Wanita Solehahku

Wanita Solehahku
ep 35


__ADS_3

putra pun ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri tak lama kemudian ia pun ikut terlelap dengan memeluk sang istri jam menunjukan pukul 3 sore pasangan pengantin baru itu masih setia di alam mimpi lagi lagi ummi ina harus menyaksikan keromantisan anak mantunya yang tidur saling berpelukan


"astagfirullah maaf ummi gak sengaja, " gumam ummi ina seraya menutup kembali pintu kamar lofa


tanpa ummi sadari di belakangnya sudah berdiri sesosok pria kekar dan juga tampan siapa lagi kalau bukan anak keduanya yaitu zarul, ia mengangkat kepalanya seakan bertanya, " kenapa," ummi perlahan menarik nafas dan menghembuskannya perlahan


"huufftt, eh zarul kamu ngagetin ummi saja, " ucapnya sambil mengelus dada


"maaf ummi habisnya kenapa ummi ngendap ngendap ngapain dari kamar lofa?, " tanya zarul


" engga itu umi cuma mau bangunin adik kamu tapi kayaknya dia masih lelah, jadi nanti saja banguninnya kasian," jawab ummi ina


" oh kirain apa tadi, " ujar zarul


sayup sayup mata lofa terbuka melihat jam sudah sore lofa menyipitkan matanya dan memperjelas pendengarannya kalau di depan kamarnya seperti ada yang ngobrol dari suaranya lofa sudah tahu kalau itu uminya lofa pun membangunkan suaminya agar bangun karena sudah sore ia pun beranjak dan pergi ke kamar mandi setelah membangunkan putra


🍀🍀🍀🍀


" kamu kesini sama sama anis dan iyan kan?,"tanya ummi ina sembari kembali melangkah menuju anak tangga dan kembali ke bawah


"iya ummi kan zarul sama abang mau ke singapur jadi engga pa pa kan zarul titip mereka di sini?, " tanya zarul seraya mengekori umminya


"tentu saja boleh lah kak kamu ini bagaimana sih, " ujar ummi ina


melihat mertuanya datang anis langsung menghampirinya dan mencium tangannya ummi ina langsung menggendong cucu kesayangannya itu


"cucu nenek di sini ya sama nenek, " ucap ummi ina seraya membawa iyan duduk di sofa namun masih didalam pangkuannya


ian hanya tersenyum dan memeluk neneknya


"ummi kak naura kesini gak?, " tanya anis


"kayaknya kesini,paling sebentar lagi mereka sampai," jawab ummi ina


saat mertua dan menantu sedang bercengkrama terdengar bunyi langkah yang sedikit tergesa gesa dari arah tangga dan ternyata benar itu lofa yang setengah berlari dan menghampiri ummi ina dan kakak iparnya


"iyann, "teriak lofa sambil merentangkan tangannya seketika iyan pun menoleh dan turun dari pangkuan sang nenek


"antyy, " seru iyan dan berlari memeluk lofa dan lofa pun menggendong iyan lalu menghampiri anis dan menyalaminya

__ADS_1


"manten baru sumringah banget ya ummi, " kata anis sambil tersenyum menggoda


"iya dong harus kan tiap malem di kelonin sama mas gantengku, " seloroh lofa yang langsung menutup mulutnya keceplosan, ummi ina dan anis yang mendengarnya mendelik dan seketika tertawa mendengar penuturan lofa yang spontan itu, jangan tanyakan sekarang wajah putih bersih itu menjadi bersemu merah menahan malu meski tidak terlihat terhalang cadarnya


"ummi gak nyangka ya anak bontot ummi sekarang udah besar ya, " goda anis seraya terkekeh


"iya, tdi aja sampe gak mau lepas tuh, apalagi malam ya kak, " timpal ummi ina


"ummii, " rengek lofa yang menahan malu karena di goda ummi dan iparnya itu


" mana suamimu dek?, " tanya anis


" di atas kak lagi mandi, " jawab lofa


tak lama kemudian zaqif beserta istri dan anaknya datang lofa langsung menyambutnya dengan gembira apalagi ada si cerewet naynay langsung heboh


"anuntyyy!, " teriak nayla sambil berlari ke arah lofa dan anis


"eh naynay cantiknya aunty," seru lofa sambil memeluk nayla


"aunty kok gak main ke rumah nayla gak ada temen loh bosen sama mama makan terus, " gerutu nayla sambil tersenyum melihat naura yang kebetulan membawa cemilannya nayla


"gapapa dong nay kan dalam perut mama ada dede bayi jadi harus makan banyak, " ucap lofa sambil membawa nayla dalam pangkuannya


"dek mana putra?," tanya zaqif


"di atas kak, " jawab lofa


pucuk di cinta ulam pun tiba orang yang selalu di pertanyakan menantu baru di keluarga alfatih datang dengan mengenakan setelan santai celana pendek selutut dengan kaos oblong abu tampilannya simple namu begitu memukau di mata istrinya sehingga lofa tidak berkedip saat melihat putra menuruni anak tangga, putra menghampiri lofa yang sedang duduk dengan dua keponakannya yang asik bertengker di paha nya dan asik bercengkrama


"assalamualaikum semua, " sapa putra dengan senyum yang mempesona


"waalaikumsalam, " jawab semua yang berada diruangan keluarga


putra menyalami kakak ipar beserta istrinya dengan takzim


"hay sayang , " sapa putra dengan menjawil dagu nayla dengan gemas


" om ganteng , " ujar nayla seraya beranjak dan beralih ke pangkuan putra yang baru duduk d sebelah lofa

__ADS_1


"iya cantik, " jawab putra


"mba kak, kapan datang?, " tanya putra seraya duduk di sofa di samping zaqif dengan nayla yang duduk di paha putra


" baru saja put kami datang , " jawab naura


"gimana put adek gue gak bikin ulah kan?, " tanya zarul


"alhamdulilah engga kok, " jawab putra


" kalau dia nakal hukum aja gadis bandel mah, " ujar zarul dengan terkekeh


"yey engga lah aku kan baik hati dan tidak sombong, " ucap lofa


" iya tapi manja resek pula, " ledek zarul


"enak aja ngatain resek sendirinya juga resek, " cibir lofa gak mau kalah


" nah nah mulai ya kalian baru aja ketemu lagi udah ribut," ucap ummi ina yang baru datang dari dapur


" anak ummi yang satu tuh nyebelin banget ummi," adu lofa seraya menunjuk zarul dengan dagunya yang terhalang cadar itu


"wehh dasar uprit ngatain orang dasar bocah, " ujar zarul sembari melempar lofa dengan bantal sofa


"tuh kan ih dasar nyebelin, ummii, " rengek lofa


"udah dong kak kalian udah besar panjang udah pada nikah masih aja ribut, " ucap ummi ina dan duduk di sebelah lofa


" hehehe iya ummi maaf , " ujar zarul


putra hanya tersenyum melihat kedua kakak beradik itu dan melihat tingkah istrinya yang manja dan hanya menggelengkan kepalanya saja


" kamu harus sabar dengan adek gue itu ya put,"gumam zaqif seraya menepuk pundak putra


"pasti," jawab putra seraya masih menatap istrinya


di saat mereka tengah berkumpul abi baru datang dari kantor di sambut istri, cucu dan anak mantunya sungguh kebahagiaan tiada tara yang tengah abi rasakan kehangatan dan kebersamaan yang tidak dapat tergantikan abi pun bergabung di tengah tengah anak mantunya dan bercengkrama bersama


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2