Wanita Solehahku

Wanita Solehahku
ep 30


__ADS_3

lofa tampak anggun dengan balutan dres warna mint senada dengan jas yang di kenakan putra saat ini,


"waah cantik dan ganteng banget anak anak mama, " ujar mama diana menghampiri putra dan lofa yang tengah bersiap turun ke bawah untuk menuju hotel


" iya gagah dan anggun ya mba, " sahut ummi ina


" ya sudah kita turun yu mereka sudah nunggu, " kata ummi ina


mereka berjalan beriringan menuruni anak tangga pasangan yang baru kemarin melangsungkan akad nikah tampak begitu berseri seri,semua anggota kedua mempelai sudah berkumpul dan siap untuk berangkat setelah semua lengkap sebelum berangkat mereka memanjatkan doa kepada sang pencipta agar selamat sampai tujuan dan acara berjalan lancar, satu persatu mobil keluar dari pekarangan rumah menuju ke tempat resepsi yang jaraknya tidak terlalu jauh cukup 20 menit semua anggota keluarga sudah sampai di lokasi mereka memasuki hotel mewah bintang lima itu lofa turun dari mobil di gandeng oleh putra menuju pelaminan pengantin yang sangat serasi acara resepsi itu kini sudah di hadiri tamu undangan dimana tamu undangan itu terdiri dari klien klien dari papa dan abi kolega kolega, semua tampak senang


rangkaian acara pun sudah di mulai dari mulai sambutan dan lain lain,


andris hadir dengan menggandeng seorang wanita cantik dia memasuki area hotel wanita itu berdecak kagum saat sampai disana


"sayang ini resepsi saudaramu megah banget sayang, " ujar wanita itu sambil menoleh melihat lihat dekoran yang indah tapi wanita itu tersentak kaget saat melihat nama mempelai wanitanya


"lofa, apa benar itu lofa?, " gumamnya andris membawa pacarnya masuk ketika masuk wanita itu membulatkan matanya dan mengucek ngucek matanya kalau dia tidak salah lihat


"sayang itu istrinya sepupu kamu namanya nur neelofa kan?, "tanya wanita itu


" iya kok kamu tahu?, " tanya andris balik


" ya ampun sayang dia itu sahabat aku, " jawabnya


" seriusan, yaudah kita kesana, " ajak andris dan mulai naik plaminan untuk memberikan selamat


"faaafifufefo, " teriak wanita itu sambil merangkul lofa


"haahh lilyy kok kamu disini bukannya kamu masih di swiss ya?, " tanya lofa heran namun dia juga senang teman nya bisa datang ke acara pernikahannya


" panjang ceritanya,gue sama pacar gue nih, " jawab lily sambil menggandeng andris


" kok aku gak tahu kalau kamu pacaran sama ka andris li, " ujar lofa


"hehehe udah lama sih maaf sedikit secreet , " ucal lily cengengesan


"selamat ya faa sekarang kamu udah meried dan knapa ga kasih tau gue fa?, " tanya lily


" halo cantik siapa yang gak kasih tau orang kamu aja ngilang ga ada kabar, " jawab lofa

__ADS_1


"hehehe maaf fa hp aku hilang jadi aku gk punya kontak kamu, maaf ya, " ujar lily cengengesan


lily dan andris pun pergi kee meja dimana omnya berada dan bergabung di sana


di saat lofa dan putra tengah berbunga bunga dengan statusnya yang baru,di sisi lain ada yang mengamati mereka dengan tidak suka wajahnya tersirat penuh amarah dan dendam melihat acara dari layar laptopnya


"lihat saja putra lo sudah buat gue menderita," upat wanita itu dengan senyum menyeringainya


" terus awasi mereka jangan sampai lengah atau kepala mu ku penggal, " ancam wanita itu pada seseorang di ujung telepon wanita itu kembali


"baik nona , "jawab pria


wanita itu menutup teleponnya secara sepihak, dia tersenyum kembali bak iblis


"lo sudah bermain main dengan gue putra sekarang lo boleh bersenang senang dengan istri lo itu sebentar lagi lo akan tahu siapa ayah mertua lo itu, " ujarnya seraya menggenggam sebuah map coklat di tangannya


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


hari sudah malam dan jam sudah menunjukan pukul 10 acara pun sudah selesai para anggota keluarga sudah pulang sebagian dan ada pula yang menginap di hotel lofa yang sedang duduk di depan meja rias sedang menghapus make upnya dan melucuti pernak pernik di jilbabnya putra pun menghampiri istrinya yang tengah sibuk itu


"mau mas bantuin ga?,"tanya putra sembari tersenyum


putra pun menarik salah satu kursi dan meletakannya di samping istrinya lalu ia mulai mengambil satu persatu jarum yang tersemat di jilbab istrinya


"banyak banget sih de jarumnya, "ucap putra


" iya banyak mas,"jawab lofa setelah selesai melepas jilbabnya lofa beranjak hendak ingin membuka gaunnya tapi tampaknya ia kesusahan karena rest seletingnya terlalu panjang putra yang melihat istrinya sedang kesusahan ia pun melangkah menuju istrinya itu


kenapa lagi hemm?, " tanya putra


anu mas,, hemm,,," jawab lofa gugup


"apa hemm, susah ya bukanya, sini biar mas bukain, " ujar putra sembari tersenyum manis


"emmh ga usah mas biar lofa aja, " tolak nya


"jangan bandel dek, "kata putra seraya membalikan tubuh lofa agar membelakanginya, lofa tidak bergeming ia hanya tertunduk malu wajahnya menjadi memerah, betapa kagetnya lofa saat putra malah mencium tengkuknya seketika tubuhnya meremang


