
lofa menggeliat dan sedikit terperanjat merasa sedikit sesak ada sesuatu menindihnya,pergulatan yang panas semalam membuai badannya terasa remuk dan lelah sekali dia pun merasa perih di area intimnya membuat lofa enggan untuk beranjak dari tempat tidur namun dia harus tetap bangun karena dia harus melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim lofa membalut tubuh polosnya dengan selimut, ia menatap wajah suaminya itu ia pun tersenyum mengingat kejadian semalam
" mas bangun mas kita solat subuh ," ajak lofa dan menggoyangkan tubuh suaminya
" hemm bentar lagi ya yang, " ujar putra dengan mata masih terpejam
"ayo mas jangan malas malas buat beribadah ya, "ucap lofa seraya bangkit dari tempat tidur dengan tubuh yang di balut dengan selimut dan pergi ke kamar mandi tapi ketika langkahnya baru beberapa langkah ia menghentikan langkahnya dan kembali duduk di sisi ranjang terasa nyilu dan perih di area sensitifnya
"aww,,!! , " pekiknya menahan sakit
"kenapa dek?, " tanya putra seraya bangkit dari tidurnya
" emmh ini mas agak sedikit nyilu, "jawab lofa sembari meringis menahan sakit
" maafkan mas ya sayang, mau mas gendong hemm?, " tanya putra
"ga usah mas biar lofa sendiri aja," jawab lofa seraya bangkit dan pergi namun langkahnya terhenti ketika putra menarik tubuh istrinya tanpa basa basi putra menggendong sang istri ke kamar mandi, lofa hanya terdiam dan kini tangannya melingkar di leher suaminya dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya putra menurunkan lofa dan langsung mengisi bath up dengan air hangat
"makasih, sekarang mas boleh keluar, "ujar lofa
" gimana kalau mandi bareng dek , " pinta putra sambil menaik turunkan alisnya
"nggak mas, nanti kamu minta lebih, ini masih sakit loh mas" tolak lofa
"eh minta lebih apa kan cuma mandi aja dek," ucap putra
"udah mas ah keluar dulu ya aku mau mandi, " ucap lofa seraya mendorong tubuh putra untuk keluar dan langsung mengunci pintu tersebut putra kembali kesisi ranjang netranya tertuju pada seprai yang ada nodanya
"maafkan mas ya dek pasti kamu kesakitan, " gumamnya sembari menarik seprai itu dan menggantinya
setelah beberapa menit lofa selesai dan keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaiannya sedangkan putra ia malah tertidur di atas sofa dengan masih mengenakan celana boxernya dengan handuk di kalungkan di leher lofa yang memperhatikannya tersenyum akan tingkah suaminya itu
"mas bangun cepetan keburu abis waktunya kita solat subuh," ucap lofa ,sayup sayup matanya terbuka kemudian ia tersenyum bangun dari sofa perlahan ia mendekati istrinya dan
cup!!
langsung saja menyambar pipi lofa dan ia pun langsung ngacir ke kamar mandi
" ih mas aku udah wudhu loh , "gerutu lofa kesal namun kini pipinya mulai merona
" nanti wudhu lagi sayang kan gampang", teriak putra enteng dari dalam kamar mandi
selang beberapa menit putra keluar ternyata disana lofa sudah menyiapkan dan menggelar 2 sajadah kini mereka melaksanakan solat subuh berjamaah dengan khusuk putra membalikan badannya dan mengulurkan tangannya lofa pun meraihnya dan mencium tangan suaminya dengan takzim dan putra pun membalasnya dengan mengecup kening istrinya
"terima kasih sayang , " ucap putra sambil tersenyum manis pada lofa
"sama sama mas, " jawab lofa
kamu cantik sekali syang, " ucap putra tiba tiba lofa menautkan keningnya
__ADS_1
kamu kenapa mas tiba tiba bilang aku cantik, " ujar lofa
"engga ," jawab putra nyengir
"dek coba deh kita murojaah lagi yu kebetulan mas bawa al quran , " ujar putra sembari menganbil al quran dari koper
" iya mas , " jawab lofa
mereka pun melakukan murojaah sembari menunggu pagi rasanya tenang dan tentram mendengar ayat demi ayat yang di lantunkan istrinya putra menatap lekat istrinya penuh cinta
"ya allah aku haturkan beribu ribu terima kasih terhadapmu karena engkau telah mengirimku bidadari tak bersayapku ini,betapa beruntungnya aku memilikimu " gumamnya dalam hati
"mas , " panggil lofa
putra yang sedari tadi terdiam tidak merespon istrinya,lofa mencolek tangan putra akhirnya putra bergeming
" iya dek, " jawab putra
"kamu kenapa mas kok malah bengong ktanya mau murojaah bareng ini malah bengong, " ujar lofa
engga kok maaf ya mas gak fokus sama suara merdunya kamu, " ucap putra
"ya ampun yaudah sekarang giliran mas ya, "kata lofa
