Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey
Wedding Organizer


__ADS_3

"Bagimana?" tanya Dominic menunggu jawaban dari Alicia.


"Saya ingatkan sama kamu sekali lagi, jangan pernah berani-beraninya kamu melanggar surat perjanjian ini dengan menyebarluaskan identitas asli suami kamu! Paham?" ancam Aghata pada Alicia dengan raut wajah sinisnya.


"Paham!" jawab Alicia dengan tegas, dia mulai menggerakkan tangan untuk menggoreskan tinta hitam di atas kertas putih.


Dominic dan sang istri saling pandang memandang ketika gadis itu mulai menandatangani surat perjanjian pranikah, terlihat jelas senyum yang mengembang di wajah istri mudanya itu, ketika akhirnya anak kesayangannya mereka bisa menikah juga.


Agatha terpaku ketika Alicia menyerahkan dokumen yang sudah ditandatangani ke hadapannya, matanya terpancar rasa kebahagian yang sudah dia tunggu-tunggu. Akhirnya, dia bisa merasakan memiliki seorang menantu meski harus seperti cara seperti itu.


"I–ini ... kamu serius? Mau menikah dengan anak saya, Keenan?" tanya Agatha dengan ragu-ragu sembari menerima dokumen tersebut.


"I–iya, Tante!" sahut Alicia, dia tidak yakin apakah keputusan yang diambil adalah tepat. Kendati demikian, dia menerima pernikahan itu sebagai balas budi atas kebaikan Dominic yang telah banyak membantunya.


Bisa saja Alicia menolak permintaan Dominic untuk menikahi putranya yang sama sekali dia tidak kenal, bahkan mendengar namanya pun sedikit asing. Akan tetapi, tekadnya untuk membalas jasa Dominic, dia pun memutuskan untuk menikahi putranya.


"Ooh ... My baby Angel, thank you very much!" Agatha langsung mendekat ke arah Alicia memeluknya dan mencium seluruh wajah mungil wanita itu.


Alicia yang heran dengan sikap Agatha yang awalnya memasang tampang wajah sinis seperti calon mertua yang bisa dikategorikan cukup berbahaya bagi menantu, ternyata tidak seperti apa yang ada di dalam pikirannya.


"I–iya, Tante! Sama-sama," ucap Alicia dengan gugup.


"Hei, jangan panggil saya Tante! Panggil Mama, coba kamu ulangi!" Agatha menirukan suara manja yang keluar dari sudut bibirnya.


"Ma ... ma,"ucap Alicia secara ragu.

__ADS_1


"Bukan begitu, tapi bibirnya harus seperti ini, Mama!" Agatha menunjukkan gerak bibir yang dibuka secara perlahan dengan manja agar wanita itu bisa menirukan gaya bibirnya.


Alicia dengan raut wajah kebingungannya mencoba mengikuti gerakan bibir yang diajarkan oleh calon ibu mertuanya dengan sedikit gerakkan secara manja lalu berkata, "Mama!"


"Oohh, nice! Good, Baby!" Agatha begitu girang ketika gadis yang duduk di sampingnya mengikuti gerakan yang dia mau, dia melebarkan senyumnya yang menampakkan gigi putih berjejer rapih sembari mencubit gemas pipi Alicia.


Dominic ikut tertawa melihat kesenangan sang istri, hanya Agatha lah yang mengubah hidupnya penuh dengan warna. Istri mudanya tersebut jauh berbeda dengan istri pertamanya yang hanya sibuk mementingkan karir sehingga aura dalam rumah tangga mereka menjadi suram.


Agatha masuk ke dalam kehidupan Dominic bawa sejuta warna, wanita polos, lugu dan selalu energik membuat pria yang sudah memiliki seorang istri tersebut terpincut akan kepesonaan yang dimiliki oleh Agatha.


Rumah tangga kedua Dominic hidup penuh dengan sejuta kebahagiaan, meski cara dirinya salah telah melukai hati istri pertamanya. Akan tetapi, hatinya telah tumbuh rasa cinta pada wanita yang terpaut usia sepuluh tahun dengannya. Hingga dia nekat meminta Agatha untuk menjadi istri keduanya, tidak peduli dengan cara penolakan Violet, dia tetap menikahi Aghata.


"Kita Foto dulu!" Agatha mengeluarkan ponsel terbarunya lalu mengarahkan kamera ke arah wajah mereka berdua.


