Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey
Barter


__ADS_3

Grey tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Flo, tapi dia berusaha untuk menguasai emosinya agar tidak berdampak dengan acara lelang tersebut.


Kini acara lalang pun berlanjut, sampai di mana yang ditunggu-tunggu oleh grey telah tiba. Bukan hanya Grey saja tetapi juga beberapa rekan kolega yang bersiap untuk bertarung demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Ya, mereka semua menginginkan lahan yang hanya beberapa hektar saja, tapi begitu banyak yang meminati area tersebut. acara puncak yang paling menegangkan Di mana mereka langsung bersiap memegang papan nomor untuk mendapatkan sebidang hektar tanah yang Begitu berharga.


"Oke, selanjutnya kita mulai saja, kali ini adalah pulau x. Pulau yang luasnya sekitar xxx hektar ...."


Pembawa acara tersebut, langsung membacakan detail mengenai lahan yang menjadi incaran para pembisnis. sampai suara wanita yang membuka harga lebih dulu membuat ketukan palu pun telah dimulai.


"Kita buka harga dengan ... 500 J," ucap si wanita. Langsung semua silih berganti dengan mengangkat papan nomor masing-masing sembari menyebutkan angka yang akan mereka beli.


"600 J," ucap seseorang dengan nomor urut bangku 25.


"880 J," saut seseorang kembali dengan nomor urut 86


"900 J."


"1 M," ucap seorang pria dengan kepala botak.


"1, 5 M," sahut seseorang yang duduk di samping meja Alicia.


"3 M," ucap sang pembisnis yang duduk di samping meja Grey sembari dengan mata yang menyipit.


Dalam hati Alicia ini sungguh luar biasa, apakah itu uang? sungguh tidak bisa dipercaya dalam akal sehatnya sampai alisya pun sulit untuk menelan salivanya sendiri saat mendengar 3 m begitu saja keluar dari mulut seorang yang menginginkan sebuah lahan kecil.


Jacob pun tersenyum ketika melihat tampang Alicia yang begitu menggemaskan di matanya, dia pun langsung menelepon seseorang untuk membeli lahan itu dengan harga 5 M.


Sontak semua orang langsung terkejut ketika Si penelepon misterius menginginkan lahan itu, tentu jika lahan itu jatuh ke tangan si penelepon sang misterius maka mereka semua tidak akan bisa barter.


"Astaga," ucap Alicia tanpa sadar yang membuat Nicholas pun mengerutkan kening mendengar penuturan darinya.


Alicia menatap Nicholas selalu bergantian ke arah Jacob yang berkata dengan bibirnya tanpa mengeluarkan suara. "For you!"


"What?" gumam Alicia dalam hati, Bagaimana bisa seorang Jacob yang hanya profesi sebagai asisten pribadinya mampu membeli lahan dengan seharga 5 M.


Sejak saat itu juga, Alicia menjadi penasaran siapa sosok Jacob yang sebenarnya selama ini. Apa motifnya untuk menjadikan dia kekasih? Kenapa Alicia menjadi takut dengan sosok Jacob yang menjadi kekasih gelapnya?

__ADS_1


"Oh my God," ucap Alicia kembali dalam hati.


Sementara di posisi Grey dia masih dengan santainya menunggu mangsa yang menjadi incarannya untuk mengangkat sebuah papan nomor, dia tidak peduli jika lahan itu dimiliki oleh penelpon misterius.


"Grey, kamu nggak coba untuk merebut lahan itu? Bukankah itu yang menjadi tujuanmu malam ini?" tanya Flo kepada pria yang duduk di sampingnya.


"Kau tidak perlu ikut campur apa yang menjadi urusanku, Flo!" ucap Grey saat kedua bola matanya masih terus mengawasi sang istri.


Flo begitu kesal, dia hanya terdiam sembari merajuk seperti anak kecil tetapi Grey tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh wanita itu sudah membuatnya mengorek kantong lebih dalam.


"Jangan kau pasang wajah seperti itu! apa kau belum puas sudah menguras kantongku?" ujar Grey, matanya masih terus menatap ke arah Alicia dalam hatinya dia bergumam, "Ayolah Nic, angkat papanmu!"


Pembawa acara pun menghitung mundur, sebelum keputusan jatuh pada si penelpon misterius, tetapi di detik ketiga tiba-tiba saja Nicholas mengangkat papan nomornya membuat Alicia tercengang.


"10 M," ucap Nicholas yang langsung membuat semua terkejut.


"Are you serious?" tanya Alicia yang tidak percaya.


