti aja kelonannya kalau udah malam, " lofa malah menggoda putra seraya terkekeh
"janji ya nanti malam yang, " putra mengerlingkan matanya penuh arti lofa tersenyum di balik cadarnya
"iya mas insha allah itu kan kewajiban lofa sebagai istri untuk melayani suami, " kata lofa yang membuat putra tersenyum lebar
"makasih sayang, " ucap putra
"sama sama baba, " jawab lofa
"ok mas berangkat ya hati hati dan ingat pesan mas ya, " ujar putra menginterupsi
"siap baba sayangku, "
"waalaikumsalam baba hati hati ya, "
"iya sayang, "
setelah kepergian putra lofa langsung masuk ke rumah di sana bi sumi sedang bersih bersih bekas tadi sarapan
"bi sarapan dulu nanti kalau udah baru beresin lagi," ucap lofa
"iya non bibi beresin dulu ini tanggung, " jawab bi sumi seraya menunduk
"baik lah bi saya ke atas dulu ya bi, " ucap lofa lalu pergi meninggalkan bi sumi
.....
Putra sampai di kantornya dan sudah di sambut oleh jepri
"pagi tuan, " sapa jepri
__ADS_1
"pagi, " jawab putra
"maaf tuan tadi dirga menyampaikan kalau nyonya winda yang menyuruh anak buahnya untuk mencelakai bu lofa tuan, " tutur jepri yang membuat putra mengeratkan rahangnya ia sangat marah
"apa dia sudah mendapatkan tempat persembunyiannya?, " tanya putra
"sudah tuan, " jawab jepri
"bagus terus awasi pergerakan mereka, aku juga akan memberi tahu abang iparku, " imbuh putra
putra meraih ponselnya mencari kontak zaqif yang tak lain adalah abang iparnya lalu menekan tombol dan menghubunginya
"assalamualaikum bang bisa kita ketemu di tempat biasa?," sapa putra tanpa basa basi
"waalaikumsalam,bisa put kebetulan aku sedang tidak sibuk, " jawab zaqif
"baik bang aku tunggu, "
"siap , "
"baiklah aku tunggu di lokasi, " ujar putraa
Zaqif beranjak dan ia menemui asistennya lalu keluar untuk bertemu dengan putra
...
"baiklah jika sudah mendapatkan tempat persembunyiannya kalian jangan gegabah tunggu saya disana, " seru putra pada dirga dan anak buah yang lainnya
"baik bos kita juga melihat seorang wanita bersama nyonya winda, " ucap dirga
"saya tahu dia kamu awasi terus dia karena dialah dalang dari semuanya, " jawab putra
"jangan sampai mereka lolos,dan jangan sampai dia kembali mencelakai istri saya lagi, " ujar putra lalu pergi dari ruangan bersama jepri
setelah itu putra bertemu dengan zaqif di tempat biasa
"ada apa put?, " tanya zaqif setelah sampai
"kita sudah menemukan tempat persembunyian wanita itu , " jawab putra
__ADS_1
"baguslah kalau begitu jangan tunggu lama lama kita kesana sekarang juga, " ajak zaqif tak sabaran