Alicia sungguh tidak percaya apa yang tengah kini dia rasakan saat berdekatan dengan Aghata, apakah ini hanya sebuah sandiwara belaka? Karena begitu banyak lika-liku yang dialami oleh Alicia sehingga dia pun masih berwaspada terhadap siapapun yang baru dia kenal.


Agatha langsung mengupload foto dirinya bersama Alicia ke sosial media akunnya, dia memberi caption my secret Angel. Baru saja beberapa detik dia mengupload foto tersebut tapi yang menge-like foto tersebut langsung banyak.


Alicia tampak bingung melihat tingkah Agatha yang sepertinya tidak mengerikan seperti calon mertua lainnya, kebanyakan cerita bila ibu mertua itu mengerikan apalagi dengan status mereka berbanding terbalik.


Melihat keakraban antara sang istri dan calon menantu, Dominic langsung menyuruh Reno menjalankan misi selanjutnya yaitu memanggil wedding organizer untuk mengatur semua pernikahan dari awal hingga akhir.


Semua sudah diatur oleh Dominic sedemikian rupa, ternyata Agatha justru lebih semangat untuk menyusun acara tersebut di samping Alicia, tidak lupa sang istri pemenangnya kan bagaimana bentuk resepsi yang akan diadakan beberapa hari ke depan dan itu ternyata membuat wanita muda yang duduk di samping sang istri terkejut.


"A–apa? Du–dua Minggu?" tanya Alicia yang mendengar ucapan Agatha.

__ADS_1


"Loh, bukannya kamu sudah baca persyaratannya? Kamu sudah menyetujuinya kan?" Agatha mulai bertanya lagi kepada Alicia.


Alicia pun langsung teringat dengan paragraf di mana menjelaskan bawa pernikahan akan dilakukan dalam dua minggu, secara meriah dan terbuka. Namun masih tetap dijaga kerahasiaan sang pemilik nama Grey.


"Iya ... haha, saya lupa! Maaf, Ma!"Alicia tertawa garing untuk menetralisirkan situasi canggung.


"Ya ampun, gemesnya sama anak ini!" Agatha langsung menarik hidung Alicia dengan gemas.


"Mah, boleh tanya?" Alicia mencoba memberanikan diri bertanya pada calon ibu mertuanya perihal tentang Keenan—calon suaminya.


"Boleh, dong! Tanya apa?" Agatha masih fokus memilih dekorasi yang pas untuk pernikahan tersebut.


Sementara Dominic memilih meninggalkan mereka sejak kedatangan wedding organizer, dia mempercayakan sang istri untuk mengurus semuanya karena memang itu yang diminta oleh Agatha agar wanita itulah menyiapkan semua pernikahan anak semata wayang.


"Hmmm, apakah Tuan Keenan, setuju dengan pernikahan ini?" Tanya Alicia ragu-ragu.


"Jangan panggil dia, Tuan! Panggil saja Keenan!" Ujar Agatha. "Dia pasti setuju dengan pernikahan ini, kamu tidak perlu khawatir, tidak perlu kecewa, karena anak Mama itu ganteng, tajir, mapan, dan juga sedikit manja!"


"Sedikit, manja?" Alicia mengulang ucapan calon ibu mertuanya tersebut.


"Nanti kamu juga sudah tahu, kalau kalian sudah menikah!" Ucap Agatha yang masih fokus memilih apa saja untuk di pernikahan sang anak.


Alicia pun kembali termenung, apakah pernikahannya termasuk normal seperti pernikahan lainnya? Karena dia sama sekali tidak mengetahui siapa calon suaminya. Semua begitu mendadak seakan dunia kelamnya 360 derajat Celcius telah berubah total menjadi dunia negeri dongeng.


Pikiran Alicia masih terus memasang tingkat tinggi padanya, jikalau dia takut bila Agatha hanya sandiwara belaka dengan sikap baiknya, mungkin juga dengan Dominic. Namun, hatinya terus meyakinkan bahwa calon mertuanya tersebut benar-benar peduli dan baik pada dirinya. Dia pun juga berharap bila calon suaminya tersebut juga memiliki sikap baik seperti Agatha dan juga Dominic.

__ADS_1


"Ma, memangnya Keenan sudah tahu pernikahan ini? Apakah dia juga sudah tahu bila Alicia yang menjadi calon istrinya?" tanya Alicia kali ini menatap wajah Agata sembari menunggu jawaban yang pas untuk dirinya.


To be continued...


__ADS_2