Wanita Solehahku

Wanita Solehahku
ep 45


__ADS_3

Sudah beberapa hari lofa di rawat dan saat itu juga putra tidak pernah meninggalkan istrinya bahkan jepri yang menjadi asisten pribadinya putra di buat sibuk dengan kliennya dan menghandle semua tugas putra


"mas kamu gak ngantor hemm?, " tanya lofa pada putra yang tengah menaruh bubur di mangkuk yang baru ia beli tadi putra menoleh dan tersenyum lalu menghampiri istrinya dan duduk di kursi sebelah ranjang


"engga kan mas mau temenin istri mas disini, " jawab putra sembari mengaduk bubur


"maaf ya mas aku sudah merepotkan mu, " ujar lofa sendu


"sstt engga lah sayang justru mas yang minta maaf karena gak bisa jaga kamu, " jawab putra dengan netra yang sudah mengembun dan menarik tubuh sang istri kedalam dekapannya


"dek mas mau tanya sebenarnya apa yang terjadi?, " tanya putra hati hati


"waktu itu ade dari bawah buat ambil minum setelah kembali aku mendengar suara aneh di dalam walk in closet belum aku buka pintu aku sudah di dorong ke dalam toilet dia sempat menghampiriku namun mendengar mas datang dia langsung kabur, "jawab lofa panjang lebar dan sontak membuat putra terkejut juga marah karena orang itu sudah membuat istrinya celaka dan lebih parahnya membuat calon anaknya tidak terselamatkan dan kini lofa juga belum tahu jika dirinya keguguran karena putra akan memberi tahunya jika keadaan lofa sudah lebih baik


" jadi ada orang yang berani menyelinap ke rumahku sayang kamu mengenal atau kamu tahu ciri cirinya?, "tanya putra


" aku gak kenal mas tapi aku sempat mendengar dia menelpon seseorang sebelum dia pergi,kalau tidak salah dia sebut nama nyonya win..., "ucapan lofa terjeda kala ada seseorang yang masuk dan ternyata itu mama diana dan papa bahar


"assalamualaikum, mantu mama," sapa mama diana yang langsung merangkul lofa


"waalaikumsalam ma pa, " jawab lofa dan putra lofa pun mencium punggung tangan mertuanya bergantian


"gimana keadaan mu nak apa sudah baikan?, " tanya papa bahar


"alhamdulilah pap sudah lebih baik sepertinya besok juga bisa pulang, " jawab lofa seraya tersenyum di balik cadarnya


"syukurlah mama senang mendengarnya , " ucap mama diana seraya mengelus punggung tangan menantunya


Papa bahar berjalan menuju putra yang masih setia berdiri di samping ranjang kemudian ia menepuk pundak sang anak ia mengkode agar putra ikut keluar bersamanya untung saja putra peka lalu ia pamit untuk keluar sebentar sementara papa bahar sudah lebih dulu keluar ruangan

__ADS_1


"sayang kamu di sini dulu ya sebentar mas keluar dulu ya, " pamit putra pada lofa lalu mencium kening istrinya sebelum beranjak keluar mama diana hanya tersenyum melihat keromantisan anak menantunya itu bersyukur ia menjodohkan anaknya dengan wanita yang solehah seperti lofa


Setelah keluar ruangan putra mencari keberadaan papanya dan ternyata papa bahar sudah duduk di kursi stanles di pojok dekat jendela ruangan ia menghampiri sang papa


"ada apa pap?, " tanya putra seraya duduk di sebelah papanya


"ini, " jawab papa bahar sembari menenyerahkan cetakan sebuah amplop coklat berukuran sedang pada putra


"apa ini pap?, " tanya putra heran karena papanya malah memberi ia sebuah amplop berlogo rumah sakit


"sudah kamu jangan banyak tanya buka saja, " titah papa bahar buru buru putra membuka amplop tersebut ternyata sebuah kertas seperti diagnosa penyakit setelah membaca isi kertas itu matanya membulat sempurna kala melihat isi dari amplop tersebut


