
"mas besok kita k swalayan yuk!, " ajak lofa sambil bergelayut manja pada suaminya
"hmmmm, " jawab putra dengan deheman dan mata masih fokus pada layar ponselnya yang membuat lofa sedikit merengut kesal
"iss mas mau gak?, " tanya nya lagi putra menghela nafas dalam
"iya sayang, " jawab putra sembari tersenyum lebar
"nah gitu dong kan ganteng kalau gitu, " ujar lofa dengan mata berbinar memeluk suaminya dengan manja putra membalas pelukan sang istri dan mengelus kepalanya entah kenapa akhir akhir ini istrinya itu semakin manja tapi putra sangat menyukai kemanjaan istrinya
sayang, "panggil putra namun lofa tidak menggubrisnya setelah beberapa kali putra memanggil sang istri namun tidak menyahut putra melirik sang istri dan ternyata lofa sudah terlelap tidur dipaha putra
putra menatap lekat istri tercintanya itu ada rasa ke khawatiran dalam benaknya lantas kenapa wanita itu sampai meneror keluarga istrinya apa hubungan sebenarnya keluarga alfatih dengan wanita itu begitu banyak pertanyaan dalam benak putra ia takut kalau terjadi apa apa pada istrinya apa lagi dengan kejadian teror yang terjadi pada istrinya putra semakin memperketat keamanan di rumahnya
hari ini putra mendampingi istrinya untuk belanja bulanan di salah satu store di mall di kota itu lofa begitu antusias memilih bahan makanan putra mengambil buah buahan sementara lofa ke stan sayuran dan juga mengambil telur, ayam juga lainnya setelah itu beralih ke cemilan cemilan di saat lofa hendak mengambil snack ada tangan lain yang hendak mengambilnya lofa mendongkakkan kepalanya
"eh maaf !, " ucap lofa sembari menarik tangannya saat lofa beranjak gadis itu memanggilnya
"mbak lofa, " ucap gadis itu menghampiri lofa dan mengulurkan tangannya
"iya saya, mbak kenal saya?, " tanya lofa
"saya sely, " jawab sely dengan senyuman manisnya
"mba istrinya putra kan?, " tanya sely selembut mungkin
"iya," jawab lofa
"maaf mbak saya sely teman dekatnya putra, bahkan DEKAT mbak, " ucap sely menekan kata dekat seraya tersenyum sinis lalu meninggalkan lofa begitu saja, lofa hanya menautkan alisnya
__ADS_1
"kenapa sih, aneh emang sedekat apa sih sama mas putra?, " gumamnya sambil melihat sely yang melenggang pergi meninggalkannya
"sayang, " ucap putra yang sukses membuat lofa sedikit terperanjat
"mas ngagetin aja, " cicit lofa seraya mengusap dada
"kamu kenapa?, " tanya putra
"emmh engga mas, udahkan belanjanya,yu mas pulang, " jawab lofa dan menarik tangan putra
"eh eh tunggu dulu dong gak makan dulu yang?," tanya putra sembari mengikuti langkah istrinya
"gak, " jawab lofa singkat
"yang kamu kenapa sih, mas buat salah ya?, " tanya nya heran dengan perubahan istrinya yang kini seperti kesal padanya lofa hanya terdiam dan terus menarik tangan suaminya menuju parkiran setelah sampai di parkiran putra langsung menaruh belanjaannya di begasi setelah itu mengikuti istrinya masuk kedalam mobil
"yang kamu kenapa sih?, " tanya putra dengan tangan masih menggenggam tangan istrinya, lofa menghembuskan nafasnya
" sely teman mas, " jawab putra dengan berusaha setenang mungkin dan lofa hanya ber oh ria saja
"tadi aku ketemu sama sely mas, dia sempat ngobrol sebentar tapi dia seperti nya tidak suka sama aku kenapa ya, " ujar lofa mengeluarkan unek uneknya,sampai putra sedikit kaget dan memegang tangan sang istri
"sayang mas mau cerita tapi kamu jangan marah ya, " cicit putra lofa menautkan kedua alisnya memandang wajah putra yang sedang sedikit gugup
"tergantung mas,sekarang mas mau cerita apa?, " tanya lofa penasaran
"janji ya jangan marah dulu, tunggu ceritanya sampai selesai jangan sampai ada kesalah pahaman, " ujar putra
"iya mas, " jawab lofa
__ADS_1
putra menghela nafasnya dalam dan mulai menceritakan semuanya tanpa terkecuali agar istrinya paham bagaimana ia saat itu lofa terdiam dan menyimak penuturan dari suaminya lofa kini mengerti kenapa tadi sely seperti itu, lofa sedikit tenang karena suaminya mau jujur dan menceritakan semua padanya
"terima kasih mas sudah mau jujur sama lofa, " ucap lofa seraya mengelus pipi putra dengan lembut
"sama sama sayang, "jawab putra meraih tangan lofa dan menciumnya
" aku lihat mantan mas itu gak suka deh sama aku, " tutur lofa
"makanya mas takut dia berbuat ulah karena mas tahu bagaimna sifat dia yang, " lirih putra
"iya mas insha allah gak akan terjadi apa apa kok kamu jangan khawatir, kamu lupa aku gimana hemm?, " cicit lofa dengan senyum di wajahnya
"iya mas tahu kamu bisa bela diri tapi tetep aja mas khawatir sama kamu yang apa lagi kan kita sempat kena teror, " ujar putra
"iya mas kita berdoa aja agar kita di beri kesehatan dan juga keselamatan , " ucap lofa
"aamiin, " sahut putra
tak lama kemuadian mereka sampai di rumah dan putra langsung membawa semua barang belanjaannya setelah itu lofa bergegas menatanya sedangkan putra pergi ke ruangan kerjanya
setelah selesai membereskan barang belanjaanya tadi lofa membuat kopi untuk putra ia pun naik menuju ruang kerja putra ketika lofa hendak masuk tak sengaja ia mendengar putra berbicara dengan seseorang melalui via telepon ia sempat terjegat karena nama abinya di sebut
"mas putra nelpon sma siapa ya kok aku merasa ada yang di sembunyiin dari aku ya, " gumamnya
"terus kamu cari tahu aku tunggu informasinya, " ujar putra pada seseorang di balik telepon
"MAS!!,"
DEG
__ADS_1
BERSAMBUNG