
putra yang masih kesal dengan kejadian tadi tampak gelisah dan tidak tenang ia mondar mandir kesana kemari
kamu terus awasi dia jangan sampai lengah,"pinta putra pada seseorang pria di ujung telepon
baik," jawab pria itu
putra menutup sambungan telponnya secara sepihak dia kembali memikirkan kejadian tadi yang membuat geger seisi kantor dan kejadian tadi pastinya akan sampai ke kantor pusat
papa pasti sudah mengetahui kejadian tadi," gumam putra
dan benar saja tak lama kemudian pintu di ketuk dan putra sudah tahu kalau yang mengetuk pintu itu pasti papa dan benar saja setelah putra membuka handle pintu putra melihat papa sudah berdiri tegak di hadapannya dengan tatapannya yang tajam, putra memberi salam pada papa dan papa menjawab salam putra dengan nada sedikit ketus, putra sudah tahu kalau papanya sedang marah ia pun tanpa berbasa basi menyuruh papa untuk masuk ruangannya dan menyuruh duduk di atas sofa
pahh duduk dulu disini ya biar putra jelasin semuanya,"ucap putra sambil menggandeng tangan papanya untuk duduk
iya, memang semestinya kamu harus jelasin semuanya, papa ingin dengar secara detail dari mulut kamu sendiri,"ujar papa dengan nada sedikit kesal
iya pah, sebelumnya putra minta maaf,tapi putra juga gak tahu kalau sely nekad datang kesini pah,"ucap putra jujur
putra pun menceritakan semua kejadiannya setelah mendengar semua penuturan dari anaknya,papa terdiam seperti memikirkan sesuatu papa berdiri dan berjalan ke arah jendela kaca depan papa menarik nafas dan menghembuskannya perlahan papa memutar pandangannya ke sekeliling ruangan putra
nak kamu ikhlaskan papa jodohkan dengan lofa?,"tanya papa seketika dengan mata yang sedikit berkaca kaca
insha allah putra ikhlas pah," jawab putra
alhamdulilah kalau kamu ikhlas," lirih papa
nak asal kamu tahu dulu papa dan abdurahman itu sudah berteman sejak kecil bahkan kamu dan anak anaknya pun berteman bahkan sama lofa juga kan, tapi yang perlu kamu ketahui lagi banyak sekali jasa dan campur tangan abdurahman dalam perusahaan yang papa kelola ini sampai perusahaan papa mencapai kesuksesan seperti saat ini," ucap papa
iya pah," jawab putra sambil menghampiri papa yang sedang berdiri di samping meja kerjanya
put maafkan papa kalau papa tadi sempat kesal padamu karena sely tapi ketahuilah papa begitu karena papa cemas papa takut kalau abdurahman tahu soal ini," ujar papa
iya maafin putra ya pap putra janji kalau kejadian tadi tidak akan terulang lagi," ucap putra
alhamdulilah nak, terimakasih, " ucap papa sambil merangkul putra
sama sama pap," kata putra
papa dan putra kembali duduk di sofa saat mereka tengah asik ngobrol terdengar pintu di ketuk,dan ternyata itu andris ia pun langsung bergabung dengan putra dan om nya ,"eh om ternyata disini andris tadi keruangan om ternyata om disini, " ujar andris dan duduk di sebelah putra
iya,ada apa dris tumben cari om? " tanya papa bahar
engga andris cuma mau kasih laporan aja dari kantor cabang om, " jawab andris sebari memberikan sebuah map pada papa bahar setelah itu papa pamit untuk kembali ke kantornya karena masih banyak kerjaan berhubung putra membuat geger kantor jadi papa menemui putra dulu
__ADS_1
papa mau rapat dulu ya, " ucap papa dan langsung berdiri putra dan andris juga berdiri dan menyalami papa dengan takzim,
ada kejadian apa tadi bro?, " tanya andris
tadi ada sely datang kesini dan membuat keributan disini, " jawab putra
waah serius lo emang bener bener tuh cewe setahu gue om paling gak suka kalau sely datang ke kantor lo,pantas saja om sampe kesini, om bahar marah kan sama lo?"tanya andris
pastinya papa marah, untung gue bisa nenangin dia, " jawab putra
. syukurlah bro, " ujar andris
..