putra pun mulai murojaah bersama lofa sampai jam menunjukan pukul 6 mereka baru selesai ,lofa beranjak setelah itu melipat mukenanya dan sajadahnya putra meraih telepon dan memesan makanan untuk sarapan dan tak lama berselang bel berbunyi dan makanan pun siap putra mengambil makanan itu dan menyiapkannya di meja lofa dan putra menikmati sarapan itu
"yang habis ini aku mau ajak kamu ke suatu tempat ya, " ujar putra
"rahasia, " jawab putra sembari tersenyum manis
"ih resek banget deh sama kayak kak zarul, "gerutu lofa kesal
" lah kan rahasia mana ada rahasia ngasih tahu langsung jadi ga suprise dong, " ujar putra
"dah lah nyebelin deh, " ucap lofa sambil memanyunkan bibirnya tidak suka
" udah jangan ngambek nanti kamu juga suka sayang, " kata putra seraya mengelus tangan lofa dengan lembut
setelah sarapan putra mengganti pakaiannya dia memakai celana jeans panjang dan kaos oblong hitam tampak simpel namun tetap tampan setelah selesai mengganti pakaian putra sedikit kesal pasalnya istrinya malah bermalas malasan di atas kasur dia hanya memainkan ponselnya putra pun menghampiri istrinya dan duduk di sisi kasur
" dek kenapa belum siap siap sih?," tanya putra sembari meraih ponsel istrinya dan memasukannya kedalam saku celananya
" mas kok di ambil sih, emang berangkatnya sekarang ya?, " tanya lofa balik
"tahun depan dek, ya sekarang dong adek ku syang sekarang cepet siap siap aku tunggu ya" jawab putra
hemmm,,iya mas, " ucap lofa dan mulai mengganti bajunya siap siap dengan langkah gontai ia pun mengambil gamisnya dan memakainya tak butuh lama kini lofa sudah siap menghampiri suaminya yang sudah menunggunya
"mas yu aku sudah siap, " ujar lofa sambil tersenyum di balik cadarnya putra mendongkakan kepalanya menatap istrinya yang sudah berdiri di hadapannya dengan anggun dengan balutan gamis berwarna pich itu meski tampa make up wajah istrinya itu sudah sangat cantik
__ADS_1
" ok yu, " jawab putra sambil meraih tangan istrinya dan menggandengnya mereka pun langsung menuju resepsionis untuk check out
" mas kita mau check out kenapa gak bilang, barang kita kan masih di kamar, " kata lofa sambil menghentikan langkahnya
tenang sayang mas sudah telepon jefri tadi nanti dia mengambilnya lagian cuma satu koper kan,kan mama papa juga masih di sini" ujar putra
"oh gitu ya udah deh, " jawab lofa
putra menghampiri resepsionis untuk check out meski itu hotel milik papa bahar namun ia tetep harus mengikuti peraturan,
"mba saya mau check out ya, " ucap putra pada sang resepsionis
oh iya baik tuan putra " jawab mba resepsionisnya
"baik pak sudah selesai," ucap resepsionisnya kembali
oh iya nanti ada asisten saya jefri dia mau ambil barang saya ya, " ujar putra
"baik tuan, " kata resepsionisnya membungkukkan badannya memberi hormat
putra menyuruh lofa untuk duduk di loby hotel sementara putra pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya saat lofa duduk di sofa tiba tiba dari arah belakang ada yang menepuk pundaknya sontak saja membuat lofa kaget dan langsung membalikan badannya dan ternyata itu indah dia menginap di hotel bersama papa dan mama
"astagfirullah indah kamu buat kakak kaget aja, " ucap lofa sambil mengusap dadanya
"hehhee maaf kak, " kata indah sembari mengangkat 2 jarinya
"kakak mau kemana udah rapi?, " tanya indah
"mau pergi sebentar dek, " jawab lofa
"wiih manten anyar mau jalan jalan , " ujarnya menggoda lofa
"hehehe iya ndah, " jawab lofa sedikit kikuk karena indah orangnya suka ceplas ceplos
saat mereka tengah bercengkrama mama dan papa datang menghampiri lofa dan indah
"mantu mama mau kemana udah cantik gitu?, " tanya mama diana
"ini mah mas putra mau ajak lofa keluar, " jawab lofa
"oalahh manten apa ga cape fa udah keluar aja ya sudah kalau mau keluar mana suamimu nak?, "tanya papa bahar
" hehehe sedikit sih pap tapi mas putra mau ajak lofa keluar,"jawab lofa
"ya sudah mama sama papa juga mau ke sana dulu ya,hati hati ya di jalannya kalau ada apa apa telepon aja mama ya " pamit mama diana
iya mam," jawab lofa dan lofa langsung mencium tangan kedua mertuanya begitu juga indah pami langsung menyusul mama dan papanya
"kak indah pergi dulu ya selamat bersenang senang kak jangan lupa pulang pulang bawa ponakan ya, " seloroh indah polos yang langsung kena sentilan dari mamanya indah hanya nyengir tanpa dosa
__ADS_1
BERSAMBUNG...