
kaum hawa asik ngobrol di ruang tengah sedangkan kaum adam di ruang depan sementara lofa tengah asik dengan kedua keponakannya
"aunty kita menggambar yu, " ajak nayla dan menarik tangan lofa
" ok kita menggambar sebentar aunty ambil pensil gambarnya ya, " ujar lofa sambil beranjak untuk mengambil pensil gambarnya setelah itu lofa dan kedua keponakannya itu bermain sambil menggambar sementara putra berada di depan yang tengah berbincang apalagi kalau soal bisnis
"jam berapa kalian berangkat?, " tanya abi kedua anaknya
"kita ambil yang jam 8 abi, " jawab zaqif
" kalian harus hati hati karena dia sudah kembali abi percaya pada kalian, " ucap abi rahman yang terlihat seperti khawatir kejadian tempo dulu terulang lagi putra yang duduk di sebelah abi rahman menanggapi perbincangan itu secara seksama pasalnya ia pun sedikit tahu riwayat keluarga istrinya itu walau tidak banyak dan secara detail apa yang terjadi di masa lalu pada keluarga alfatih itu
"pasti bi aku tidak akan tinggal diam kalau mereka mengganggu kita lagi, " seru zarul dan di
" putra , " panggil abi rahman sembari menepuk pundak putra yang sontak membuat putra terperanjat
"eh iya bi, " jawab putra
"bagaimana lofa apa dia merepotkan mu?, " tanya abi rahman
"engga bi putri abi sama sekali tidak merepotkan putra, " jawab putra
"alhamdulilah kalau begitu abi yakin kamu pasti bisa membimbing putri abi, " ujar abi rahman sedikit ada rasa khawatir di hatinya
"insha allah bi putra berjanji akan selalu menjaga dan membimbing istri putra, " ucap putra seraya terukir senyuman du wajahnya
"oh iya dan satu lagi putra mau izin sama abi buat bawa lofa pindah ke rumah baru kita bi," lanjut putra abi rahman yang mendengarnya tersenyum dan mengangguk
"ya tentu saja boleh,lofa kan sudah jadi tanggung jawabmu nak silahkan kalau kamu mau bawa lofa kemana pun abi izinkan, " seru abi rahman
hari berganti malam dan kini lofa dan putra sudah berada di kamarnya setelah selesai makan malam bersama mereka langsung ke kamar karena lofa mau membereskan barang yang akan di bawa ke rumah barunya nanti lofa yang sedang membereskan sebagian keperluannya kedalam koper di dalam kamar ganti sontak berdecak kaget karena tiba tiba putra memeluknya dari belakang
__ADS_1
"astagfirullah mas kebiasaan lama lama aku jantungan gimana mas, " pekik lofa
"maaf, " ujar putra lirih
"masih banyak dek?, " tanya putra
"engga mas ini sedikit lagi selesai, " jawab lofa seraya memasukan sebagian pakaian nya kedalam koper
"udah mas tunggu aja di sana ya, " pinta lofa yang sepertinya tidak di hiraukan oleh putra ia malah mengecup ceruk leher lofa sedikit lama
"mas ih jangan gangguin aku dong jadi gak selesai dong kerjaan aku, " ujar lofa sambil berbalik menghadap putra
"ayo tidur dek mas gak bisa tidur kalau gak ada kamu," seru putra seraya tersenyum penuh arti lofa hanya tersenyum ternyata putra yang begitu dingin dan cuek bisa seperti sekarang sangat jauh berbeda
"hemmm iya mas makanya mas jangan merusuh dulu deh biar lofa cepat selesai ngerjainnya, " ucap lofa sambil kembali menaruh pakaiannya
"iya mas nurut deh, " ujar putra yang sedikit mendengkus kesal
"dek, " panggil putra
putra hanya tersenyum manis dan mengedipkan sebelah matanya "jangan lama lama, " ucap putra dan mengecup sekilas pipi lofa yang sukses membuat lofa merona
"ih mas genit amat sih, " ujar lofa yang sama sekali tidak di hiraukan oleh putra dan pergi keluar ruangan
. 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