..
..
hari sudah sore lofa beranjak dari tempat tidurnya untuk melaksanakan solat ashar ia pun pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu seperti biasa setelah solat ia membaca al qur'an, setelah selesai ia mengambil minyak oles yang di beri oleh mak piah ia mengolesnya dan mengurutnya perlahan
sepertinya kakiku sudah mulai membaik, " gumamnya sebari menggoyang goyangkan kakinya perlahan
sayang ummi mau ke pengajian di depan komplek nggak papa kan kamu umi tinggal?, " tanya ummi
ya sudah kalau begitu ummi pergi dulu ya sayang, " ucap ummi
iya ummi, " ujar lofa sambil menyalami ummi
assalamualaikum, " ucap ummi
waalaikumsalam, "jawab lofa
ummi pun pergi ke penganjian rutinnya yang di selenggarakan setiap satu bulan sekali
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
jam sudah menunjukan pukul 4 sore putra mulai membereskan meja kerjanya putra meraih kunci mobil dan juga tasnya lalu melangkah keluar ruangan setelah bekerja seharian putra merasa sedikit pegal dan sedikit tegang di tengkuknya, putra menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga 25 menit kemudian ia sampai di rumahnya setelah memarkirkan mobilnya dengan sempurna putra membuka handle pintu putra melihat mamanya sudah rapi dan cantik
mam mau kemana kok sudah rapi gitu?," tanya putra
mau ke rumah lofa syang?,"jawab mama
hah lofa kenapa dia sakit lagi apa gimana mah?, " tanya putra sedikit cemas
__ADS_1
eeeitts tenang dulu sayang, lofa gak kenapa kenapa mama cuma mau ketemu dia aja kok, " jawab mama sebari senyum yang terukir di wajah cantik yang sudah tidak muda lagi namun tidak melunturkan kecantikannya
putra diam tak bergeming seperti memikirkan sesuatu, mama menautkan halisnya bingung melihat putra
kamu kenapa malah melamun sih put?, "tanya putra yang sontak membuat putra terkejut
eh engga mam, " jawab putra
mama berangkat sama siapa?," tanya putra
sama mas joko," jawab mama
yaudah tunggu putra ya mam , mama kesana sama putra aja, " ucap putra sambil melangkah pergi menuju kamarnya
tapi kamu baru saja datang put, " ujar mama
nggak pa pa mam jangan protes tunggu putra ya sebentar, " kata putra sedikit berteriak karena putra sudah berada di tangga
isstt dasar anak ini , " ujar mama dan duduk di kursi depan
beberapa menit kemudian putra datang ia tampak lebih segar sepertinya ia melupakan lelahnya setelah seharian bekerja karena ia akan bertemu lofa putra menghampiri mamanya yang sudah menunggu di kursi depan
yu sayang cepet, " kata mama sambil meraih tangan putra dan menariknya
iya mam sebentar dulu gak sabaran banget,gak usah tarik tarik juga dong mam,"ujar putra
ini sudah sore putra,makanya cepetan kamu lelet sama kayak papa, " kata mama
tidak membutuhkan waktu yang lama, putra dan mama diana sudah sampai di rumah lofa, begitu memasuki pekaranganbrumah lofa mama tersenyum karena melihat lofa yang tengah duduk di teras depan sambil membaca buku, begitu putra memarkirkan mobilnya mama langsung turun dan menghampiri lofa
assalamualaikum sayang, "ucap mama diana dengan senyumannya yang mengembang
waalaikumsalam, " jawab lofa seraya mencium tangan mama diana
gimana kaki kamu apa sudah mendingan?, " tanya mama
alhamdulilah mam sudah mendingan kok cuma sedikit nyilu kalau jalan, " jawab lofa
syukurlah semoga cepet sembuh ya sayang, " ucap mama
amiinn, " ucap lofa
BERSAMBUNG...
__ADS_1