Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey
Aku ingin dia


__ADS_3

"Terima kasih Tuan Bernard senang bekerja sama denganmu," ucap Grey dengan tersenyum bahagia.


"Justru saya yang berterima kasih kepada tuan Grey yang sudah rela mengijinkan saya bersama kekasih Anda!" ucapnya penuh kemenangan yang kini merangkul pinggang Flo.


"Sama-sama kalau begitu saya permisi dulu, selamat malam Tuan!" pamit Grey dengan sopan.


Flo pun menatap Grey dengan tatapan tajam saat dia memasuki ruangan privasi yang sudah terdapat Nicholas. "Sialan kamu, Grey!"


****************


Langkah kaki Grey perlahan masuk ke area ruangan privasi, di mana ruangan itu terdapat kamar dirinya. Senyum pun melebar ketika dia semakin mendekat ke arah ruangan tersebut.


Namun, sebelum Grey masuk ke ruangannya, dia melliat sang istri masuk ke dalam toilet wanita.Tentu saja senyum nakal terukir di wajah paras tampannya.


"Peter, apa kau sudah mengurus asisten bodoh itu?" tanya Grey saat menekan koontak ditelinga.


"Sudah, Bos, dia sudah teler di kamarnya," sahhut Peter yang dari kontak microfon yang di pasang ditelinga.


"Bagus, sekarang kau tahan Nicholas, aku akan bermain sebentar dnenngan kucing liarku," ucap Grey yang disetujui oleh Peter.


Grey pun masuk ke toilet wanita yang kebetulan hanya beberapa oorang saja dan menyuruhnya untuk jangan berisik.


Mereka segera keluar dan tentu membuat Grey tersenyum puas sembari menuutup pintu sembari menguncinya, dia pun menunggu sang istri untuk keluar dari dalam salah satu pintu yang maih tertutup.


Dalam beberapa menit kemudian, Allicia keluaar dan terkejuut saat melihat Grey sedang berdiri tepat di hadapannya sembari melipat dnegan kedua tangan.


"Hallo, nona Al?" sapa Grey yang membuat Alicia terkejut, apakah Grey sudah mengetaui kedoknya?


Itulah yang menjadi pikiran dalm benak pikiran Alicia, tapi sebissa mungkin dia tetap netral dan memainkan perannya sebagi Alice.


"Tuan Grey? Bukannya ini toilet wanita? sedang apa kau di sini?" tanya alicia setenang mmungkin agar tidak terlihat aneh.


"Tentu saja sedang menunggumu?" ujar Grey yang mulai mendekat ke arah Alicia.


alicia mundur secara perlahan sembari melindungi bagian dadanya. "Ma--mau apa kamu?"


Grey terkekeh semakkin lama semakin mendekat ke arah Allicia, sampai tumbuh wannita itu berada masuk kembali ke dalam kamar mandi.


"Akkk!" pekik Alicia yang terkejut saat kini Grey memepetnya dan mengunci pintu toilet tersebut. "Jangan macem-macem ya! Atau mau aku berteriak?"


"Aku lebih suka kau berteriak," ucap Grey yang kini membelai pipi Alicia dnegan lembut.


"Dont touch me! Aku akan mengadukan ini pada Nicholas!" ancam alicia yang sudah berdebar saat jaak mereka berdua terkikis begitu dekat.

__ADS_1


"Adukan saja! aku tidak pernah takut dnegan ancaman seorang wanita, bagiku itu adalah hal yang membuatku mennantang untuk terus melakukannya," bisik Grey.


"Apa maumu, Tuan Grey?" ucap laicia dengan mata yang terpejam saat kini Grey mengecup setiap wajahnya sedangkan tangan kekar itu perlahan masuk ke dalam dres yang dia kenakan.


"Mauku adalah, ini!" Grey masuk ke dalam lalu menekan inti diri Alicia.


Alicia ingin memberontak tapi tubuhnya begitu terkunci oleh tubuh Grey hingga dia merasakan kesulitan. "Kau sungguh bajingan Tuan Grey! Bukankah kau sudah punya kekasih dan seorang istri?"


"Why? Apa kau cemburu? Apa kau juga ingin menjadi salah satu wanitaku?" bisik Grey yang terkekeh mendengar ucapan sang istri.


Begitu ada kesempatan kabur, Alicia langsung mendorong tubuh Grey dan segera membuka pintu untuk keluar dari ruangan sempit, tapi langkahnya kalah oleh Grey yang segera memepet tubuhnya kembali ke dinding di samping westafel.


"Akkh!" pekik Alicia yang sakit saat Grey mendorong tubuhnya dan menekan dia ketembok hingga kini Alicia menghadap tembok sedangkan Grey tepat dibelakangnya sembari terus melecehkannya.


"Kau benar-benar, brengsek Grey! Apa kau tidak memikirkan perasaan istrimu? Aku baru tahu seorang Grey begitu bajingan!" umpat Alicia sembari berkaca-kaca pada matanya.


Tidak bisa percaya bahwa suaminya memang suka sekali berselingkuh, hingga dia pun merasa benar kalau berselingkuh darinya dengan asistennya itu.


Grey tidak menggubris ucapan sang istri dalam hatinya dia begitu senang jika Alicia ternyata cemburu, dia pun terus melakukan sesuka hati pada tubuh istrinya di bawah sana sampai tiba suara pintu ruangan tersebut terbuka.


