
Alicia sangat di manja oleh Dinda Elisabeth Delmora dan juga Hans Cony, dia mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua tersebut. Bahkan mereka tidak segan-segan memberikan segala permintaan Alicia, salah satunya menginginkan Jacob agar tetap berada di sampingnya.
"Al, apa kamu sudah yakin ingin memiliki bodyguard?" tanya Elizabeth.
"Apakah tidak boleh Mah? Eh, Mom?" Alicia begitu gugup ketika berhadapan dengan kedua orang tua Alice.
"Tidak apa-apa, Sayang! Ya sudah, sekarang kita bersiap-siap dulu, sebentar lagi kapal akan berjalan. Oh iya, Dad, apa Nicholas sudah datang?" tanya Elizabeth pada Hans.
"Tidak tahu, mungkin sebentar lagi dia ke sini! Lebih baik kita keluar, temui Tuan Axel!" pinta Hans yang tidak terlalu suka dengan Nicholas.
"Memangnya Nicholas juga datang?" tanya Alicia dengan polos, dia takut karena bukankah Alice pergi berlibur dengan Nicholas?
"Loh, Kamu bagaimana sih, kan bukannya sudah tahu kalau Nicholas juga pasti ikut dalam acara lelang kali ini?" Elizabeth mencoba mengingatkan kembali anaknya. "Sudah, yuk mending kita temui pemilik acaranya dulu!"
Elizabeth langsung mengajak anaknya keluar dari dalam kamar, dia menggandeng tangan anaknya untuk pertama kalinya Setelah sekian lama dia meninggalkan Alicia bersama mantan suaminya.
Sedikit berbeda yang Elizabeth rasakan pada anaknya tersebut, hanya saja dia menampik semua karena walaupun perasaannya rindu terhadap anak kembar satunya yang bernama Alicia, dia tetap tidak mau membuka kenangan pahit.
Biarkan Elizabeth sedikit egois, menjadi ibu yang pilih kasih terhadap anaknya apalagi terhadap anak kembarnya. Dia sudah berusaha susah payah untuk sampai pada di titik puncak kesuksesan bersama Alice. Meskipun perasaannya sebagai ibu terkadang merindukan anak satunya lagi bernama Alicia.
Kini Alicia bersama kedua orang tuanya, menghampiri Axel selaku pemilik acara pada pelelangan kali ini, acara di mana semua pembisnis memperebutkan apa yang mereka inginkan. Takala pula terkadang mereka bertukar pasangan demi mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
"Halo Tuan Putri Alice!" Axel yang sudah berumur pun begitu tertarik dengan putri dari Elizabeth.
Alicia dengan sopan membalas sapaan dari Axel membuat kedua orang tua Alicia juga terkejut terutama Axel, Alicia mendapat pujian yang luar biasa dari pemilik acara tersebut sampai tiba di mana Nicholas datang menghampirinya.
"Halo, Sayang!" Nicholas tersenyum lantas menyapa ke dua orang tua Alice.
Seperti biasa Hans tidak begitu menyukai Nicholas, hingga reaksinya pun hanya biasa saja saat Nicholas menyapanya.
"Ah, kenalin Tuan Axel ini adalah tunangannya anak, saya—Nicholas!" ujar Elizabeth dengan senang hati mengenalkan calon menantunya pada Axel.
"Woow, Tuan Nicholas welcome to the auction event! Sepertinya sangat menarik, oke kalau begitu silakan bersenang-senang sampai jumpa nanti malam saat acara di mulai!" ujar Axel yang kemudian meninggalkan mereka berdua bersama kedua orang tua Alice.
"Nic, ingat untuk batasi Alice agar tidak minum terlalu banyak, kalau kalian ingin beristirahat silahkan, Mommy akan kembali nanti malam! Kita akan bertemu di si i nanti malam jam tujuh, oke!" ucap Elizabeth yang begitu hangat dengan Nicholas.
"Sayang, Mommy tinggal dulu ya sama Daddy, oke?" Elizabeth mencium Alicia membuat debaran jantung wanita tua itu berdetak dengan kencang, sampai perasaannya pun ingin menangis saat menciumnya.
"Siap, Mom!" ucap Nicholas dengan semangat.
Setelah kedua orang tua Alice pergi meninggalkan Alicia bersama Nicholas, membuat Alicia berdebar bukan karena jatuh cinta melainkan karena perasaan takut terhadap tunangan Alice.
Takut akan penyamaran Alicia ketahuan oleh Nicholas, saat mereka tinggal berdua dengan jarak begitu dekat. Alicia berusaha untuk tenang agar tidak menimbulkan efek curiga, sedangkan Jacob terus mengawasi Alicia dari posisinya berada.