sementara di tempat lain tampak seseorang datang tengah tergopoh gopoh menghampiri seorang wanita yang tengah duduk santai dan asik meneguk minuman dengan sebatang rokok terselip di tangannya di temani pria bertubuh kekar dan bertato di sebelahnya wajahnya sedikit menyeringai dengan kedatangan pria itu
"katakan bagaimana?," tanya wanita itu
"aman nyonya semua berjalan lancar dan mereka besok akan berangkat ke singapura, "jawab sang pria
__ADS_1
senyum simpul terbit dari wajahnya menyeringai bak iblis tersirat dendam yang mendalam yang tertera dari raut wajahnya
" jangan sampai lengah terus awasi mereka kalian jangan anggap enteng aku gak mau usahaku gagal," sarkas wanita itu sambil menghisap rokok d tangannya mengepal dan meraih jaket pria itu dengan erat lalu mendekatkan wajahnya di telinga pria itu
"kalau sampai gagal siap siap kau jadi santapan movy," lanjut wanita itu seraya menunjuk ke arah seekor harimau di dalam kandangnya pria itu menelan salivanya perlahan keringat dingin bercucuran badannya gemetar membayangkan kalau samapai tubuhnya jadi makanan harimau peliharaan bosnya
"ba.. baik nyonya, " ucap pria itu seraya membungkuk hormat
"sudah sana kerjakan tugas kalian, " usirnya seraya mengibaskan tangan menyuruh pergi tanpa basa basi pria itu pergi meninggalkan ruangan nyonya nya
kejadian masa lalu yang membuat wanita itu begitu dendam dengan keluarga abi rahman sampai sampai dulu abi rahman pindah ke luar kota bahkan keluar negri untuk menghindari wanita yang dendamnya sudah mendarah daging sehingga berbagai cara dia lakukan demi melihat keluarga abi rahman hancur
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
pagi sekali zarul dan zaqif sudah berangkat ke singapura dan hari ini juga lofa minta izin untuk pergi ke rumah mertuanya dan memberi tahu mertuanya kalau mereka akan pindah di rumah barunya semalam lofa dan putra sudah meminta izin pada abi dan ummi dan mereka juga sudah memberi izin meski harus dengan beberapa drama terlebih dahulu apalagi ummi yang sepertinya enggan untuk berpisah dengan putri bungsunya dengan segala bujukan akhirnya ummi memberi izin dan abi dan ummi senang melihat anak mantunya cepat menerima satu sama lain mudah mudahan pernikahan mereka lannggeng sampai jannah
lofa dan putra kini sudah dalam perjalanan menuju rumah putra lofa tampak senang meski putra tidak melihat jelas karena istrinya memakai cadar
"asik banget dek, lagi chattan sama siapa?, " tanga putra dengan wajah yang masih menatap lurus kedepan lofa melirik suaminya sekilas
"apaan sih mas ini aku cuma chattan sama lily kok ," jawab lofa jujur putra hanya tersenyum dan mengangguk
tak lama mereka sampai di rumah putra disana tampak indah sedang duduk di taman pinggir rumah dan duduk di gazebo pinggir kolam ikan indah yamg menyadari mobil abangnya ia pun berlari untuk menyambut abang dan kakak iparnya lofa keluar mobil indah berlari kecil sambil melambaikan tangannya
"kak lofa selamat datang, " seru indah dan menghampiri lofa dan memeluknya lofa pun membalas pelukan indah
"yuk masuk kak mama lagi bikin kue loh, " ajak indah dan menggandeng tangan lofa dan masuk kedalam rumah
"yaelah ndah kamu lupa ya sama abang sampe salim juga engga ndah, " celetuk putra yang langsung membuat indah nyengir kuda merasa bersalah karena lupa ke abang sendiri indah menghampiri putra dan menyalaminya
"lupa bang sorry, " ucap indah
__ADS_1
"iya, " jawab putra sambil mengacak kepala indah gemas indah berbalik dan kembali menghampiri lofa dan masuk rumah
bersambung.....