"Gila ternyata yang dapat berlian kalung itu adalah—”


Tiba-tiba kedua wanita yang baru masuk tercengang ketika melihat Grey mencuci tangannya sedangkan Alicia menutupi wajahnya dan berlari keluar dari ruangan itu. Itu menjadi kesempatan Alicia untuk kabur dan membuat Grey mengeram kesal dalam hati. "Syhiit! Kenapa bisa masuk? Bukankah aku sudah menguncinya?"


Grey pun tersenyum saat melangkah keluar melewati kedua wanita yang masih terkejut dengan apa yang baru saja mereka lihat.


Grey tidak sabar ingin memberi hukuman kepada kucing kecilnya, kali ini dia akan menghukum Alicia sampai wanita itu tidak akan pernah mengulangi kesalahannya lagi.


Tangan Grey membuka handle pintu, matanya langsung melihat ke arah dua orang yang tengah duduk bersampingan. Matanya melihat ke arah kucing manis yang tengah menunduk tanpa melihat ke arahnya.


"Selamat malam Tuan Nicholas!" sapa Grey dengan sopan.


"Katakan saja langsung, tidak perlu basa-basi!" ucap Nicholas dengan ketus karena dia sebenarnya sama sekali tidak inin berada di sana.


" wow, rupanya kau masih memendam dendam padaku? Aku yakin setelah ini kau akan berterima kasih padaku, " ucap Grey duduk di depan Nicholas saat kedua matanya menatap ke arah kucing manisnya.


" Apa maksudmu? Sudahlah kita tidak terlalu akrab buat apa harus berlama-lama di sini," ujar Nicholas kemudian dia berdiri. "Ayo sayang kita pergi."


" Aku punya penawaran khusus untukmu, Apa kau ingin barter denganku? Aku rasa kali ini kau menginginkan apa yang aku miliki Nicholas. " Grey masih terus menatap ke arah wanita yang ada di samping Nicholas.


"Aku tidak tertarik untuk barter denganmu, Tuan Grey." Nicholas masih saja merangkul kekasihnya dan ingin melangkah melewati Grey.


" Apa kau yakin? " Grey menahan amarahnya dengan meremas kedua tangannya saat melihat Nicolas tetap merangkul sang istri.

__ADS_1


Nicholas menarik nafasnya dalam-dalam, dia memberitahu Grey bahwa tidak ada yang diinginkan olehnya dari musuhnya itu.


"Aku ingin dia!" ucap Grey dengan wajah yang memerah karena menahan amarah serta rahang yang mengeras.


Tentu saja ucapan Grey membuuat NIcholas tertawa sumbang sebelum akhirnya dia berkata, "Aku tidiak akan menukar orang yang akuu cinta dengan apapun, meski kau meawarkan seluruh aset yang kau punya sampai kau miskin Tuan Grey!"


Kali ini Grey tertawa dan berdirri melihat ke arah Nicholas. "Kau sungguh bodoh Nicholas, apa kau benar-benar mencintainya?"


Nicholas yang tidak terima dirinya dihina langsung berbalik bertanya pada musuhnya. "Apa maksudmu?"


"Ternyata kau memang bodoh, Nicholas!" umpat Grey yang terus memperhatikan Alicia. "Belum puas kau bermain? Hah!"


Alicia begiitu gugup sampai dia menelan salivanya berkali-kali, tangannya menjadi berkeringat saat debaran janntungnya semaki berpacu kencang.


MElihat sang kekasih ketakutan saat ditatap tajam oleh Grey, Nicholas langsung memasang badannya berdiri di samping Alicia.


Tentu saja itu mmebuat Grey semakin marah. "Al, ke sini atau mau aku seret?"


Deg.


Alicia tidak tahu harus berbuat apa, apakah dia harus datang meendekat kearah suaminya atau dia tetap berpura-pura sebagai Alicie? Toh mungkin Grey masih bingung pikir Alicia karena mereka mirip.


"Rupanya kau ingin mati di tanganku, Grey!" ancam Nicholas yang bersiap untuk memberikan serangan pada Grey.


Sebelum perkelahian terjadi Alicia membuka suaranya lebih dulu. "He, siapa kamu dengan seenaknnya menyuruhku untuk bersamamu?"


Alicia mencoba untuk memainkan peran seperti Alice, tetapi enatah kenapa itu membua Grey tertawa denngan sangat keras membuat kedua orang tersebut merrrasa bingung.


"Hahahahha, Sayang ... seharusnya kau berlatih dulu denganku untuk bersandiwara!" ujar Grey yang tertawa, dirinya begitu gemas dengan sang istri.


"Bangsat!" Nicholas ingin melayangkan pukulan tapi Peter sudah menahannya lebih dulu.


"AL!" bentak Grey yang benar-benar sudah tidak tahan. "Sebelum batas kesabaranku habis, menurutlah dengan suamimu!"


DEG.


"What? Suami?" batin Nicholas yang terkejut dengan ucapan Grey.


Alicia perlahan mendekat ke arah Grey dan itu disaksikan oleh Nicholas sendiri, membuat pria yang berwarna rambut yang sama dengan Alice mematung di tempatnya.


"Al!" panggil Nicholas yang menahan tangan Alicia yang dia sangka kekasihnya.


"Al, apa kau ingin menjadi istri pembangkang?" tegur Grey dengan senyum mengejek ke arah Nicholas.

__ADS_1


"What? Istri?" teriak Nicholas saat Alicia mulai melepaskan tangannya.


to be continued


__ADS_2