Nicholas membawa Alicia untuk berkeliling di deg delapan, terdapat toko-toko serta restoran ternama, ada juga bar atau pun show seperti macam pertunjukan. Sampai di mana Nicholas mengajak Alicia ke tempat kolam renang.
"Sayang, berenang yuk!" ajak Nicholas tapi Alicia justru menolaknya dan menunggu di kursi pantai. "Kamu serius? Tumben, apa karena aku undur liburan kita jadi kamu diemin aku?"
__ADS_1
Nicholas yang duduk didekat Alicia membuka bajunya, memperlihatkan perut sixpack di hadapan wanita itu yang masih dia anggap sebagai kekasihnya.
"Ah, gak kok! Siapa yang marah, aku hanya ingin menikmati pemandangan ini!" elak Alicia dengan tawanya.
Sementara Jacob langsung menghubungi Alice menanyakan perihal yang terjadi, saat Nicholas mulai turun ke dalam kolam, dia pun mendekat ke arah Alicia memberikannya air minum.
"Alice tidak tahu kalau Nicholas mengundurkan jadwal liburan mereka, dia berfikir kalau Nicholas sudah berangkat lebih dulu," tutur Jacob pada Alicia.
"Terus?" tanya Alicia dengan khawatir.
"Jangan khawatir, Aku akan terus memantau, selalu siap siaga untukmu! Kamu hanya perlu mainkan sesuai alur yang Alice berikan!" ucap Jacob sembari mengedipkan matanya ke arah Alicia.
"Sayang! Kamu serius, gak mau ikut berenang bareng aku?" tanya Nicholas yang kini sudah menimbulkan kepalanya.
Alicia hanya menggelengkan kepala sembari meminum minuman yang Jacob berikan, dia tidak tahu harus bersikap apa dengan Nicholas karena menurutnta itu terlalu canggung.
Sementara di posisi Grey, dia yang sudah berada di dalam kamar dan kapal sudah berjalan, mendapatkan kabar bahwa acara lelang akan di mulai pukul tujuh malam nanti.
"Masih punya beberapa jam lagi untuk kita bertarung," ucap Grey pada Peter ketika dia sudah mengganti pakaian dengan pakaian cansual.
"Bos, masalah Nona Flora, apakah Anda yakin untuk tidur satu kamar dengannya?" tanya Peter.
"Apakah terlihat sedang acting?" tanya Grey yang ingin semua rencananya terlihat berjalan mulus.
"Tidak, Bos!" ucap Peter.
"Grey tunggu!" ucap Flora yang baru saja keluar dari dalam toilet dan mengejar partner bisnisnya.
Mereka berjalan hanya berdua, di mana Peter hanya bisa berjalan dengan jarak tidak terlalu dekat tetapi terus memantau atasannya.
Sementara Grey dan juga Flora berjalan baik seperti pasangan suami istri, di mana semua kalangan pembisnis pun saling sapa menyapa dengan Grey.
Hingga sampai di halaman kolam renang, matanya pun melihat pemandangan yang tercipta di depan mata, hamparan laut yang begitu luas udara cerah seakan menyambut Grey dengan manja.
"Woow, ini dia maskot kita yang akan menjadi calon dalam pelelangan nanti malam! Welcome, Tuan Grey!" ucap Axel yang menjabat tangan pada Grey. "Apakah dia yang akan menjadi wanita pendampingmu malam ini?"
"Of course!" sahud Grey yang tidak segan-segan memperkenalkan Flora pada Axel karena memang itu tujuannya agar dia bisa mudah nanti untuk di barter dengan targetnya.
Ya, Grey sengaja tidak membawa sang istri meski di acara lelang tersebut membawa pasangan tercinta, karena Grey akan menukar Flora dengan lahan yang sudah lama dia incar apabila lahan itu jatuh ke tangan orang lain.
Sistem lelang Axel memang terlihat kejam, tapi memang seperti itulah. Jika Grey tidak bisa mendapatkan lahan yang di tawar dalam lelang tersebut dan jatuh ke tangan lawan, maka boleh ajukan barter dengan lawan yang memenangkan lahan incaran Grey, bisanya yang menjadi barter yaitu wanita pasangannya.
Sementara Flora menginginkan 35% keuntungan dari Grey serta cincin permata yang akan di kelangkan malam ini, karena dia sudah berubah pikiran bahwa tidak mau rugi hanya sekedar lahan tanah.
