Wanita Solehahku

Wanita Solehahku
ep 42


__ADS_3

"terus kamu cari tahu aku tunggu informasinya, " ujar putra pada seseorang di ujung telepon


mas!!


DEG


"ssayanng, " ucap putra gugup lofa menghampiri putra yang berdiri di dekat jendela ruangan putra khawatir kalau istrinya mendengarkan percakapannya putra tidak ingin istrinya mengetahuinya sebaiknya putra ingin menyelidikinya terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga istrinya itu


"nelpon sama siapa mas?, " tanya lofa seraya menaruh kopi yang sudah di buatnya di dekat laptop


"emmhh anu klien iya nelpon sama klien yank, " jawab putra salah tingkah lofa semakin curiga melihat gelagat putra yang salah tingkah itu lofa memicingkan matanya


"yakin mas, kamu gak bohong kan sama aku?," tanya lofa mengintimidasi putra semakin gelagapan dibuatnya


"ya engga lah sayang, " jawab putra kikuk putra yang masih di tatap itu sedikit ragu namun putra meraih pinggang lofa dan merangkulnya posesif


"mas mau apa?, " tanya lofa gugup karena kini putra mendekatkan wajahnya dan cup!! satu kecupan mendarat di pipi lofa, ia sedikit mendorong dada putra agar memberi jarak namun nihil putra mempererat pelukannya


"mas udah ah aku sesak nih ga bisa nafas kalau kamu peluk aku gini, " keluh lofa yang sudah merasa sesak karena pelukan putra yang erat mendengah istrinya sedikit meringis itu putra mengendorkan pelukannya dan mencium kening lofa


"istri siapa sih ini gemas sekali, " ucap putra sambil menjawil dagu istrinya


"istrinya putra attamimi, " jelas lofa dengan kekehan


putra mengelus lembut pucuk kepala istrinya dengan sayang


"maafkan mas sayang karena berbohong, " ucap putra dalam hati


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"pap mau ke mana udah rapi gitu?, " tanya mama yang heran melihat suaminya sudah rapi malam malam begini

__ADS_1


"papa mau ketemu klien mah, sebentar doang kok, " jawab papa bahar sambil meraih kunci dan mencium kening mama diana sebelum mama diana bersuara lagi papa bahar sudah ngacir keluar kamar


"hati hati pap jangan ngebut bawa mobilnya, " seru mama dan di balas dengan acungan jempol dari sang suami setelah memasuki mobil papa menghembuskan nafasnya


"hufftt akhirnya untung saja aku langsung pergi kalau tidak pasti mama terus nanya , " ucapnya sambil mulai mengendarai mobilnya papa bahar mengamati map yang ia bawa tadi sebenarnya itu bukan untuk klien dan papa bahar sebenarnya tidak menemui klien melainkan menemui besannya yaitu abi rahman sesampainya di sebuah resto yang sudah di tentukan abi rahman papa langsung menuju ruangan vip yang sudah di pesan


"malam bahar, " sapa abi rahman sambil bersalaman


"malam, " jawab papa bahar


"duduklah, " suruh abi rahman dan kini mereka berdua pun duduk tanpa basa basi papa bahar langsung menyerahkan map yang ia bawa tadi kepada abi rahman


"terima kasih bahar, " ucap abi rahman


"sama sama, " jawab papa bahar


"mau sampai kapan kamu menyembunyikan kebenaran nya?, " celetuk papa bahar seraya menatap wajah besannya itu, abi rahman menghela nafas panjang dan membuangnya kasar


"aku belum siap bahar, aku terlalu takut jika istri dan anak anak ku kecewa denganku, " keluh abi rahman dengan menundukan pandangannya matanya kini sudah menitikan air mata dimana terlihat jelas akan ketakutan dan kebimbangan hatinya sekarang ini, papa bahar menepuk pundak abi rahman menatapnya dengan lekat


"aku tahu dia sudah kembali dan aku juga yakin dia kembali karena dia masih mempunyai dendam denganku dan aku yakin kalau dia ingin menghancurkan keluargaku terutama lofa , " ungkap abi rahman seraya terisak