"sungguh indah, "kata putra seraya mengecup tengkuk istrinya ia pun menarik seleting gaun lofa jantung putra berdesir hebat kala melihat tubuh mulus istrinya yang hampir tidak ada noda ia mengelus punggung lofa dengan punggung jari tangannya yang membuat si empunya menggeliat kegelian

__ADS_1


"mas ih jangan gitu geli, " kata lofa dan membalikan badannya menjadi menghadap putra


"iya, mandi dek, terus kita solat ya, " bisik putra lembut nafasnya sedikit memburu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinyaa seraya memeluknya begitu erat


"iya mas, " jawab lofa sambil meraih handuk yang sudah ada di atas kasur, lofa dan putra secara bergantian ke kamar mandi dan setelah itu melaksanakan solat sunat, putra menghadap istrinya yang masih memakai mukena mengangguk memberi kode pada istrinya lofa mengangguk dan membelai pipi suaminya


"iya mas insha allah aku siap, " ujar lofa yang membuat mata putra berbinar, dengan senang hati putra menggendong istrinya ke atas ranjang dan membantu melepaskan mukenanya putra tersenyum kembali meyakinkan sedangkan lofa terlihat begitu gugup putra mengecup keningnya menggumamkan doa kebaikan untuk keduanya, putra melepas satu persatu kancing piyama istrinya tanpa melepas tatapan keduanya, lagi lagi putra menatap dengan senyuman yang begitu menawan dengan sejuta pesona yang di milikinya


"mas aku takut, " cicit lofa menahan tangan putra yang bergerak membuka kancing piyamanya


"tenang ya adek manis kita coba pelan pelan ya, " ucap putra dengan lembut


lofa begitu gugup jantungnya hampir menggila di kala sapuan hangat napas suaminya mulai menyisir di wajahnya, tubuh lofa begitu wangi dan seksi menyeruap di area hidungnya sejenak membuat rasa rileks dan nyaman, putra mengikis jarak dan mencium kening, kedua pipinya dan berakhir di bibirnya yang ranum, putra sengaja memperlambat gerakannya menikmati pagutan lembut mencecap dan mengabsen tanpa sisa sesuatu yang lembut tanpa tulang itu bermain agresif mengabsen setiap sudut dengan lincah dan nakal, mencecapi bibir itu bagai madu yang sukses membuatnya candu menukar saliva dalam untaian rasa bahagia,


lofa berusaha mengimbangi walaupun itu awam baginya namun insting mereka begitu pintar mempelajari anatomi tubuh mereka hingga perlahan lofa membalas pagutan itu yang semakin memanas jari jarinya bergerak di sela sela rambut suaminya hingga tanpa sadar memberi semangat untuk lebih dalam lagi, putra pun melahap lagi bibir istrinya tanpa menyisakannya putra melepas pagutannya setelah nafas lofa tersengal memberi ruang untuk lofa menghirup oksigen


puas dengan bibir ranum istrinya bak madu itu putra melukis mengukir tanda cinta di titik yang ia inginkan di tubuh polos istrinya yang siap untuk di eksekusi, kedua tangannya berpetualang dan menjamah meremas bagian depan istrinya menyambar bongkahan kenyal istrinya penuh semangat sementara tangannya sibuk bergerilya lincah menyentuh sisi sensitif istrinya yang ternyata sudah melumas,


bergerak nakal mencari sensasi yang memabukan de**** yang keluar dari mulut mungil istrinya semakin membuat putra menggebu dan hasratnya semakin memuncak , mendadak tubuh istrinya bergetar hebat saat sesuatu yang asing terasa menerobos pada dirinya, ia memekik tertahan menggeleng kuat berusaha mendorong tubuh suaminya


"mas sa sakit , " rintih lofa dan seketika putra mengehentikan aktifitasnya, putra menatap, mengelus dan memberi ketenangan, meraup kembali bibir istrinya


"perlahan ya dek tanggung ini udah setengah jalan, " lirih putra dengan suara yang berat


"tapi mas sakit banget , " ujar putra yang sudah berlinang


"dek percaya sama mas ya mas sudah tidak kuat lagi kalau harus menundanya, mas janji akan melakukanya dengan pelan pelan, " bujuk putra, lofa pun mengangguk meski masih takut menyelimutinya


putra kembali mengungkung istrinya dan ******* kembali bibir istrinya perlahan tapi pasti ia kembali melancarkan aksinya hingga membuat si empunya sedikit mengerang tangannya meremas kuat tangan putra, putra menahan tangan istrinya menautkan hingga saling mengunci sudut mata lofa basah saat rasa itu menjalar merasakan sensasi yang begitu berbeda menembus dinding miliknya, merintih dalam lenguhan panjang


"maaf ya dek, ini memang sakit tapi izinkan mas untuk tetap melakukannya ya, " mohon putra dengan suara yang berat


lofa hanya terpejam ternyata memang benar terasa sakit dan perih perlahan sensasi itu memudar seiring permainan suaminya yang pandai menguasai permainan lagi lagi suaminya membuat lofa terbuai dan terasa melayang di atas awan akan aksi putra yang tidak bisa di definisikan dengan kata kata


keduanya melebur dengan hentakan irama yang selaras hingga akhirnya lahar panas itu pecah, meluap di kawahnya


petualangan indah kedua insan itu menghantarkan keduanya kedalam lembah kenikmatan yang tiada tara, tubuh mereka menyatu rapat saling mengekspresikan perasaannya dengan limpah cinta yang pria itu tanam dalam rahim istrinya


"terima kasih sayang, " gumam putra sambil mencium pucuk kepala lofa dengan lembut, lofa hanya tersenyum dan menenggelamkan wajahnya di dada polos suaminya

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2