"apa pah papa dapat surat ini dari mana?, " tanya putra lagi


"itu sudah tertera bahwa surat itu dari dokter kandungan disini, " jawab papa bahar


"bersyukurlah itu berarti allah masih memberi kalian kesempatan untuk menjaga calon anak kalian, " jawab papa bahar tak terasa air mata sudah tidak bisa di bendung lagi kini bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia karena kenyataannya ia masih di beri harapan oleh sang pencipta


"tapi kok bisa, apa papa bisa jelaskan semuanya pap?, " tanya putra


"sebenarnya papa sudah tahu kalau ada yang mencelakai istrimu waktu papa sampai papa melihat ada dua orang yang mencurigakan papa nyuruh anak buah papa untuk mengintai mereka benar saja ada yang ingin mencelakai istrimu ketika itu papa langsung bertanya pada dokter yang baru saja keluar dari ruangan istrimu saat itu kamu sedang di kamar mandi dokter bilang kalau istri kamu selamat dan juga anakmu selamat papa juga sempat kaget mendengar istri kamu hamil dan hendak keguguran jadi papa menyuruh dokter bilang kalau istri kamu keguguran soalnya papa sengaja agar mereka bisa memberi tahu berita bohong ini pada dia put, " jelas papa bahar panjang lebar tak terasa kini putra tengah terisak di pundak sang ayah dan papa bahar membiarkan anaknya menumpahkan segala kesedihannya


"alhamdulilah pap ternyata putra akan jadi ayah, " lirihnya dengan air mata yang masih mengalir


"sudah sekarang kita harus lebih hati hati karena wanita itu tidak tinggal diam pasti dia memantau kita, " ucap papa bahar dan menepuk pundak anaknya lalu beranjak menuju ruang menantunya berada


***


Sudah beberapa hari lofa di rawat dan akhirnya hari ini lofa boleh pulang dan kini putra sedang mengemas barang milik lofa

__ADS_1


"mas nanti beli anggur ya kok aku pengen banget buah itu ya, " seru lofa


"baik sayang ada lagi selain itu?, " tanya putra lofa tampak berpikir beberapa saat lofa merenung memikirkan apa yang ia mau lalu senyum terbit di bibirnya


"aku mau rujak mas boleh?," ujar lofa mendengar permintaan dari istrinya putra sedikit terdiam lalu ia tersenyum


"baiklah sayang, boleh nanti mas beli " ucap putra namun wajah lofa kembali di tekuk putra spontan menautkan alisnya


"kamu kenapa sayang, hemm?, " tanya putra lalu menghampiri sang istri yang tengah duduk di sisi blankar


"aku,aku mau mas yang bikin bukan beli," jawab zara yang masih menunduk


"hah kamu yakin mau rujak bikinan mas,?, "tanya putra, lofa mengangguk mantap


"tapi mas gak janji enak loh sayang takut gak enak gimana?, "ujar putra tidak yakin lofa kembali memberengut dan menunduk


" bilang saja kalau mas gak mau, "lofa merajuk kini ia malah beranjak ingin keluar meninggalkan suaminya


" mau kemana yang?, "tanya adam seraya memegang tangan zara, gadis halalnya itu tidak menjawabnya malah sekarang ia menepis tangan suaminya


"yang jangan marah dong, iya iya mas bikinin rujak buat kamu ya, " bujuk putra agar istrinya itu tidak merajuk


"gak usah mas aku sudah tidak mau makan rujak, " tolak zara dengan ketus, putra merutuki kesalahannya ia mengusap wajahnya kasar


"iya sayang maaf ya mas janji buatin kamu rujak yang spesial buat istri mas tercinta ini ya, " ucap putra yang kembali membujuk lofa


"benar ya mas , " seru lofa dengan girang putra menghembuskan nafasnya cepat sekali mood istrinya itu turun naik apa itu karena hormon wanita hamil entahlah ,,


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2