Wanita Tawanan Tuan Grey

Wanita Tawanan Tuan Grey
Pertemuan setelah sekian lama


__ADS_3

Setelah pergulatan panas usai dan Grey baru sejenak memejamkan matanya, tiba-tiba harus segera pergi menemui Peter saat telinganya mendengarkan panggilan dari asistennya tersebut.


Dalam sekejap Grey sudah nampak lebih segar dan keluar dari kamar tersebut menemui Peter. "Siapkan makan untuknya, terutama dengan protein tinggi! Siapkan juga susu esensi untuknya! Jangan biarkan dia keluar sedikitpun tanpa seizinku!"


"Baik, Tuan!" ujar Peter yang mengarahkan Grey mengangkat panggilan telepon dari Dominic.


"Ada apa?" tanya Grey pada sang ayah melalui telepon genggamnya.


"Pakai tanya, kapan kamu pulang? Kamu tahu, kalau istrimu ilang? Cepat pulang, Mama kamu sampai jatuh sakit!" omel Dominic yang membuat Grey menjauhkan ponselnya dari telinga ketika sang ayah begitu keras berbicara dari seberang telepon. "Kamu denger Papa tidak? Pulang sekarang, cari istrimu sampai ketemu!"


"Astaga, Papa! Gak usah teriak-teriak, Grey dengar. Bilangan sama Mama gak usah khawatir, Alicia sama Grey di sini. Besok kita sudah sampai di pelabuhan NY, jadi gak usah tungguin dan cemas. Tinggal nunggu cucunya nongol!" ucap Grey.


Dominic begitu terkejut mendengar ucapan Grey, hingga Agatha yang mendengar ucapan sang anak langsung merebut ponsel dari suaminya.


"Dasar curut tengik! Bisa-bisanya kamu gak kabarin Mama! Kamu culik ke mana menantu Mama? Hah! Cepet balikin!" omel Agatha pada sang anak.


"Katanya mau cepet punya cucu, udah Mama duduk manis di rumah, Grey lagi berusaha untuk mengabulkan kemauan Mama," ujar Grey dengan santai.


"Benarkah!? Maksud kamu, kamu sedang bulan madu?" tanya Agatha dengan senang. "Ya sudah kalau begitu jangan buru-buru pulangnya! Tapi inget setelah pulang kalian harus ke rumah oke?"

__ADS_1


"Grey gak janji, tapi nanti Grey usahakan ke sana sama Alicia," sahut Grey yang membuat Agatha senang.


Sambungan telepon pun langsung terputus, kini sorot mata Grey melihat seorang pelayan tengah menuju kamar membawa beberapa makanan sesuai dengan instruksi olehnya.


"Peter, awasi terus dia!" Grey melangkah pergi keluar dari ruangan privasinya dan menemui beberapa kolega bahkan dia juga sempat melihat Flo masih bersama teman kolega yang menjadi barter dengannya.


Sementara Alicia, tubuhnya yang sudah kembali rapi kini tengah menikmati makan malamnya di luar kamar tapi masih berada di ruang privasi sang suami.


Penampilannya yang memakai dress berwarna peach, makeup natural serta perhiasan yang dikenakannya membuat Alicia tampil cantik bak seorang gadis yang menawan dan berkelas.


Di tengah kesibukan Grey yang bertemu dengan beberapa kolega di kapal pesiar tersebut, dia masih menyempatkan untuk terus bertanya pada Peter—sang asisten yang masih mengawasi Alicia.


"Saat ini Nyonya tengah menonton drama romance di ruang tengah, Tuan!" ujar Peter.


"Sudah, Tuan!" jawab Peter.


"Bagus, lima menit lagi aku tunggu di studio live music!" Grey bersiap menuju ke lokasi tempat hiburan untuk berkencan dengan sang istri. "Terima kasih, Tuan Joseph, semoga kedepannya kita bisa menjadi tim yang bekerjasama dengan sukses."


Usai menanyakan kabar, Grey langsung bangun dari kursinya dan menjabat tangan pada kolega yang baru saja dia ajak untuk bekerjasama.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan Grey!" balas Joseph.


Grey pun langsung pergi melangkah ke ruang studio live musik di mana di sana terdapat pertunjukan hiburan malam, dia yang duduk di kursi VIP tidak sengaja bertemu dengan Alice bersama kedua orang tuanya.


"Tuan Nicholas, wah saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda di sini bersama ...."


"Selamat malam Tuan Grey!" sapa ramah Hans berdiri tepat di samping istrinya, dia melihat bagaimana Grey juga membalasnya.


"Loh, Al mana?" tanya Alice kepada Grey, sontak membuat sang ibu langsung mengerutkan keningnya.


Sementara Alicia yang tengah asyik menonton drama kesayangan, langsung memasang wajah sedihnya karena dia harus mengikuti ke mana perginya Peter.


"Peter, sebenarnya kita mau ke mana?" tanya Alicia yang hanya mendapatkan gemingan dari asisten sang suami. "Bisakah kau pelan sedikit jalannya?"


Alicia begitu kesal ketika Peter tidak menjawab pertanyaannya dan terus memaksanya untuk berjalan cepat, sedangkan dia yang sudah diserang habis-habisan oleh Grey hanya bisa berjalan tertatih mengikuti Peter.


"Sebelah sini Nyonya!" ujar Peter yang mengarahkan Alicia.


Alicia langsung masuk ke dalam dan terus mengikuti Peter, sampai tiba di mana keberadaan Grey berada. Matanya melihat Alice tengah memanggil namanya.

__ADS_1


"Alicia!" Alice melambaikan tangan dengan semangat, tentu Dinda langsung terkejut melihat Alicia berjalan perlahan mendekat ke arahnya.


"Al–Alicia?" ucap Dinda dengan gugup, meski kecil suaranya tapi mampu membuat Grey tersenyum sinis ke arah wanita yang menjadi ibu kandung sang istri.


__ADS_2