"Yes, Honey!" Nicholas langsung mencium bibir Alicia dengan lembut yang langsung membuat kedua pria meledak begitu saja di tempatnya masing-masing.


"Brengsek!" maki Grey tanpa sadar membuat semua orang terkejut bukan main saat pria itu berdiri.


Dalam pikiran semua orang yang berada di sana bahwa Grey tidak terima bila Nicholas mendapatkan lahan tersebut, tetapi kenyataannya bahwa Grey emosi saat istrinya disentuh.


"Grey, sabar!" Flo menarik tangan Grey agar segera duduk kembali.


"Bos, tahan emosi!" bisik Peter pada Grey.


Grey pun kembali duduk, saat Alicia melihat sepintas dirinya yang tengah menatap wanita itu dengan tatapan tajam.


"Apa yang kau lakukan?" Nicholas begitu kesal ketika Bodyguard kekasihnya menumpahkan minuman membuat celananya basah.


Alicia yang tidak tahu harus berkata apa pada Nicholas hanya berusaha untuk menenangkan pria tersebut agar tidak memancing keributan, dia melihat ke arah Jacob yang meminta maaf atas ketidaksengajaannya walaupun kenyataannya adalah sengaja.


Nicholas yang mendengar permintaan dari kekasihnya, hanya bisa menurut dan mendengar apa yang dikatakan oleh pembawa acara bahwa ternyata lahan itu jatuh di tangannya membuat dia pun senang sebagai pengganti rasa kesal.


"Wow, ternyata dia yang mendapatkan lahannya, lumayan juga!" batin Flo yang begitu yakin bahwa Grey akan menukarkan dia dengan lahan yang dimiliki oleh Nicholas.

__ADS_1


Acara pun berlanjut, kini sebagai penutup dari acara lelang kali ini yaitu sebuah Kalung Permata, di mana harga lelang di buka sekitar 1M lebih besar dari cincin yang diinginkan Flo.


Membuat semua orang pun, kini saling berebut mendapatkan kalung tersebut, Nicholas yang ingin mengangkat kembali untuk kekasihnya ditahan begitu saja oleh Alicia.


Sampai tiba kalung tersebut jatuh ke tangan seorang pria paruh baya, dengan perut buncit dan yang masih single. Membuat semua pun terkejut atas harga yang dikeluarkan ya itu sekitar 5M jauh lebih malah dari cincin yang diincar oleh Flo.


Acara lelang pun telah usai, kini tiba saatnya acara barter. Di mana para rekan bisnis pun saling barter dengan yang tidak lazim.


Mereka rela mengorbankan wanita yang mereka bawa, sebagai nilai tukar atas apa yang diinginkannya.


"Peter, tahan Nicholas!" bisik Grey dan itu membuat Flo tersenyum jika dia akan siap di tukar dengan lahan yang diinginkan oleh Grey.


Peter pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Grey, mencoba untuk berbicara kepada Nicholas secara pribadi.


Sementara Grey menghampiri Tuan Bernard, sang pemilik kalung, tentu membuat slow terkejut, kenapa harus mendekat ke arah lelaki paruh baya itu? Kenapa Grey tidak mendekat ke arah Nicholas?


"Grey sepertinya kita salah, bukan kami kelas berada di ruangan pribadi kamu? Kenapa kita harus nyamperin Tuan Bernard?" bisik Flo saat ini mereka semakin mendekat.


"Flo, sesuai dengan kesepakatan kita! Tepatilah janjimu kalau tidak kamu akan menanggung resikonya!" bisik Grey yang kali ini membuat Flo pasrah.


"Selamat malam, Tuan Grey," sapa pria berbadan gemuk itu.


Tentu Grey dengan senang hati menyambut sikap ramah dari Tuan Bernard, kini mereka duduk bertiga merencanakan untuk bertukar apa yang ingin mereka incar.


Benar saja Grey menginginkan kalung permata itu yang seharga 5 M yang di barter dengan dirinya, membuat Flo tidak menerima kenyataan tersebut.


"Grey ini tidak sesuai dengan kesepakatan kita!" bisik Flo saat buat Bernard langsung menyetujui kesepakatan tersebut.


"Ingat akan perjanjian kita Flo!" tegas Grey.


"Gak!"


"Ok, Peter!"


"Okey, FINE! PUAS KAMU!" umpat Flo yang menelan salivanya dengan susah payah, akhirnya kini kalung tersebut jatuh ke tangan Grey sedangkan pria paruh baya itu memiliki Flo.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2