"Ya, ya, ya, semoga beruntung! Karena malam ini sainganmu berat Tuan Grey," tutur Axel yang menunjuk ke arah Nicholas seorang anak mafia yang pastinya akan menjadi maskot dalam pelelangan malam tersebut.
Mata Grey melihat ke arah Nicholas tengah tertawa bersama wanita yang mirip dengan istrinya, hampir saja Grey cemburu dan marah melihat interaksi keduanya begitu dekat.
__ADS_1
Akan tetapi, Grey teringat bahwa istrinya itu kembar yang terpisah. Sampai Grey menarik napas leganya bahwa itu adalah Alice bukan Alicia.
"Huuft, gila! Hampir gue lupa kalau Alicia itu kembar," ucap Grey dalam hati yang merasa aman kalau wanitanya tetap akan menjadi miliknya.
"Mari saya kenalkan!" ajak Axel pada Grey saat langkah kakinya mulai melaju mendekat ke arah Nicholas. "Tuan Nicholas!"
Sontak Nicholas yang tengah tertawa lepas dengan Alicia langsung berhenti, mendengar sapaan dari Axel yang baru saja kenalan beberapa jam lalu, tapi seakan Axel begitu mengenal Nicholas sejak lama.
Deg.
Jantung Alicia berdetak lebih kencang dari biasanya, saat melihat seseorang yang dia kenal berada tepat di belakang Axel berjalan ke arahnya. Dia melihat Jacob yang tidak ada di sekitarnya.
"Ya Tuhan, ini serius? Grey? Kok jadi seperti ini sih? Jacob mana lagi?" batin Alicia yang begitu gugup ketika Grey semakin lama semakin mendekat ke arahnya.
"Tuan Nicholas, kenalan kan, ini Tuan Grey bersama kekasihnya, Nona Flo!" Axel mencoba memperkenalkan kedua sahabat rasa musuh.
"Oh, Tuan Nicholas, lama tidak berjumpan." Grey berbasa-basi dengan Nicholas karena terakhir mereka bertemu saat sedang genting-gentingnya yaitu pertengkaran yang sangat hebat.
Axel begitu bingung Apakah mereka sudah kenal satu sama lain? maka dia pun senang ketika Nicholas menjelaskan bahwa mengenal Grey sudah lama.
"Apa kabar, Nona Al?" tanya Grey yang menyunggingkan sudut bibirnya tetapi dia mendapatkan gelagat aneh dari wanita itu sampai Grey pun melanjutkan nama kepanjangan kekasih Nicholas. "Alice?"
"Ah, hahaha, iya baik!" jawab Alicia dengan janggung.
Deg, baik itu antara Nicholas maupun Grey kedua pria itu sama-sama terkejut dengan sikap yang ditunjukkan oleh Alicia, pasalnya bagi Nicholas Alice sangat membenci Grey saat terakhir bertemu karena sudah melecehkan, tetapi sikap wanita itu sama sekali menunjukkan bahwa tidak pernah ada kejadian hal tersebut.
Begitu juga dengan Grey yang semakin membuat dia ingin memperhatikan wanita yang mirip dengan istrinya, dia pun memancingnya sekali lagi.
"Wah, sangat baik! Terakhir kapan ya kita bertemu Nona Alice?" tanya Grey yang memincingkan matanya. "Sudah lama kita tidak berbincang hangat, benar begitu Tuan Nicholas?"
"Hahaha, kapan ya ...."
"Cih, maaf Tuan Axel, kami permisi dulu karena masih ada sesuatu yang lebih penting!" ucap Axel yang bangun dari kursinya sembari menarik tangan Alicia untuk segera menjauh dari Grey karena dia benar-benar masih memiliki dendam yang belum selesai.
Axel yang tidak tahu menang apapun itu hanya bisa membiarkan mereka untuk pergi menjauh, dia pun juga langsung pamit kepada Grey dan menyuruh untuk menikmati sebelum acara di mulai.
Grey yang terus memperhatikan ke mana Alicia pergi, menangkap mata Alicia yang terus menghindar kontak mata dengannya.
"Grey, kamu masih punya dendam sama mereka?" tanya Flora yang tahu sejak lama bahwa pasangan itu adalah musuh Grey.
Grey tidak menanggapi pertanyaan dari Flora, di justru memanggil asisten pribadinya. "Peter! Ambil dia!"
"Bos, dia Nona Alice bukan Alic—"
"Peter!" bentak Grey dengan keras membuat Flora yang ada di sampingnya juga ikut kaget, karena Grey tahu betul siapa istrinya, meskipun mereka kembar.
To be continued...
__ADS_1