"kamu jangan khawatir anaku pasti melindungi manantuku, " ucap papa bahar


"terima kasih bahar aku akan coba memberi tahu semuanya tapi tidak sekarang , " lirih abi rahman seraya memijit pelipisnya yang sedikit berdenyut


"iya sama sama aku mengerti posisimu tapi jangan sampai anak anakmu dan istrimu salah paham denganmu, " ujar papa bahar


"iya pasti maka dari itu aku minta tolong rahasiakan ini pada orang lain perihal ini hanya kita berdua yang tahu," pinta abi rahman


"pasti aku tidak akan memberitahukannya pada siapapun, " jawab papa bahar, abi rahman sangat lega mendengar ucapan besannya itu betapa beruntungnya mendapatkan sahabat sekaligus besan yang selalu ada dikala salah satunya dalam kesulitan itulah arti sahabat yang sesungguhnya setelah semua urusannya selesai papa bahar dan abi rahman pun keluar dari resto tersebut sebelum mereka keluar putra yang hendak keluar juga dari resto tersebut menyenggol bahu abi rahman yang membuat map yang abi rahman pegang terjatuh dan berserakan dan begitu juga dengan map yang ada di tangan putra ikut jatuh

__ADS_1


"astagfirullah maaf saya tidak sengaja pak, " pekik putra seraya memungut kertas yang berserakan begitu juga dengan abi rahman, saat putra hendak berdiri iya tersentak karena yang ia tabrak ternyata mertuanya sendiri


"loh abi,papa aku kirain siapa maaf kan putra bi, " ujar putra sembari mencium punggung tangan mertuanya dan tak lupa juga menyalami papa bahar


"putra ngapain kamu disini?," tanya papa bahar


"putra habis bertemu klien pap, " jawab putra, abi rahman melirik putra dan melirik papa bahar secara bergantian kemudian abi rahman memberi kode pada papa bahar agar cepat keluar agar putra tidak banyak bertanya lebih sepertinya papa bahar mengerti dan ia pun mengajak putra untuk pulang bareng bersamanya


"put kalau sudah selesai kita pulang bareng yuk, udah malam juga, " ajak papa bahar, putra sedikit mengernyitkan dahinya heran karena papanya tiba tiba ngajak bareng pulang sedangkan papanya juga bawa mobil


"rahman aku pulang dulu ya, " pamit papa bahar sembari menepuk bahu abi rahman


"eh iya bahar, " jawab abi rahman tergugu karena tadi dia sempat termenung, melihat tingkah aneh mertuanya semakin kuat kecurigaan putra terhadapnya,


sebenarnya putra tidak menemui kliennya melainkan mengikuti papanya dan naasnya dia malah menabrak mertuanya itu,karena tadi kebetulan putra ingin menemui papanya namun beberapa kali di telpon tidak di jawab oleh papa bahar dan sampai rumah mama diana mengatakan kalau papa bahar baru keluar untuk menemui klien jadi tanpa pikir panjang putra menghubungi jefri dan melacak keberadaan papanya dengan skil hack yang hebat dari jepri membuat putra dengan mudah mendapatkan keberadaan papanya itu dan ternyata papa bahar tidak menemui klien melainkan menemui abi rahman lantas kenapa harus berbohong pada mama berarti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh papanya itu sehingga membuat putra penasaran dan mengikutnya, setelah mendengar semua percakapan keduanya putra memutuskan untuk bertanya nanti saja


"abi putra pulang dulu yah, " pamit putra seraya mencium tangan abi rahman


"iya nak hati hati, " ucap abi rahman


putra dan papa bahar pun berjalan menuju keluar resto dengan beriringan sementara abi rahman masih terdiam di tempatnya seraya menatap lekat keduanya


"tunggu pap, "


"ada apa?, "


papa bahar menghentikan langkahnya dan melirik anaknya yang berada tepat di sampingnya


"papa hutang penjelasan sama putra, " ucap putra seraya meninggal papa bahar yang termenung setelah mendengar ucapan putra,


"apa putra mengetahuinya?, " gumam papa bahar dalam hati seraya menatap punggung anaknya yang menghilang di balik pintu

__ADS_1


BERSAMBUNG


MAAF SEKALI GENGS UPNYA GAK KONSISTEN KARENA TERKENDALA SESUATU 🙏🙏


__ADS_2