Wanita Solehahku

Wanita Solehahku
ep 44


__ADS_3

Putra tak henti hentinya berdoa agar istri tercintanya segera sadar,putra terus memandangi wajah istrinya yang pucat pasi dan terbaring lemah tak berdaya membelai lembut wajah cantik itu karena putra tadi membuka niqob yang di kenakan istrinya karena sekarang sudah tidak ada siapa siapa selain dia dengan istrinya


"sayang bangun buka matamu aku rindu mas mohon bangunlah, " lirih putra seraya terisak menunduk menciumi tangan lembut kekasih halalnya


"apa yang harus aku katakan jika dia sadar aku tidak mampu memberi tahu istriku," gumamnya dalam hati


Putra terus terisak menenggelamkan wajahnya di sisi blankar dan tangan kanan yang terus membelai tangan sang istri tiba tiba ada yang menepuk pelan punggung kekarnya seketika putra menoleh siapa yang menepuknya dan ternyata itu abi rahman, laki laki paruh baya itu perlahan berdiri di sisi sang anak membelai kepala anaknya penuh sayang dan mengecupnya pelan


"lofa anak abi bangun lah maafkan abi nak, maaf kan abi, " ucap abi rahman yang sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi melihat anaknya yang sedari tadi belum siuman


"maafkan abi putra abi merasa gagal sebagai ayah juga sebagai orang tua, " ucap abi rahman seraya menangis


"abi tidak perlu meminta maaf sama putra minta maaf lah pada anak abi ini , " ujar putra dengan posisi yang tidak berubah sedikit pun abi rahman menghela nafas panjang ia sudah buntu pikirannya sudah kacau apa yang dia takutkan itu terjadi ketika abi rahman hendak bicara suara seseorang mengejutkan mereka ternyata itu ummi ina dengan zarul dan juga anis yang baru saja datang ummi ina langsung memeluk anak bungsunya yang terbujur kaku di atas blankar


"sayang anak ummi bangun nak!, " lirih ummi ina seraya terisak kak anis mengelus punggung mertuanya mencoba untuk menenangkan perlahan tangan lofa bergerak namun masih lemah perlahan lofa membuka matanya ia melihat kesekeliling sudah ramai orang sontak membuat ummi ina senang


"ummi,mas aku dimana?, " lirih lofa


"sayang alhamdulilah kamu sudah sadar nak, " ujar ummi ina dan menciumi wajah anak bungsunya


"ummi, awww mas sakit!, " rintih lofa seraya memegangi perutnya

__ADS_1


"kenapa sayang, " tanya putra panik dan langsung menekan tombol agar suster atau dokter datang selang beberapa waktu dokter datang dengan seorang suster ia segera mengecek keadaan lofa


"maaf ibu sama bapa bisa keluar sebentar biar kami cek keadaan pasien, " ucap dokter itu semua orang yang berada di ruangan pun keluar ruangan mereka menunggu di sebuah kursi panjang di depan ruangan harap harap cemas dengan keadaan lofa


"ya allah berilah kesehatan buat anak hamba, sungguh aku tidak berdaya melihat ia seperti itu, " lirih ummi ina seraya memeluk abi rahman


"aamiin ya allah semoga saja ummi, " ujar abi rahman


"nak sebenarnya apa yang terjadi kenapa putri ummi sampai seperti itu?, " tanya ummi ina pada putra yang sontak membuat putra yang sedari tadi menunduk mendongka kan kepalanya


"putra belum tahu ummi soalnya putra baru pulang saat itu sampai sampai putra sudah melihat lofa sudah tak sadarkan diri, " jawab putra seraya terisak pilu mengingat keadaan istrinya


"maafkan putra ummi putra sudah gagal jaga lofa juga calon anak putra, " lirih putra dan langsung meraih tangan ummi ina dan mengecupi tangannya sembari menangis


"ya allah jadi anak ummi keguguran astagfirullah yang sabar ya nak jangan menyalahkan dirimu sendiri ini sudah takdir dari yang maha kuasa nak, " ujar ummi ina menenangkan meski ummi ina ikut juga merasakan kesedihan menantunya


"sudah yang penting kita doakan saja semoga istrimu baik baik saja, " ucap abi rahman juga berusaha menenangkan putra


Setelah beberapa menit dokter keluar dari ruangan dan putra pun langsung menanyakan perihal keadaan istrinya


"bagaimana keadaan istri saya dok?," tanya putra

__ADS_1


"alhamdulilah masa kritisnya sudah usai dan saya tadi sudah memberikan obat pereda nyerinya " jawab dokter sembari tersenyum


"baik terima kasih dok, apa saya sudah bisa lihat istri saya?, " tanya putra lagi


"bisa pak asalkan jangan terlalu ramai ya, " jawab dokter


"baik kalau begitu saya pamit dulu pak, " ujar dokter itu melangkah meninggalkan putra


*di tempat lain*


"hahhaha itu baru permulaan tuan putra sebentar lagi keluargamu akan hancur, " ujar seorang wanita sexy dengan seringai iblisnya sembari menggapit sebuah rokok


Wanita itu beranjak dari tempat duduknya dan menemui seorang wanita paruh baya yang sedang terkapar tak berdaya


"ma aku sudah menyusun rencana dan meneruskan usaha mama untuk menghancurkan keluarga abdurahman itu ma cepat bangun ya, " lirih wanita itu seraya memegang tangan yang terbujur kaku di tempat tidur alat alat medis yang terpasang sangat banyak ia menatap lekat wajah wanita yang di sebut mama itu lalu ia menyambar tas dan kunci mobil yang berada di atas nakas


"aku pergi dulu ma, " ucapnya lalu mengecup kening mamanya itu


"jaga mama saya kalau ada apa apa kabari saya!, " pinta wanita itu pada dua orang pengawal dan 2 orang irt di rumahnya itu mereka mengangguk patuh


"baik nona, " ujar salah satu pengawalnya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2